Kamis, 15 November 2018 05:55 WIB
pmk

Jakarta Raya

Istri Korban Sebut Pelakunya Agak Gemuk dan Pendek

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Polisi masih terus menyelidiki kasus pembunuhan terhadap Peltu (Purn) Hunaidi bin Idi Sulaiman. Polisi mengklaim ciri-ciri pelaku sudah dikantungi mereka. 

Isteri korban yang bernama Sopiah, 80, menyebutkan kalau dirinya sempat melihat pelakunya bertubuh pendek dan gemuk mengenakan celana pendek sedang menganiaya suaminya. Sayangnya Sopiah tak melihat wajah pelaku, karena saat kejadian dirinya menyelinap di belakang pelaku yang sedang membunuh suaminya.

Hal tersebut disampaikan anak korban Tisah Suprihatin. ”Ibu saya melihat cowok pakai celana pendek, badannya gemuk pendek yang bunuh bapak,” terang Tisah. 

Ibunya bisa selamat lantaran ketika memergoki aksi biadap pelaku, ia pelan-poelan menyelinap di belakang pelaku. Saat itu Sofiah langsung keluar rumah dan baru meminta tolong warga setiba di luar rumah.

Bahkan menurut Tisah, sebelum kejadian ibunya yang sedang sholat maghrib di kamar tidur mendengar suara keras ketukan di pintu depan rumah. Sopiah juga masih mendengar suaminya yang juga sedang mengaji di ruang tengah rumah membuka pintu.

Lalu terdengar suara suaminya berkata agak kencang ”Mau apa ? Ada keperluan apa ?” Disusul suara teriakan ”aduh… aduh” suaminya. Sopiah lalu keluar kamar untuk mengecek keadaan. Ternyata yang dilihatnya kepala suaminya sedang dibentur-benturkan ke lantai oleh pelaku, disusul tusukan pisau ke arah dada korban. Saat itu posisi pelaku membelakangi pintu kamar tidur.  

Sopiah yang  melihat hal itu langsung menyelinap kabur ke luar rumah, sementara pelaku yang membelakangi Sopiah tak melihat kehadirannya.  ”Pas kejadian ibu sedang ngaji di kamar, bapak di ruang tengah. Jadi yang buka pintu bapak. Lalu ibu dengar dengar ada suara ribut pas keluar bapak sudah berlumuran darah,” ungkap Tisah.

Polisi menduga, ketika Sopiah keluar rumah sambil berteriak minta tolong, pelaku langsung kabur  dengan cara melompati tembok pendek di samping rumah. Namun saat itu korban sudah terkapar ditusuk pelaku yang akhirnya meninggal dunia.  Polisi juga menduga pelaku pembunuhan masih berkaitan dengan peristiwa kecurian yang dialami korban pada Rabu (4/4) yang mana saat itu uang pensiun korban sebesar Rp 3,2 juta digondol pelaku.

Kejadiannya sendiri pada Kamis malam (5/4 ) pukul 18.30, di Kolplek TNI AL Jalan Kayu Manis Nomor 18 RT 07 / RW 06 Pondok  Labu Cilandak Jakarta Selatan. Korban menderita tiga luka tusukan senjata tajam, yakni dua luka tusuk di bawah dada kiri, dan satu luka tusuk pada lengan kiri. Polisi juga menemukan luka lebam pada kepala akibat kepala korban dibenturkan berkali-kali oleh pelaku. Korban Hunaedi bin Haji Idi Sulaiman sendiri dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Hankam Pondok Labu Jakarta Selatan pada Jumat siang (6/4), setelah sebelumnya dimandikan dan disholatkan di Masjid Imam Bonjol yang tak jauh dari rumahnya. (ind)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pensiunan-al-dirampok 

Berita Terkait

IKLAN