Rabu, 26 September 2018 02:07 WIB
pmk

Indobisnis

Patut Bangga, Perkenalan Inovasi 5G Pertama ke Indonesia

Redaktur: Redjo Prahananda

BERSAMA: Penandatanganan MoU di MWC 2018 di sela-sela acara ZTE Leading 5G Tour 2018 hari ini di Four Seasons Hotel, Jakarta (2/4).

INDOPOS.CO.ID - Sebagai perusahaan no.1 di dunia yang memiliki 4.123 paten telekomunikasi di tahun 2016, ZTE menghelat Leading 5G Tour 2018. Dalam acara ini, Indonesia adalah pilihan pertama dari negara lainnya di Asia.

Mengusung tema berbagai inovasi teknologi 5G yang diluncurkan di Mobile World Congres 2018 Barcelona, Spanyol, solusi baru ini menandai kepemimpinan ZTE dalam Komersialisasi Solusi 5G.

Dengan mitra tersebar di lebih dari 20 operator telekomunikasi di dunia, termasuk China Mobile, China Unicom, China Telecom, T-Mobile, Wind Tre di Italia, Telenet di Belgia, VEON, U Mobile di Malaysia dan KT di Korea Selatan, ZTE bermitra dengan grup Ooredoo untuk merintis komersialisasi 5G di MENA, sudah diresmikan melalui penandatanganan MoU di MWC 2018.

Benjamin Bai selaku Marketing Director ZTE Indonesia mengatakan, untuk kemitraan lainnya adalah Red Hat, pemimpin di komunitas OpenStack dan juga usaha untuk menyediakan solusi OpenStack siap pakai untuk pelanggan di seluruh dunia.

Solusi VNF dari ZTE sudah mendapatkan sertifikasi Red Hat OpenStack Platform, memberikan alternatif solusi bagi para operator telko.

“Meningkatkan kemampuan LTE dan juga merintis jalan ke 5G, menjembatani dua teknologi ini agar mampu memberikan layanan baru. Pre5G mampu memberi pengalaman didukung jaringan 4G UE yang lama,” terang dia kepada Media di ruangan Kirana, Four Seasons Hotel bilangan Jend. Gatot Subroto, Jakarta (2/4).

Dia menjelaskan, keuntungan dari penggunaan Pre5G antara lain dapat memberikan lebar data selular melampaui kecepatan Gbps untuk layanan jenis eMBB, menurunkan OPEX jaringan dan memastikan evolusi  mulus ke 5G menggunakan solusi core tervirtualisasi dan cloud RAN.

“Pre5G sekaligus membantu operator menyediakan layanan serupa dengan 5G,” dia membeberkan

Dengan menjadikan pengalaman pengguna faktor utama kesuksesan di pasar layanan video, ZTE meluncurkan solusi Big Video dapat menjadi jawaban atas kecepatan unduh lambat, atau latensi tinggi menjadi keluhan sebagian orang.

 Solusi baru ZTE ini meliputi MEC CDN bisa mempercepat unduh, dengan mempertahankan latensi rendah. “Arsitektur Internet baru berdasar ICN/CCN akan mampu menangani informasi dan koneksi yang berlebih dan solusi Cloud STB menjamin peningkatan layanan serta menghemat TCO bagi operator,” dia menuturkan.

“Senang bisa membawa inovasi pertama di dunia ini ke Indonesia, karena membantu para mitra telko kami membangun jaringan lebih baik dan dengan harapan dapat terus bermitra dengan operator telekomunikasi di Indonesia untuk membawa teknologi jaringan mereka ke tingkat lanjut.” (ays)


TOPIK BERITA TERKAIT: #teknologi 

Berita Terkait

IKLAN