Selasa, 20 November 2018 05:35 WIB
pmk

Wanita

Ladies, Gatal di Miss V Berisiko Fatal Lho

Redaktur:

Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RS Pondok Indah-Puri Indah dr Grace Valentine, SpOG. Foto: Dewi Maryani/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Ladies, apa Anda sering merasakan gatal atau nyeri di bagian organ intim? Jika ya, bisa jadi Anda menderita vaginitis atau peradangan pada vagina. 

Kondisi ini bisa disebabkan infeksi jamur, virus, maupun bakteri. Spesialis obstetri dan ginekologi RS Pondok Indah-Puri Indah dr Grace Valentine, SpOG mengatakan, tiga dari empat wanita mengalami vaginitis, tanpa mereka sadari.  

''Ada beberapa infeksi vaginitis yang paling sering diidap kaum hawa. Antara lain, infeksi trichomonas vaginalis, bakteri vaginosis hingga virus herpes, hingga human papilomavirus (HPV)," jelasnya di kawasan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (29/3) lalu.

Menurutnya, faktor yang paling mempengaruhi keseimbangan bakteri di vagina, antara lain penggunaan antibiotik yang tak tepat, hubungan seksual, dan kondisi hamil, menyusui, atau menopause. Gejala dari setiap penyebab infeksi pun berbeda. 

Lebih jauh dia menjabarkan, jika vaginitis disebabkan oleh infeksi jamur, maka biasanya perempuan akan menemukan keputihan bergumpal yang terasa gatal di organ miss V. Sementara infeksi trichomonas vaginalis biasa ditandai dengan keluarnya cairan kuning atau hijau yang berbau amis dan memicu rasa perih. 

''Kalau infeksi bakteri vaginosis biasanya gejalanya muncul cairan putih hingga hijau yang baunya amis,'' bebernya. Virus Herpes simpleks dapat menyebabkan munculnya sariawan di bibir vagina. 

Dan jika alami keputihan bercampur dengan darah atau mengalami keputihan yang cukup lama, lanjut dia, perempuan harus waspada. Sebab, bisa jadi tanda kanker serviks yang disebabkan oleh human papilomavirus (HPV).

Maka itu, dia menyarankan, agar menjaga kebersihan di daerah kewanitaan menjadi hal yang utama. Dia menyarankan para wanita untuk benar-benar memperhatikan kebersihan.

Sehingga, jika ada gejala-gejala yang tidak normal bisa segera dikonsultasikan ke dokter. Salah satu upaya untuk menjaga kebersihan organ intim adalah dengan menjaga vagina tetap bersih dan kering. 

''Selain itu selalu bersihkan vagina dari depan ke belakang untuk mencegah berpindahnya bakteri dari bagian anus. Pakai pakaian dalam yang menyerap keringat dan lakukan seks yang aman. Mencegah akan lebih baik daripada mengobati,'' sarannya.

Selama ini, banyak wanita yang hanya merawat atau membersihkan vaginanya dari luar saja. Hal tersebut sebenarnya baik, namun membersihkan vagina bagian luar saja belum cukup untuk mencegah dari berbagai macam gangguan yang bisa datang kapan saja.

Satu-satunya cara agar pencegahan tersebut dapat dimaksimalkan adalah dengan membersihkan bagian dalamnya juga. Dengan begitu, maka proses perawatan akan seimbang, antara luar dan dalam. 

Bisa juga dengan menggunakan perawatan tradisional seperti ratus. Perawatan itu berfungsi membersihkan organ kewanitaan agar harum dan tentu saja bersih.

Pengusaha Gaya SPA Wellness Agnes Lourda Hutagalung pernah menyebut, bahwa perawatan etno spa bisa dipilih untuk merawat kecantikan dan untuk kesehatan. "Di masing-masing daerah punya ciri khas spa dengan manfaat yang menakjubkan. Salah satunya metode ratus yang bahan-bahan alaminya asli dari Indoensia,” ungkapnya terpisah, belum lama ini. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan #wanita 

Berita Terkait

Bayi Prematur Juga Bisa Tumbuh Optimal

Internasional

Jangan Biarkan Kanker Meredupkan Mimpi

Jakarta Raya

Hampir Capai Seratus Persen

Jakarta Raya

Anak Sering Mual dan Muntah, Waspadai Ginjal

Jakarta Raya

Radang Sebabkan Gigi Cepat Ompong

Jakarta Raya

Kuncinya, Gizi Seimbang Ditambah Susu

Jakarta Raya

IKLAN