Ekonomi

Pelabuhan Tanjung Priok jadi Percontohan Dwelling Time

Redaktur: Redjo Prahananda
Pelabuhan Tanjung Priok jadi Percontohan Dwelling Time - Ekonomi

Foto : Jawa Pos

INDOPOS.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut Pelabuhan Tanjung Priok merupakan percontohan Dwelling time di Indonesia. Sebab dari Pelabuhan tersebut terdapat 50 persen kegiatan ekspor dan impor di negeri ini. 

Apalagi pada pelabuhan Tanjung Priok mempunyai waktu rata-rata peti kemas yang cukup singkat yakni tiga hari. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Forum Logistic di di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Selasa (3/4).

Budi mengungkapkan pesan Presiden Joko Widodo yang selalu mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan salah satunya melalui peningkatan ekspor dan investasi, untuk itu pengelola di Indonesia harus terus berelaborasi dengan stakeholder untuk meningkatkan kinerja pelabuhan yang ada. Sehingga produktivitas atau murahnya suatu pelabuhan maka itulah menjadi suatu hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan ekspor.

”Presiden selalu mengatakan untuk pertumbuhan itu adalah ekspor dan investasi, bicara tentang suatu produktivitas atau murahnya suatu pelabuhan maka itulah menjadi suatu hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan ekspor,” ujarnya

Tetapi masalah yang harus dihadapi Kementrian Peruhubungan adalah masih banyaknya barang yang overstay di pelabuhan tanjung Priok akan membuat kegiatan ekspor terkendala. 

Saat ini, masih ada 30 persen masih barang petikemas yang masih menumpuk disana. Padahal, biaya pada barang tersebut dikenakan tariff progresif sehingga ini akan mempengaruhi banyak hal dalam sector tempat, kinerja pelabuhan dan ekonomi barang. (cr-1) 

 

Berita Terkait


Baca Juga !.