Jumat, 14 Desember 2018 07:37 WIB

Jakarta Raya

Pasokan Pangan Utamakan Produksi Lokal

Redaktur:

KOORDINASI - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, untuk membahas ketersediaan pangan jelang Ramadhan 1436 H, Rabu (28/3). Foto. JOESVICAR IQBAL/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ketersediaan bahan pangan pokok jelang Ramadhan 1436 H, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dan juga Kementerian Pertanian (Kementan). Kedua instansi ini pun semakin intensif menjalin koordinasi, di sisa waktu yang tinggal satu bulan sebelum memasuki bulan suci.

“Kami yakin tahun ini lebih baik dari tahun lalu, dan tidak ada keluhan berkaitan kebutuhan pokok,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, saat menghadiri MoU ketersediaan bahan pangan pokok Ramadhan, antara Pemprov DKI dan Kementan, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (28/3).

Sandiaga juga mengapresiasi Kementan, dibawah arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, karena sejauh ini semua persoalan pangan di ibu kota bisa tertangani. Pemprov DKI juga berkomitmen agar bahan pokok kebutuhan masyarakat di Jakarta, bukan hasil impor, akan tetapi produksi lokal dari daerah-daerah penyangga sekitar ibu kota. “Bukan anti impor, namun ini optimalisasi produksi petani kita,” kata Sandiaga.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, saat ini kondisi pasar stabil, bahkan pasokan beras di PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang) meningkat. Jumlah stoknya hingga saat ini di PIBC mencapai 40.000 ton, di atas batas kebutuhan yang 25.000 ton. Sedangkan, pasokan harian juga melebihi batas distribusi harian, yakni 3.000 hingga 4.000 ton setiap hari.

“Tidak hanya itu, pekan lalu distribusi bisa mencapai 6.000 ton. Itu sebuah hal yang spetakuler,” terangnya.

Mentan menambahkan, penanganan rantai pasokan tetap menjadi fokus utama. Pihaknya tetap memastikan rantai pasokan ini terkendali, dan tidak merugikan petani, pedagang serta konsumen. “Semua bisa tersenyum karena kendala pada rantai pasok akan mengakibatkan instablitas harga. Kami juga membebaskan BUMD Pasar maupun Pangan Provinsi DKI, untuk melakukan akselerasi sesuai kebutuhan, saya yakin wagub (Sandiaga Uno) ini piawai dan ahlinya pasar,” jelas Amran.

Sementara itu, ketua Asosiasi Penggilingan Padi yang juga pedagang beras, Nelis, mengungkapkan, sampai pekan ini pasokan beras di PIBC terus meningkat dan harganya turun rata-rata Rp 1.000 per kilogram. Untuk semua jenis beras medium, harganya Rp 8.500 hingga Rp 8.600 per kilogram. “Kondisi ini sangat stabil, sedang pasokan akan terus bertambah, mengingat daerah Jawa Timur akan memasuki masa panen puncak,” ucap dia.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Food Station DKI Arif, memastikan beras yang beredar di PIBC, murni produksi beras nasional. “Kami tidak ada menyimpan beras impor, semua produksi petani bahkan kemungkinan stok beras impor bulog tidak masuk PIBC,” tandasnya.. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ramadhan #pemprov-dki #kementan 

Berita Terkait

IKLAN