Nasional

2019, Pembimbing Haji Bersertifikasi dan Profesional

Editor: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Menyiapkan pembimbing manasik haji yang bersertifikasi sudah mulai dijalankan Kementerian Agama, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) sebagai leading sector nya sudah menargetkan pada 2019 nanti seluruh pembimbing manasik haji sudah harus bersertifikasi.
 
Tujuan dari sertifikasi ini antara lain; Meningkatkan kualitas, kreativitas dan integritas pembimbing manasik agar mampu melakukan aktualisasi potensi diri dan tugasnya secara professional dalam rangka mewujudkan Jemaah haji mandiri baik dalam hal ibadah maupun perjalanan.
 
Kedua. Memberikan pengakuan dan perlindungan atas profesionalitas pembimbing manasik untuk melaksanakan haji, tugas, tanggungjawab, dan kewenangannya dalam memberikan bimbingan manasik haji sesuai ketentuan pemerintah.
 
Ketiga, Menstandarisasikan kompetensi pembimbing agar dapat memberikan jaminan kualitas pelayanan bimbingan manasik haji.
 
Keempat, menjadi mediasi bagi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah dalam mewujudkan penjaminan mutu (quality assurance) bagi pembimbing manasik baik yang ada di pemerintah maupun masyarakat,
 
Untuk menjaring dan menyiapkan pembimbing manasik haji yang professional dan bersertifikasi, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) melaksanakan penandatanganan kerjasama (MoU) pelaksanaan program sertifikasi pembimbing manasik haji dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto Jawa Tengah.
 
Penandatanganan kerjasama tersebut ditandatangani oleh kedua belah pihak. Bertindak sebagai penandatangan dari pihak Ditjen PHU adalah Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar serta dari pihak IAIN adalah Rektor IAIN Purwokerto Luthfie Hamidi.
 
Pada isi kerjasama itu, tertuang kedua belah pihak secara bersama-sama untuk mengadakan kerjasama dalam pelaksanaan program sertifikasi pembimbing manasik haji.
 
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar mengatakan, pada realitasnya, selama ini Jemaah haji hanya menguasai manasiknya saja, kebijakan-kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah belum banyak di kuasai oleh jemaah haji tersebut.
 
“Karena realitasnya adalah para jemaah itu menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) mayoritas jemaah haji itu hanya menguasai yang menguasai  manasik itu hanya 80 persen,” kata Nizar.
 
“Karena itu Jemaah haji Indonesia selama ini sangat bergantung pada pembimbing ibadah hajinya,” sambungnya.
 
Menurut Nizar, seseorang pembimbing manasik haji kalau belum bersertifikasi belum bisa dikatakan pembimbing manasik yang professional, meskipun pembimbing tersebut seorang tokoh. “Pembimbing ibadah haji kalau belum punya sertifikat sebelum dikatakan profesional meskipun dia seorang tokoh yang menguasai di luar kepala,” tegas Nizar.
 
Selama ini, kebanyakan pembimbing hanya mengetahui tata cara manasiknya saja, sedangkan kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan pemerintah tidak tahu sehingga apa yang pembimbing sampaikan kepada Jemaah hajinya tidak tersampaikan seluruhnya. “Misalkan tata tertib penerbangan, serta menggunakan fasilitasi hotel di Arab Saudi,” ujar Guru Besar UIN Yogakarta ini.
 
Saat ini, kata Nizar, Kemenag menginginkan fasilitas manasik di Asrama Haji di buat seperti aslinya seperti Ka’bah dibuat dengan ukuran aslinya, putaran thawaf dan lintasan sai juga harus dibuat sesuai dengan aslinya.
 
Nizar bersyukur, ini adalah kontribusi dari dirinya selaku Dirjen PHU yang mempunyai kaitan emosional dengan IAIN Purwokerto sehinggaIAIN penyiapan pembimbing ibadah haji ini diharapkan bisa dikelola dengan baik dan professional. “Kebijakan keagamaan ini salah satunya adalah penyiapan tenaga tenaga profesional dibidang pembimbing ibadah haji,” katanya.
 
Nizar Berharap, kerjasama ini dapat menghasilkan para pembimbing ibadah haji yang bersertifikasi dan professional sehingga pelayanan ibadah bagi jemaah haji terlayani.
 
IAIN Purwokerto, kata nizar, merupakan perguruan tinggi yang ke 10 di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia yang melakukan kerjasama dalam penyiapan pembimbing ibadah haji, diantaranya adalah UIN Jakarta, UIN Bandung, UIN Suarabaya, UIN Surabaya UIN Walisongo Semarang, UIN Padang, dan UIN Jogjakarta. (*)

BACA JUGA : Viral! Install Aplikasi Lazada sekarang dapat Diskon Hingga 80% dan Gratis Ongkir Selama Ramadhan

Berita Lainnya

Banner

Facebook

Twitter