Selasa, 20 November 2018 03:10 WIB
pmk

Banten Raya

OKP Ganespa Segel Proyek Tol Sercin

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Sejumlah aktivis lingkungan Tangerang Selatan (Tangsel) yang mengatasnamakan OKP Ganespa menyegel proyek pembangunan Tol Serpong-Cinere (Sercin).

Aksi itu dilakukan karena tidak adanya sikap tegas dari Pemerintah Kota (Pemkot) ini terhadap kerusakan lingkungan situ yang ditimbumbulkan dari pembangunan tersebut. Bahkan, pengajuan penghentian proyek tersebut pun diajukan para pencinta lingkungan ini kepada pengelola tol tersebut.

Hal itu ditegaskan langsung oleh Koordinator Aktivis Lingkungan Hidup OKP Ganespa, Nurhafiz Fidon. Kata dia, penyegelan itu dilakukan pihaknya untuk menghentikan kerusakan besar sepadan Situ Sasak Tinggi akibat pembangunan jalan bebas hambatan tersebut.

Mengingat, pembangunan itu sudah merusak daerah serapan air yang banyak digunakan warga untuk mencari ikan.“Hari ini pembangunan proyek ini kami segel. Sudah kelima kalinya kami melakukan aksi demo ke Pemkot, tetapi tidak di dengarkan. Jadi terhitung hari ini pembangunan ini harus di stop dan ini merupakan keinginan dari warga sekitar yang tidak ingin lingkungannya rusak,” tegasnya kepada sejumlah wartawan dan INDOPOS yang meliput di lokasi

Tak hanya penyegelan lokasi dan bangunan, lanjut Nurhafiz, OKP Ganespa juga mendesak PT Cinere Serpong Jaya (CSJ) selaku pengelola Tol Sercin menghentikan kegiatan pembangunan tol tersebut. Permintaan resmi itu juga telah mereka kirimkan melalui surat yang diberikan ke pengembang jalan berbayar ini. Sebab, jika terus dipaksakan bekerja maka warga akan melakukan aksi menduduki lokasi dan mengeluarkan alat berat.

“Kami tidak ingin ada terjadi bentrok fisik, karena warga sudah resah dengan kegiatan tol ini. Sampai sekarang pun warga belum memberikan rekomendasi izin dalam pembangunan tol ini. Pasti mereka akan datang ke sini untuk menghentikan proyek karena dampaknya sudah terasa,” paparnya.

Nurhafiz pun mengaku, sangat menyayangkan sikap Pemkot Tangsel yang tidak mendukung masyarakat mengantisipasi kerusakan lingkungan situ. Padahal, pemerintah daerah ini banyak mengetahui jika Situ Sasak Tinggi ini banyak dimanfaatkan warga untuk mencari ikan. Ditambah, mata pencarian warga sekitar merupakan petani sayur yang mengandalkan air dari dalam tempat situ tersebut.

“Kalau sudah dapat izin dan tidak merusak lingkungan, kami tidak akan melakukan hal ini. Warga disini itu bekerja sebagai petani sayur dan penjual ikan air tawar. Jadi kalau tempat ini rusak, mereka mau cari pekerjaan apa lagi,” ungkapnya.(cok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pembangunan-jalan-tol 

Berita Terkait

IKLAN