Selasa, 13 November 2018 11:25 WIB
pmk

Indotainment

Raffi Ahmad Makin Seriusi Bisnis Film

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID – Raffi Ahmad boleh dibilang pegiat hiburan Indonesia serba bisa. Sukses menjadi pesinetron, presenter, kini ia banting setir menjadi produser film. Tak tanggung-tanggung, ia serius menjalani profesi barunya ini.

Hal ini terlihat dari dua karya yang sudah ia keluarkan. Yakni Rafathar The Movie di 2017 lalu, dan kini yang terbaru, The Secret: Suster Ngesot Urban Legend di 2018 .

“Sebenarnya cita-cita saya awalnya adalah aktor. Cuma dulukan memang sudah main film, tiba-tiba terjun menjadi presenter acara music Dahsyat, ya sudah deh kecemplung terus. Sekarang diseriusin menjadi produser. Di belakang layar,” ujar Raffi ketika datang berkunjung bersama sang istri, Nagita Slavina mempromosikan film terbarunya ini di dapur redaksi INDOPOS di kawasan Ke¬bayoran Lama, Senin (2/4) kemarin.

Pertama kali memproduseri film horror dengan menghadirkan sajian dengan nuansa mencekam yang berbeda, Raffi mengaku tidak ada kendala berarti. Karena sebelumnya, lima tahun sebelumnya, ia sudah banyak belajar dari para produser dan direktur film tersohor negeri ini.

“Dulu pernah menciptakan film pendek bersama Garin Nugroho. Cuma nggak ter update karena memang gua terlibat di depan layar juga,” ungkap ayah dari Rafathar ini.

Serius terhadap profesinya ini, Raffi mengungkapkan, tahun ini dan di 2019 mendatang, ia akan membuat sekitar 8 film. Tiga diantaranya bergenre film horror. “Emang dari dulu gua senang bikin cerita-cerita sebenarnya,” ujarnya.

Bekerja sebagai produser, Raffi menyebutkan 90 persen ia terlibat dalam proses pembuatan filmnya. Mulai dari proses kreatif, sokongan dana, ide penulisan skenario, hingga desain produksi dan hasil akhir hingga film diterima di kalangan masyarakat, ia turun sendiri.

“Khusus untuk film Suster Ngesot yang diangkat dari legenda masyarakat ini, saya menggunakan RA Pictures. 90 persen itu rumah produksi saya tanpa ada campur tangan Gigi (Nagita,red). Nah kalau di RNR, untuk film Rafathar, saya bekerjasama dengan Gigi,” tutup Raffi yang mengaku peka dalam melihat pangsa pasar dunia hiburan dan perfilman Indonesia ke depan.

Film ini sendiri mengisahkan seorang gadis bernama Kanaya yang kuliah di Australia. Saat pulang ke Indonesia, ia mendapati kenyataan bahwa ayahnya telah menikah lagi dengan perempuan yang usianya tidak jauh darinya. Merasa tak terima, ayahnya menikah lagi, ia pun melarikan diri dari rumah.

Di perjalanan, Kanaya mengalami kecelakaan. Ia pun dilarikan ke rumah sakit. Setelah sadar, ia mengingat, dalam tabrakan itu, ia merasa menabrak seseorang. Dari situlah berbagai terror dimulai. Ia mulai tak sadarkan diri, dan kerap kali suster ngesot menggang-gunya. Meski begitu, Tedi, sang pacar mengungkapkan bahwa itu halusinasi Kanaya saja. Namun Kanaya, yakin sekali bahwa apa yang ia alami itu adalah nyata.

“Di film ini, Kanaya diperankan Nagita Slavina. Ini menjadi pertanda bahwa ia kembali ke industri film horor setelah 15 tahun nggak terlibat,” ujar Raffi.

Di film ini, Raffi bertindak sebagai produser. Menurutnya, latar belakang pemilihan alur dan ceritanya ini murni dari kreatifitas penulis dan Raffi sendiri.

“Benang merah di film ini, centernya ada di Kanaya yang diperankan Nagita. Ini bukan murni horror, tapi lebih ada ke drama, dan love story, serta cerita suster yang memang diangkat dari urban legend,” jelas Raffi.

Film ini sendiri diproduksi RA Pictures. Meski judulnya ada mengangkat suster ngesot, tapi Raffi mengklaim bahwa film ini bukan remake dari film berjudul sama beberapa tahun sebelumnya. “Film ini kami sesuaikan ke zaman sekarang. Film ini, kami mencoba membumi. Dimana semua usia bisa menikmatinya,” ungkapnya.

Film ini sendiri menghadirkan beberapa bintang besar di Indonesia, seperti Roy Marten, Tyas Mirasih, Marshanda, dan bintang lainnya. “Untuk proses syutingnya sendiri, ada banyak tempat, seperti di Sentul, di Puncak juga ada” jelas Raffi.

Sementara itu, Nagita Slavina mengungkapkan, saat menjalani proses syuting menjadi seorang Kanaya, ia mengaku tidak mengalami kesulitan tersendiri. Hanya saja, saat syuting, sempat beradu acting dengan artis cilik bernama Kanaya yang juga indigo, ia sempat mengalami penyesuaian waktu dan tempat. “ Tidak ada masalah berarti sih. Dia anaknya diam sih, banyak adegannya sama aku, kalau wajahnya udah agak aneh-aneh, biasanya kita berhenti, menyesuaikan waktunya saja,” jelasnya.

Menjanjikan jalan cerita dengan nilai moral tentang kekeluargaan, Raffi berjanji film ini ia menyajikan film horror yang berbeda dari film horror kebanyakan.

“Harapannya kami berharap yang terbaik, maunya ditonton sebanyak-banyaknya. Tapi realistis saja deh, semoga dapat diterima seluruh khalayak Indonesia,” ungkap Raffi. (cha)


TOPIK BERITA TERKAIT: #raffi-ahmad #film 

Berita Terkait

Drama dengan tema Azab Warnai Program ANTV

Indotainment

Lima Film Dokumenter Jadi Inspirasi

Indotainment

Akting di Film Horor, Ayu Disupport Depe dan Zaskia

Indotainment

IKLAN