Minggu, 16 Desember 2018 02:04 WIB

Moto GP

Bulan Madu Berakhir di Ducati

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge

Jorge Lorenzo

INDOPOS.CO.ID - Ketika masih membela panji Yamaha, Jorge Lorenzo bersitegang dengan Valentino Rossi selama bertahun-tahun. Sekarang, saat baru pindah ke Ducati semusim lalu hubungan juara dunia tiga MotoGP itu dengan Andrea Dovizioso mulai memanas.

Sumber api dari memanasnya konflik internal dua pembalap Ducati berasal dari sebuah wawancara Lorenzo dengan Movistar TV. ''Dovizioso orangnya sangat cerdas. Dia selalu mengetahui apa saja,'' sindir Lorenzo menjawab soal relasi dengan rekan satu timnya .

''Sepanjang karir saya, dia selalu ingin merendahkan semangat juang saya. Bahkan sampai sekarang saat kami sudah menjadi rekan satu tim. Cara ini yang dipakainya untuk berbicara tentang saya di media. Tapi tidak apa-apa. Dia sosok yang tenang dan kami memiliki hubungan profesional. Pada akhirnya, kami ada di sini untuk memenangkan balapan dan kejuaraan dunia, bukan untuk berteman,'' tandasnya.

Suhu di garasi Ducati memang menghangat sejak awal musim bergulir. Sejumlah media memberitakan Lorenzo semakin frustasi menghadapi Desmosedici yang tak kunjung bisa ditaklukkan. Lensa wartawan menangkap pertengkaran antara Lorenzo dengan Manajer Ducati Gigi Dall'Igna usai seri perdana di Qatar, tatkala balapannya terhenti di Lap 12 karena masalah rem. Lorenzo juga memecat pelatihnya Alex Debon karena dianggap tak membantu menaikkan performanya.

Ducati sudah memintanya agar tetap tenang menghadapi proses adaptasi tersebut. Namun wawancara dengan Movistar TV itu menunjukkan bahwa Lorenzo sama sekali tidak tenang. Apalagi saat ini, Ducati belum menentukan nasib kedua pembalapnya untuk musim depan. Namun, jika melihat perkembangan yang semakin tidak menguntungkan seperti sekarang rasanya Ducati akan berpikir dua kali untuk memperpanjang kontrak Lorenzo. Selain harus memangkas gajinya, ada nama Danilo Petrucci yang performanya lebih menjanjikan di atas Desmosedici.

Dovizioso sendiri mengaku belum mendapatkan penawaran dari Ducati soal perpanjangan kontraknya. Yang pasti adalah Ducati tidak akan sanggup menggaji Lorenzo EUR 12 juta setahun. Itu karena mereka harus menaikkan bayaran Dovi yang tampil impresif musim lalu dan langsung memenangkan balapan pembuka tahun ini di Qatar. Kabarnya, Ducati bakal menawarkan gaji EUR 6 juta kepada Dovi.

Pada GP Argentina yang berlangsung Senin dinihari , Ducati rupanya tak mampu mempertahankan momentum positifnya di Qatar. Seluruh Desmosedici GP18 mengalami masalah. Hanya GP17 yang ditunggangi Tito Rabat yang tampil lumayan dengan finis tiga besar pada latihan bebas hari pertama. ''Semua ban yang dipakai sama sekali tidak punya cengkeraman. Nyaris tidak ada perbedaan antara satu ban dengan lainnya,'' keluh Dovi.

Masih dari pentas MotoGP, Honda begitu dominan di Termas de Rio Hondo. Daniel Pedrosa, Marc Marquez, sampai Cal Crutchlow merasakan ketangguhan RC213V di sana. Melihat hasil tersebut Honda punya peluang lebih besar untuk memenangkan balapan dinihari nanti. Bintang Yamaha Valentino Rossi mengatakan, bakal terjadi pertarungan ketat lagi antara beberapa pembalap di barisan depan. ''Kecuali jika Marquez bisa melarikan diri dari rombongan,'' kata Rossi. (jpnn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #motogp #jorge-lorenzo #ducati 

Berita Terkait

Lorenzo Diperlakukan Spesial

Total Sport

Ternyata Sempat Berniat Pensiun

Total Sport

Ternyata Sempat Berniat Pensiun

Total Sport

Tak Alami Juara Dunia

Total Sport

Berteman Baik Di Luar Lapangan

Total Sport

Marc Marquez Juarai MotoGP 2018

Headline

IKLAN