Sabtu, 17 November 2018 10:37 WIB
pmk

Nusantara

Wah Gawat Kukar Darurat Banjir, 13.265 Jiwa Sengsara

Redaktur:

DARI ATAS- Suasana banjir di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kukar Kaltim). Foto Kaltim Post/jpg

INDOPOS.CO.ID – Banjir di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kukar Kaltim) kian mengkhawatirkan. Plt Bupati Kukar Edi Damansyah akhirnya menetapkan bencana di Kecamatan Loa Kulu itu sudah masuk kategori darurat. Hal itu ditandai dengan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat yang diterbitkan Edi, Rabu (28/3).

Sekkab Kukar Marli mengatakan, penanganan banjir di Kukar akan dilakukan lebih serius lagi. Diharapkan, dengan adanya SK tanggap darurat tersebut bisa mendapat bantuan dari APBN.

Menurutnya, dari hasil rapat internal sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Kukar, indikator darurat bencana telah terpenuhi. Misalnya, banyak warga yang mengungsi. Selain itu, kerugian materiel juga telah bermunculan. Keramba yang hanyut serta 815 hektare lahan persawahan terendam. Kondisi itu membuat petani gagal panen. “Adanya SK ini juga sebagai dasar menggunakan anggaran tanggap darurat,” jelasnya.

Kemarin, kata dia, SK tersebut akan dikirim ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta. ”Di APBN memang ada porsi anggaran tanggap darurat. Mudahan ini bisa membantu para korban bencana banjir,” ujar Marli.

Pemkab kini memfokuskan penanganan banjir di Kecamatan Loa Kulu. Terutama di Desa Sungai Payang, Desa Jembayan Tengah, Desa Jembayan Dalam, Desa Jembayan, Desa Lung Anai, dan Desa Jonggon Desa. Sebelumnya, banjir juga menerjang Kecamatan Tenggarong, Kecamatan Muara Kaman, Kecamatan Kota Bangun, Kecamatan Loa Janan, dan Kecamatan Muara Wis. Namun kemarin, banjir di lima kecamatan tersebut berangsur surut.

Marli menyebut, ketinggian banjir di enam desa di Loa Kulu bervariatif. Namun, yang terparah berada di Desa Jembayan Dalam, Desa Jembayan Tengah, Desa Jembayan, dan Desa Sungai Payang. Ketinggian air masih mencapai sekitar 1,5 meter sampai 2 meter. Sehingga rumah warga masih terendam.

Selain merendam sawah seluas 815 hektare, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kukar, akibat banjir di kabupaten itu menyengsarakan sekitar 4.133 kepala keluarga (KK) dengan 13.265 jiwa. Diperkirakan, dari belasan ribu korban tersebut, ada ribuan rumah yang terendam banjir.

Dia menyebut, hal lain yang dikhawatirkan adalah ujian nasional (UN) yang sebentar lagi akan digelar. Apalagi dari laporan yang dia terima, terdapat sejumlah sekolah di Loa Kulu masih terendam banjir. Banjir tersebut tentu bisa mengancam pelaksanaan UN. “Saya belum tahu persis berapa sekolah yang terendam,” ucapnya.

Adapun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merilis jadwal UN. Untuk SMK digelar pada 2–5 April 2018. Sedangkan jenjang SMA/MA digelar pada 9–12 April 2018. Sementara, jenjang SMP/MTs akan dilaksanakan pada 23–26 April 2018.

Marli menjelaskan, dia sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar untuk mencari solusi, bilamana sekolah-sekolah di Loa Kulu masih terendam banjir saat pelaksanaan UN. Solusi yang dibahas adalah para pelajar yang menjadi peserta UN akan diungsikan ke sekolah terdekat.

”Kami juga sedang menginventarisasi kerugian, baik sekolah, warga, maupun infrastruktur lainnya. Sehingga selanjutnya bisa dianggarkan kebutuhan perbaikan. Seperti jalan yang rusak akibat banjir dan sebagainya,” paparnya.

Dua hari lalu, awak Kaltim Post mendatangi sejumlah desa yang terdampak banjir. Salah satunya di Desa Sungai Payang. Di sana terdapat posko pengungsian dan dapur umum bagi warga korban banjir. Sebagian warga juga tampak membangun sendiri tenda darurat.

Tenda yang terbuat dari terpal tanpa dinding itu tampak memprihatinkan. Hampir seluruh sisi tenda terisi oleh barang serta warga yang mengungsi. Jika terjadi hujan deras disertai angin kencang, mereka bakal terkena imbasnya.

Meski keperluan makan cukup tersedia dari dapur umum yang dibuat Dinas Sosial Kaltim, namun keperluan air bersih dianggap masih kurang. Untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), warga akhirnya menggunakan air banjir tersebut.

Selain rentan terkena penyakit, air yang digunakan kondisinya jauh dari layak lantaran berbau dan berwarna keruh. “Untuk air minum ada disediakan dari bantuan-bantuan. Tapi kalau untuk MCK, pakai air banjir dulu,” beber Edi Amin, korban banjir asal Desa Sungai Payang.

Yang tak kalah memprihatinkan, tak sedikit warga yang kesulitan buang air. Mereka terpaksa mencari semak-semak atau rawa yang jauh dari permukiman warga. Kondisi ini terpaksa dilakukan lantaran belum tersedianya tempat MCK darurat oleh pemerintah.

Amin mengatakan, kini buangan air mengalir ke sejumlah desa yang posisinya lebih rendah. Seperti di Desa Jembayan Dalam, Jembayan Tengah, dan Jembayan. “Air memang mulai surut di sejumlah kawasan. Tapi, warga masih khawatir hujan deras kembali turun. Banjir yang lebih besar bakal datang,” bebernya.

Diwartakan sebelumnya, banjir di Kukar meluas, Senin (26/3). Tak hanya di Kecamatan Loa Kulu, banjir juga terjadi di lima kecamatan lain. Kecamatan Muara Kaman, Kota Bangun, Muara Wis, Tenggarong, dan Loa Janan. Ribuan rumah warga pun terendam.

Dari informasi yang dikumpulkan Kaltim Post, di Muara Wis, tiga sekolah terpaksa harus diliburkan karena ruang belajar terendam banjir. Tak hanya sekolah yang diterjang banjir, akses menuju sekolah juga terendam dengan ketinggian air mencapai 1-2 meter. Terlebih, rumah para pelajar yang terendam, membuat mereka kesulitan beraktivitas. Tiga sekolah di Muara Wis yang diterjang banjir itu antara lain SD 003, SMP 2, dan SMP 4.

Banjir di Kecamatan Loa Kulu juga merendam bangunan SD 012 di Desa Jembayan Dalam. Sedangkan di Kecamatan Muara Kaman, banjir terjadi di Desa Lebaho Ulaq. Di kawasan ini, banjir merendam 264 rumah warga, satu bangunan SMA, dan satu bangunan SD. Sawah para petani juga ikut terendam banjir. (qi/rom/k11/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #banjir 

Berita Terkait

Lebak Terancam Banjir dan Longsor

Banten Raya

Hujan Petir, Waspada Banjir

Headline

Hujan Seharian, Tiga Kecamatan Diterjang Banjir

Headline

Warga Cipinang Melayu Minta Dibuatkan Tanggul

Jakarta Raya

DPRD Tagih Janji Pemkot Tangani Banjir

Banten Raya

Tujuh Titik Banjir Belum Teratasi

Banten Raya

IKLAN