Rabu, 15 Agustus 2018 07:32 WIB
pmk

Nasional

Puisi Sukmawati Timbulkan Keresahan Umat Islam

Redaktur: Ali Rahman

Ribuan massa dari berbagai ormas melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat (6/4). Dalam aksinya massa menuntut agar pihak kepolisisn memproses hukum Sukmawati yang diduga melakukakan penistaan agama atas pembacaan puisi yang dilakukaknnya beberapa waktu lalu. Foto: Ismail Pohan /Indopos.

INDOPOS.CO.ID - Ketua Umum Presidium Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan bahwa puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarno Putri telah menimbulkan kegaduhan, kontroversial, polemik dan keresahan di kalangan masyarakat khususnya umat Islam di Indonesia. 

Menurutnya, hal tersebut mengandung unsur penghinaan dan pelecehan terhadap ajaran agama islam dan menyinggung. “Itu membuat ketidaknyamanan bagi umat Islam seluruh dunia,” ucapnya saat membacakan pernyataan sikap di depan kantor Bareskrim, Jakarta, Jumat (6/4).

Selain itu pihaknya juga sangat menyayangkan tindakan Sukmawati yang menyamakan dan mencampuradukkan antara budaya dengan agama seperti pada isi puisi tersebut.  

“Kami mendesak Sukmawati untuk bertobat dan meminta maaf secara terbuka di media elektronik dan cetak baik dalam dan luar negeri kepada seluruh umat islam di Indonesia, bahkan dunia sekalipun,” tegasnya.

Pihaknya meminta kepada aparat Kepolisian RI untuk segera memproses, memanggil, memeriksa, dan jika perlu memenjarakan Sukmawati sesuai dengan proses hukum yang berlaku.
 
“Meski telah meminta maaf secara terbuka, dimaafkan secara pribadi, tetapi secara hukum umat islam tetap menuntut agar proses hukum tetap dilanjutkan untuk menciptakan keadilan seluruh rakyat Indonesia,” terangnya.

Namun Slamet meminta kepada seluruh pihak terutama umat Islam Indonesia agar tetap tenang dan menunggu proses hukum yang berlaku di negara kesatuan RI tersebut. 

Terakhir, pihaknya menyerukan kepada segenap umat islam dimana pun berada untuk tetap menjaga kesatuan dan kesatuan serta ukhuwah islamiah. “Agar jangan mudah terpancing dan terprovokasi terhadap upaya-upaya pihak tertentu yang akan memanfaatkan situasi ini dengan tujuan untuk memecah belah umat islam,” tutupnya. (mar)


TOPIK BERITA TERKAIT: #aksi-64 #sukmawati-soekarno-puteri 

Berita Terkait

IKLAN