Jumat, 20 Juli 2018 06:23 WIB
BJB JULI V 2

Fashion

Fashionpreneur, Bisnis Anak Muda Zaman Now

Redaktur:

NGOBROLIN MODE-Para pemenang Wardah Fashion Award menceritakan pengalamannya mengikuti kompetisi tersebut. Foto: Iwan Tri Wahyudi/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Wardah Fashion Award (WFA) baru saja melahirkan para juara. Adalah Elsa, Magfirah Maulani, dan Juliane Lieyanto yang berhasil menjadi juara dalam kompetisi tersebut.

WFA merupakan ajang pecarian talenta terbaik fashion desainer muda Indonesia yang telah dimulai sejak tahun 2016. Tidak hanya menyelenggarakan kompetisi, WFA juga memberikan pembekalan kepada para finalis dalam mengembangkan diri pada proses penciptaan sebuah karya mode.

Berbagai pelatihan diberikan, mulai dari rancangan koleksi, perencanaan bisnis, branding strategy, panggung fashion show, perjalanan inspirasi, hingga mempersiapkan mereka menjadi fashionpreneur. ''Saya sangat senang dapat terpilih menjadi pemenang pertama dari program WFA 2017. Disini saya mendapat banyak pengalaman berharga, misalnya berani untuk mempresentasikan karya yang saya buat dan memperagakannya dipanggung mode bergengsi,'' ujar Elsa di Jakarta Convention Center (JCC), Jaksel, Jumat (30/3) lalu.

Tidak hanya itu, perjalanan mencari inspirasi dan belajar mengenal panggung fashion internasional ke Korea Selatan bersama Wardah semakin menjadi inspirasi baginya untuk berkarya di babak penjurian. Dia awalnya mengaku tidak terlalu tertarik dengan dunia fashion, melainkan lebih suka industri film. 

''Tapi saya memang sudah lama ngefans dengan desainer Rani Hatta yang terkenal dengan berbagai karya outernya,'' kata perempuan 22 tahun ini. Karena terinspirasi dari idolanya, dia pun banyak bemain di outer dan koleksinya lebih bersifat unisex. Sasarannya konsumen usia 16-25 tahun. 

Rencananya, usai gelaran WFA 2017 ini, Elsa akan membuat brand yang bergaya muda dan casual. Sementara itu, dalam Wardah Fashion Talkshow "How To Build Your Own Fashion Brand" juga menghadirkan pembicara Barli Asmara sebagai fashion desainer kebanggaan Indonesia sekaligus juri dan mentor pada WFA 2017. 

Barli mengungkapkan, ada beberapa hal utama yang harus dilakukan bagi para pemain pemula, jika ingin membangun sebuah brand fashion sendiri. Pertama, jangan khawatir soal modal. 

''Bikin sesuatu dari modal kita sendiri. Misal punya modal Rp10 juta, oke mau bikin brand hijab. Ya udah bikin 100 hijabnya, bikin print labelnya langsung di hijab misalnya. Jadi nggak perlu bordir di bagian jilbabnya lagi dan buat packaging yang menarik. Kedua, getol lakukan promosi terutama promosi mulut ke mulut. Produknya hijab nih, ya dekati komunitas hijab. Jangan malu jangan ragu lakukan promosi mouth to mouth ini,'' sarannya.

Kemudian, lanjutnya, tentukan produk apa yang benar-benar ingin dijual setelah melihat keinginan dan kebutuhan pasar. Sebab, di era fast fashion seperti sekarang, yang terpenting adalah bisa membaca selera dan keinginan pasar, bukan lagi soal mewujudkan karya idealis semata. 

Serta, kata Barli, pintar-pintar memanfaatkan kecanggihan teknologi dan kencangnya arus sosial media di era digital ini. ''Untuk pemula, jangan dulu deh idealis, rugi. Nggak ada waktu deh untuk idealis," ucapnya.

Sementara itu, pemanfaatan kecanggihan teknologi dan kencangnya arus sosial media harus bisa dimanfaatkan maksimal. Sebagai fashion enterpreneur yang baru ingin membangun fashion brand, Barli menyarankan harus pintar melakukan promosi dari sisi engagement dari media sosial. 

''Manfaatkan kemajuan teknologi, arus media sosial dan acara-acara bazaar seperti ini. Nggak usah lah buat toko offline, sayang banget. Sekarang online saja,'' pungkasnya. (dew)


TOPIK BERITA TERKAIT: #fashionpreneur #zaman-now 

Berita Terkait

IKLAN