Rabu, 15 Agustus 2018 07:26 WIB
pmk

Banten Raya

Sikapi Kasus Sukmawati, Ulama Banten Datangi Mapolda

Redaktur: Ali Rahman

Ulama Banten bersilaturahmi dengan Kapolda menyikapi kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri

INDOPOS.CO.ID - Kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri,dengan membandingkan suara azan dan kidung ternyata memantik reaksi dari para ulama di Banten.

Berbeda dengan aksi umat Islam dan tokoh agama di daerah lain yang turun ke jalan menyuarakan aksinya. Namun, para ulama dan praktisi hukum di tanah jawara ini malah datang untuk bersilaturahmi ke Kapolda Banten Brigjen Pol Listiyo Sigit Prabowo di Mapolda Banten, Jumat (6/5).

“Kedatangan kami kesini adalah, untuk menyikapi isu yang berkembang saat ini, yaitu, penodaan agama yang diduga dilakukan oleh Sukmawati,” ujar seorang pria bersorban kepada INDOPOS,  Jumat (6/4).

Kabid Humas Polda Banten AKBP Zainudin menjelaskan,kedatangan para ulama dan tim pengacara ke Mapolda adalah bersilaturahmi dengan Kapolda Banten,sekaligus membahas isu isu terkini, termasuk kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati. ”Ini bentuk kerjasama selama ini dibangun antara polisi dan ulama.Mereka datang untuk bersilaturhami membahas isu isu terkini dengan pak Kapolda,” terang Kabid Humas.

Para ulama dan tim pengacara yang tampak hadir  dala silaturhami teresebut adalah, Agus Rahmat SH (praktisi hukum/pengacara muslim Banten), KH. Jawari (Ketua Ikatan Santri Salafi Kota Serang), KH. Abi Suja'i (Toga Kota Serang), KH. Idris, KH. Ali Mustofa (FSPP Banten), Ust. Wari (Forum Umat Islam Banten), Ust. Bahri Fohan, Ust. Mansyur Wahyidin (Ketua GNPF MUI Banten), Ustad  Ardani (Pimpinan Ponpes Ardaniah Kecamayan Taktakan Kota Serang), KH. Dimyati (Ponpes Darul Khaerot Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang).

Dalam kesempatan itu, KH Ardani dan Agus Rohmat meminta, penodaan agama tidak boleh terulang lagi, baik itu di Banten maupun di seluruh Indonesia, dan terhadap para pelaku harus diproses secara hukum tanpa melihat latar belakang pelaku

“Kami berharap hal hal yang terkait dengan penodaan agama tidak terjadi lagi.Baik di Banten maupun diIndonesia, “ tegas KH Ardani.

Ia mengatakan, masyarakat Banten sangat mendambakan kehidupan yang nyaman dan aman.  “Kami sangat  percaya kepada Polda Banten dalam melindungi dan mengayomi masyarakat Banten.Kami akan selalu mendoakan agar Polda Banten mampu melaksanakan tugas dengan baik dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat Banten,” tuturnya.

Sementara Kapolda Banten, Brigjen Pol Listiyo Sigit Prabowo mengucapkan terimakasih kepada para alim ulama atas kunjungannya dan dukungan serta doanya dan mempersilhkan para alim ulama membuat laporan. ”Dipersilahkan kepada  ulama untuk membuat laporan.Namun, karena locus delictinya bukan di wilayah hukum Polda Banten, sehingga nanti laporannya kami kirimkan ke Mabes Polri,” jelas Sigit. (yas) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #aksi-64 #sukmawati-soekarno-puteri 

Berita Terkait

IKLAN