Rabu, 26 September 2018 10:28 WIB
pmk

Jakarta Raya

Waduk Pengendali Banjir Rorotan Cakung Mangkrak

Redaktur:

MEMBENTANG- Eceng gondok dan tanaman rambat menutupi permukaan proyek Waduk Rorotan Cakung, Jakarta Timur seluas 25 hektar, beberapa waktu lalu. Foto. NASUHA/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, menyoroti mangkraknya pembangunan Waduk Rorotan Cakung, Jakarta Timur. Sebab, sarana tersebut sangat penting dalam pengendalian banjir ibu kota. Proyek seluas 25 hektar itu telah terbengkalai sejak tiga tahun lalu, dan sampai saat tidak kunjung dimulai kembali pengerjaannya.

“Tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan pembangunan waduk yang berfungsi mengurangi banjir ini. Apalagi setelah Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan menguatkan, bahwa lahan yang digunakan untuk membangun Waduk Rorotan Cakung adalah milik sah Pemprov DKI Jakarta,” ujar Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, William Yani, di sela-sela sidang sidang paripurna raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (3/4).

William mengungkapkan, Komisi A memang pernah merekomendasikan untuk menghentikan sementara pembangunan. Hal itu karena adanya warga yang mengklaim atas lahan itu. “Tapi setelah adanya putusan MA, kami mencabut rekomendasi tersebut, dan seharusnya pembangunan waduk bisa dilanjutkan kembali, demi penanganan banjir,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku heran dengan lambannya Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, untuk menuntaskan pembangunan sarana itu. “Padahal keberadaan Waduk Rorotan Cakung sangat dinanti warga yang sudah bosan kebanjiran,” jelasnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Teguh Hendarwan, mengakui bahwa pembangunan Waduk Rorotan Cakung baru mencapai 85 persen. Ia menjelaskan bahwa lahan yang digunakan untuk pembangunan waduk merupakan kewajiban pengembang. Yakni PGC dan Mitra Sindo. Namun dari total kewajiban 25 hektare baru terpenuhi seluas 20 hektare. “Sisanya masih dalam proses,” ucap Teguh.

Lebih lanjut Teguh menambahkan saat ini pihaknya belum dapat melanjutkan pembangunan waduk tersebut lantaran masih menunggu penyelesaian administrasi Badan Aset DKI. Setelah sebelumnya ada warga atas nama Sutiman menggugat tanah itu. Tidak hanya itu, belum dilanjutkannya pembangunanan dikatakan Teguh juga lantaran di atas lahan masih terpasang pelang milik Polda Metro Jaya yang bertulisan ‘Dalam Pengawasan.’ “Kami saat ini menunggu penyelesaian administrasi atas tanah itu,” tuturnya.

Adapun Teguh mengungkapkan bahwa pembangunan Waduk Rorotan Cakung ini bertujuan untuk mengurangi banjir di tiga wilayah. Yakni wilayah Cakung, Cilincing, Rorotan. “Waduk tersebut cukup besar untuk menampung air dengan kedalaman 8 meter,” jelas Teguh.

Seperti diketahui, pembangunan Waduk Rorotan Cakung terbengkalai hampir sekitr 3 tahun. Waduk yang telah hampir selesai dan menelan biaya puluhan mlilyar dana pengembang terhenti. Akibat adanya klaim dari beberapa pihak yang merasa memiliki hak atas lahan milik Pemprov DKI tersebut.

Kepemilikan lahan itu tertulis di Badan Pengelola Keuangan Pemda DKI tertanggal 9 Januari 2012 yang menyatakan bahwa Rawa yang terletak di Jalan Kayu Tinggi/Tambun Rengas yang dikenal dengan Rawarorotan, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Kota Administrasi Jakarta Timur seluas ± 25 Ha merupakan aset Pemda DKI Jakarta dan dicatat dengan Nomor Inventaris 11.05.11.00.00.00.000.1996 - 01.07.02.01.00011.

Surat pernyataan Pemda DKI dikuatkan  Putusan Mahkamah Agung Perkara No. 1158/ K/Pdt/2017 tertanggal 17 Juli 2017 antara Sutiman Bin Ayub melawan Gubernur Kepala Daerah DKI. Dalam Putusan tersebut Majelis Hakim menolak permohonan Kasasi Sutiman Cs.

Revitalisasi areal rawa seluas 25 ha menjadi waduk tersebut merupakan realisasi dari SIPPT no 075/ 5.7/ 31/ - 1.711.534/ 2016  tertanggal 18 November 2016 yang disahkan Badan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta kepada PT Mitra Sindo Makmur sebagai pengembang Perumahan Jakarta Garden City. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #waduk #banjir 

Berita Terkait

Dua Kabupaten Tenggelam

Nusantara

Aceh Jaya Dilanda Banjir, 640 Warga Mengungsi

Nusantara

IKLAN