Rilis April, Kemenag Minta PPIU Segera Daftar SIPATUH

INDOPOS.CO.ID – Kementerian Agama tengah mengembangkan Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SIPATUH). Sistem layanan berbasis elektronik yang diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah dan haji khusus ini akan dirilis pada pertengahan April 2018 oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim meminta para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk segera login.“SIPATUH segera dirilis. Semua PPIU wajib login atau akan menerima sanksi,” terang Arfi Hatim di Jakarta, Senin (02/04).

Dalam mekanisme login, pimpinan PPIU diminta mengambil user ID dan password. Pengambilan user ID dan password dilakukan dengan datang langsung ke Subdit Pemantauan dan Pengawasab Umrah dan Haji Khusus, Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus, Kantor Kemenag Jakarta.“User ID dan Password harus diambil langsung oleh pimpinan PPIU, tidak bisa diwakilkan,” tegas Arfi.

Menurut Arfi, proses pengambilan user ID dan password sudah dibuka sejak 27 Maret 2018. Pihaknya telah berkirim surat kepada PPIU yang terdaftar di Kemenag melalui email sesuai alamat masing-masing. Pengambilan User ID dan Pasword mulai 10 April 2018 pada jam kerja.

“Sampai hari ini baru 68 PPIU sudah mengambil user ID dan Password. Bagi tidak mengambil, bakal mendapat sanksi. Yang pasti, PPIU tidak akan terdaftar dalam SIPATUH. Pengambilan user ID dan password secara langsung juga dimaksudkan untuk memperbaharui beberapa data PPIU.”

Arfi menambahkan, SIPATUH dikembangkan dalam rangka memperkuat pengawasan penyelenggaraan umrah di Indonesia dan perluasan cakupan pengawasan sejak pendaftaran sampai kepulangan. Sistem ini memuat sejumlah informasi, antara lain: pendaftaran jemaah umrah; paket perjalanan yang ditawarkan PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah); harga paket; pemantauan penyediaan tiket yang terintegrasi dengan maskapai penerbangan; dan pemantauan akomodasi yang terintegrasi dengan sistem muassasah di Arab Saudi.

Baca Juga :

Membedah Polemik Sertifikasi Ulama ala Kemenag

Selain itu, SIPATUH memuat alur pemesanan visa yang terintegrasi dengan Kedutaan Besar Saudi Arabia dan Validasi identitas jemaah yang terintegrasi dengan Dukcapil. Kemudian Pemantauan keberangkatan dan kepulangan yang terintegrasi dengan Imigrasi juga termuat dalam Sistem berbasis aplikasi dan website

Selain itu, Arfi menjelaskan melalu SIPATUH, jemaah akan memperoleh nomor registrasi pendaftaran sebagai bukti proses pendaftaran yang dilakukan sesuai peraturan. Artinya, proses akhir pendaftaran adalah keluarnya nomor registrasi umrah. “Dengan nomor registrasi ini, jemaah dapat memantau proses persiapan keberangkatan yang dilakukan oleh PPIU, mulai dari pengadaan tiket, pemesanan akomodasi, hingga penerbitan visa,” pungkasnya. (cr-1)

Komentar telah ditutup.