Sabtu, 22 September 2018 02:53 WIB
pmk

Kesehatan

Nggak Makan Daging Lemas, Ah Mitos

Redaktur:

TALKSHOW-Artis Sophia Latjuba dan Eva Celia menjadi pembicara dalam kegiatan Earth Vegan Day yang digelar di Mal Central Park, Jakarta Barat, pekan lalu. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Tren tidak mengkonsumsi daging alias vegetarian kini semakin banyak dilakukan masyarakat urban. Kesadaran pentingnya menjaga asupan makanan menjadi alasan sebagian besar orang menjadi vegetarian atau vegan.

Di Indonesia, diperkirakan ada lebih dari 1,5 juta orang yang mengadopsi pola makan vegetarian. Menurut Indonesia Vegetarian Society (IVS), setiap tahun pertumbuhan komunitas vegetarian dan vegan mencapai angka dua digit.

''Tren vegetarian dan vegan semakin hari semakin besar. Di tingkat global ada gerakan Senin Tanpa Daging, Green Monday, Green Eating, Clean Eating, dan lain-lain, yang semuanya menandakan hadirnya revolusi vegan berbasis nabati,'' kata Head of Public Relation IVS, Karim Taslim, di Jakarta, Selasa (27/3).

Bagi para vegetarian, salah satu kendala ketika berwisata adalah menemukan restoran yang menyediakan makanan khusus vegetarian. Namun, baru-baru ini sebuah survei yang dilakukan oleh situs perjalanan Oliver's Travels menunjukkan bahwa Indonesia masuk ke dalam 20 besar negara yang ramah bagi para vegetarian. Dengan masuknya Indonesia ke dalam 20 besar negara ramah bagi para vegetarian, memberi dampak positif terhadap pariwisata Indonesia.

Deputi bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana menyebut, wisatawan dari komunitas vegetarian-vegan di Indonesia dan mancanegara semakin banyak dan terus berkembang, sehingga mendorong tumbuhnya rumah makan vegetarian dan vegan yang kini telah menjamur di berbagai kota dan daerah di Indonesia. ''Dari laporan Indonesia Vegetarian Society (IVS), tercatat lebih dari seribuan rumah makan vegetarian dan vegan, baik yang berskala besar (restoran) hingga warung kaki lima tersebar di 34 provinsi Indonesia,'' tandasnya.

Bahkan, banyak rumah makan yang non-vegetarian dan vegan kini juga menyediakan menu khusus vegetarian, termasuk hotel-hotel, tempat wisata, maskapai penerbangan, rumah sakit, hingga kantin sekolah. ''Saya melihat segmen wisatawan vegetarian sangat tinggi. Misalnya turis India, 80 persen vegetarian. Wisman India ke Indonesia tahun kemarin 480 ribu, artinya sekitar 400 ribu perlu pelayanan vegetarian,'' katanya.

Di sisi lain, Sekjen IVS Susianto mengatakan, Vegan Culinary Festival 2018 yang baru saja berlangsung di Central Park ini menjadi media untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang pola makan yang sehat terutama dari bahan makanan kacang-kacangan, sebagaimana yang dideklarasikan oleh Majelis Umum PBB Tahun 2016 sebagai Tahun Internasional Kacang-kacangan. ''Melalui kegiatan festival vegan internasional ini, kita ingin memperkenalkan pola makan yang sehat dan mengampanyekan gaya hidup yang ramah lingkungan, yakni beralih ke pangan nabati,'' tukasnya.

Rangkaian kegiatan Earth Day Vegan Festival & Forum 2018 itu menghadirkan 168 macam makanan nabati. Diantaranya pempek vegan, baso vegan, sate vegan, dan rendang vegan. Susianto mengungkapkan, pelaku diet vegetarian atau bahkan vegan tidak perlu khawatir akan kekurangan gizi sepanjang diet yang dilakukan terencana dengan baik.

''Diet berbasis bahan pangan nabati sepanjang dilakukan secara terencana tidak akan kekurangan gizi. Para ilmuwan telah mengamati bahwa orang-orang yang mengonsumsi diet vegetarian atau vegan yang direncanakan dengan baik (well-planned vegetarian) selalu mampu menurunkan laju kematian akibat penyakit-penyakit degeneratif tersebut di atas dan bahkan dapat hidup lebih panjang umur,'' jelasnya.

Dia mengakui sampai saat ini masih banyak orang yang mengkhawatirkan diet vegan/vegetarian berpotensi akan kekurangan gizi seperti zat besi (Fe) dan vitamin B12 yang akan menyebabkan anemia. Selain itu kekhawatiran kekurangan kalsium (Ca) yang akan menyebabkan osteoporosis atau kekurangan protein yang akan menghambat pertumbuhan terutama pada anak-anak. ''Faktanya daging yang selama ini dipercaya memberikan protein bermutu tinggi, namun ternyata kedelai mengandung protein 34 persen jauh lebih tinggi dan mutunya setara dengan daging yang hanya mengandung 9-25 persen protein,'' tuturnya.

Dia menambahkan, daging selain memberikan protein, zat besi, seng (Zn) dan vitamin B12, namun juga mengandung kolesterol dan lemak jenuh. Para vegetarian/vegan dapat mencari pengganti yang sesuai untuk daging. Sedangkan pemakan daging tidak mempunyai substitusi yang cukup termasuk pil suplemen antioksidan untuk menggantikan sayur dan buah berdasarkan riset American Dietetic Association pada 2003.

Pihaknya mencatat riset ADA dan Dietitians of Canada pada 1999 dan 2003 menyatakan bahwa diet vegan yang direncanakan dengan tepat adalah sehat, cukup gizi makro dan mikro serta memberikan keuntungan bagi kesehatan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit tertentu termasuk penyakit degeneratif. ''Jadi diet vegan cocok untuk semua kelompok umur mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia,'' tambahnya.

Lembaga nirlaba bidang kesehatan The Physician Committee for Responsible Medicine (PCRM) yang berkantor pusat di Washington DC Amerika Serikat pada 1991 memperkenalkan The New Four Food Group (kelompok empat sehat baru) untuk merevisi the basic four food group (kelompok empat sehat lama) yang telah diperkenalkan sejak tahun 1956. Kelompok empat sehat baru ini terdiri dari lebih dari lima posi biji-bijian, dua atau lebih posi kacang-kacangan, sayuran dengan jumlah lebih dari empat porsi, dan buah-buahan lebih dari tiga porsi.

''Kata kuncinya adalah variasi makanan, sebagai contoh untuk memenuhi kebutuhan asam amino esensial dari makanan nabati atau vegan adalah dengan kombinasi beras atau jagung dengan kedelai dan produk olahannya,'' tukasnya. Pada kedelai rendah metionin tapi tinggi lisin, sedangkan beras atau jagung tinggi metionin dan rendah lisin. Sayur dan buah mengandung banyak vitamin, mineral, antioksidan, serat, fitokimia seperti isoflavon, likofen, dan lainnya yang dapat mencegah kanker, jantung, dan penyakit degeneratif lainnya. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

Mengetahui Manfaat Daun Kelor

Kesehatan

IKLAN