Kamis, 18 Oktober 2018 06:05 WIB
pmk

Lifestyle

Pasar Santa, Surganya Penikmat Kopi

Redaktur:

RAUP SI HITAM-Kopi kini menjadi komoditas penting kaum urban. Foto: Joesvicar Iqbal/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Gaya hidup nongkrong di kedai kopi makin mewabah. Ya, dalam beberapa tahun belakangan, popularitas kopi kian meningkat.

"Istilahnya kan kalau kita nggak ngopi nggak asyik. Atau kurang lengkap kalau sehari saja nggak ngopi. Sebenarnya sudah terbiasa ngopi. Maksimal saya bisa 4 gelas ngopi.  Pagi bangun tidur, siang usai makan, sore hari, dan malam hari sebelum tidur," aku Robin Tarigan, 46, salah satu pecinta kopi kepada INDOPOS, Selasa (3/4).

Robin menambahkan, meski ngopi berkali-kali, tidak mengganggu jam tidurnya. Menurutnya, larangan mengkonsumsi kopi sebelum tidur bisa mempengaruhi jam tidur hanya mitos.

Baginya, menyeruput kopi bisa memberikan sensasi segar pada indera pengecapnya. Jika ditanya jenis kopi favorit, dia mengaku paling suka kopi Toraja jenis robusta.

"Cita rasa kopi murni itu lebih nikmat. Kita bisa mendapatkan cita rasa yang khas. Saya pribadi lebih senang kopi murni karena kopi tidak akan pahit dilidah kendati tidak dicampur dengan gula," ujarnya pada INDOPOS. 

Pemilik Toko Dunia Kopi di Pasar Santa Nira Suradi mengakui, penjualan biji kopi makin laris manis seiring meningkatkan gaya hidup ngopi. Dia menawarkan 20 jenis kopi Nusantara.

Dia tambahkan, dari 20 jenis kopi nusantara yang paling mahal adalah kopi luwak yang dia jual seharga Rp1,5 juta perkilo. "Kopi luwak yang paling mahal. Apalagi kopi alami yang habis dimakan luwaknya langsung dari hutan. Itu alami kopi yang mahal. Selain kopi saya jual saringan kopi, vietnam drive, dan muka pot untuk seduh kopi dirumah," katanya. 

Tidak hanya warga Jakarta, sejumlah Warga Negara Asing (WNA) seperti Jepang dan Korea Selatan juga banyak yang menjadi langganannya. "Mereka beli kopi untuk dijual lagi di negaranya. Di Jepang dan Korea juga menurut mereka kopi sudah jadi bagian gaya hidup," katanya.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan konsumen pecinta kopi, Tokopedia bekerja sama dengan Koperasi Komunitas Kopi Indonesia (Kokopi) memiliki laman khusus kopi. Co-Head Marketplace Tokopedia Garri Juanda menjelaskan, Indonesia adalah surganya pecinta kopi. Dengan misi pemerataan ekonomi secara digital, sambung dia, Tokopedia hadir sebagai ekosistem bagi para produsen dan pengusaha kopi yang tersebar diberbagai penjuru Indonesia, agar dapat lebih mudah menjangkau pelanggan dimanapun mereka berada.

”Dengan dukungan dari hulu ke hilir, kami berharap produsen dan pengusaha kopi lokal Indonesia dapat terus tumbuh, bahkan menjadi brand berskala nasional,” tambah Garri. Berdasarkan data penjualan Tokopedia, kopi dari jenis biji kopi Arabika dan Robusta masih menjadi varian yang paling diminati oleh masyarakat selama tahun 2017.

Tidak hanya itu, rupanya mulai banyak penikmat kopi yang tertarik untuk meracik kopi sendiri ala kafe. Khusus untuk para pecinta kopi, Tokopedia juga menyediakan laman khusus berupa Hot List Kopi Indonesia yang mempermudah Toppers (pengguna Tokopedia) mendapatkan kebutuhan produk kopi lokal. Hingga saat ini, Tokopedia memiliki lebih dari 4.000 seller kopi yang tersebar di seluruh Indonesia. (ibl) 

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #gaya-hidup 

Berita Terkait

Ayah Pandai Ganti Popok, Ibu Senang

Jakarta Raya

Kanker Tiroid Turunkan Gairah Seks

Jakarta Raya

Jajal Produk Kecantikan Terkini di Asia

Jakarta Raya

Sensasi Segarnya Buah Jeruk

Jakarta Raya

Kosmetik Juga Pro Vegan

Jakarta Raya

IKLAN