Rabu, 26 September 2018 06:12 WIB
pmk

utama

LIPI Bakal Miliki Laboratorium Riset Virus

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID – Indonesia akhirnya memiliki laboratorium canggih dan dilengkapi keamaan tinggi untuk riset obat dan makanan. Khususnya terkait riset obat dan makanan yang melibatkan virus atau patogen. Laboratorium canggih itu bernama Bio Safety Lab (BSL) Level 3 milik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Pembangunan laboratorium yang menelan biaya Rp 56 miliar itu dilakukan di Pusat Penelitian Bioteknologi di Cibinong, Bogor. Menariknya lagi, anggaran pembangunan laboratorium itu tidak menggunakan uang APBN seperti umumnya. Tetapi menggunakan utang atau pinjaman dari sukuk atau surat berharga syariah negara (SBSN).

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati mengatakan, laboratorium ini memiliki standar keamanan tinggi. Sebab diantara yang menjadi bahan riset adalah virus atau patogen.

’’Jangan sampai virusnya bisa keluar (laboratorium, red) dan membahayakan masyarakat,’’ katanya saat peletakan batu pertama pembangunan laboratorium BSL Level 3, Jumat (6/4).

Dia menjelaskan, dalam perkembangannya nanti, laboratorium ini bisa untuk meneliti obat terkait penyakit TBC dan hepatitis. Dia mengatakan, selama ini di Indonesia belum ada sebuah laboratorium yang memiliki standar keamanan dan layak untuk menjalankan riset menggunakan virus.

Dikatakan, sambil proses pembangunan berjalan, LIPI menyusun panduan atau prosedur operasional laboratorium. Diantaranya adalah peneliti yang masuk ke bagian laboratorium dengan standar keamanan tinggi, tidak boleh sendirian. Minimal lima orang.

’’Sebab kalau sendirian nanti jika pingsan di dalam tidak ada yang tahu,’’ kata dia.

Dia mengatakan, laboratorium ini dibangun dengan keamanan tinggi, agar tidak hanya memberikan jaminan keamanan pada masyarakat di luar gedung. Tetapi juga keamanan bagi para penelitianya.

Dia tak ingin laboratorium ini bisa menciptakan obat bagus, tetapi penelitinya terkena penyakit saat menjalani riset.

Plt Kepala LIPI Bambang Subiyanto berpesan supaya pembangunan laboratorium bisa tepat waktu. Dia berharap tahun depan laboratorium ini sudah bisa diresmikan. Bambang juga mengingatkan, dana pembangunan laboratium itu berasal dari uang pinjaman atau hutang.

’’Lalu bagaimana mengembalikannya? Tidak mungkin penelitinya iuran untuk mengembalikan dananya,’’ katanya. Sebaliknya upaya pengembalian hutang itu adalah melalui kebermafaatan. Dia berharap laboratorium canggih itu tidak hanya digunakan oleh peneliti LIPI saja. Tetapi juga digunakan oleh peneliti dari kalangan industri.

Dia mengakui, sampai saat ini industri di Indonesia masih sedikit yang memiliki infrastruktur riset dan pengembangan. Industri tanah air lebih memilih menggunakan produk yang sudah jadi, ketimbang harus capek-capek meneliti. ’’Semoga laboratoium ini bermanfaat bagi masyarakat luas,’’ jelasnya. (wan)


TOPIK BERITA TERKAIT: #lipi 

Berita Terkait

IKLAN