Minggu, 23 September 2018 01:42 WIB
pmk

Fashion

Tenun Ikat Flores dalam Rancangan Ready to Wear

Redaktur:

CANTIK-Para model tampil dengan topi caping dipadu busana dengan potongan Asia. Foto: IST

INDOPOS.CO.ID - Desainer Sofia Sari Dewi unjuk kebolehan di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, belum lama ini. Mengusung tema ”Urban TransforMANU by Live in ManuManu” di panggung ARCHIPELAGO X by KOPPIKON, desainer muda ini unjuk kreativitas lewat rancangan terbarunya.

Sofia lahir dari ajang Ikkon yang diprakarsai Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) pada 2016 lalu. Kreasinya dalam IFW lalu mewakili Ikkon dan Kopikkon Bekraf.

Di ajang tersebut, sang desainer hadir dengan brand baru dan berkolaborasi dengan komunitas Indigo Ikat Lango, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Itu sebabnya, dia menghadirkan tenun dengan warna baru nan eksotik yaitu ”Indigo Deep Blue Sea” yang semakin memperkaya warna-warni tenun Nusantara.

”Sekaligus mengangkat derajat tenun sebagai material yang fashionable. Saya jatuh cinta dengan kebudayaan di daerah Ngada,” akunya.

Dia juga mengaku menemukan cintanya saat mengeksplor lebih jauh Rumah Budaya ManuManu, yaitu kain tenun ikat Ngada dengan pewarna alam. ”Sebenarnya ada banyak pewarna alam. Tapi saya paling suka dengan warna nila. Saya namakan warna kain tenun ini dengan sebutan ”Indigo Deep Blue Sea” atau bisa diartikan ”sebiru air laut dalam”, paparnya.

Keunikan baju rancangannya adalah styling dan mix and match. Dia pingin, baju rancangannya itu bisa dipakai dalam berbagai kesempatan.

Itu sebabnya, dia mentransformasikan kain tenun ikat ke dalam rancangan ready to wear. Sehingga sesuai dengan kebutuhan mix and match masyarakat urban.

Sentuhan etnik yang khas tersebut berpadu dengan bahan-bahan seperti katun dan linen satin dalam berbagai gaya yang fashionable. Gaya kekinian tersebut mencakup kombinasi sarung dengan atasan off shoulder, setelan kimono dengan celana over size, dan loose yang digabungkan dengan outer panjang.

Uniknya, pakaian ready to wear tersebut semakin eye catching dengan penambahan aksesoris seperti syal, kain selendang, topi rajutan ala petani, dan sandal etnik tradisional khas NTT. Sementara itu, Kepala Bekraf Triawan Munaf berharap akan lahir banyak desainer muda berbakat dalam program Ikkon yang dirintis Bekraf. Sesuai namanya, Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (Ikkon), pihaknya berharap para desainer bisa berkolaborasi dengan perajin lokal yang berbasis rural-komunitas. ”Tujuannya untuk mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal,” singkatnya. (dew)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #fashion 

Berita Terkait

Atmosfer Baru untuk Sneakershead

Fashion

WICSF 2018 Padukan Kuliner dan Fashion

Fashion

Fall Winter 2018 yang Customizes

Fashion

IKLAN