Jumat, 16 November 2018 08:45 WIB
pmk

Wanita

Ladies, Jangan Sembarangan Pilih Kosmetik Ya

Redaktur:

TERJARING-Sejumlah kosmetik yang ternyata mengandung merkuri diamankan petugas. 

INDOPOS.CO.ID - Makin banyaknya produk kosmetik berlebel impor yang bisa dibeli melalui jejaring sosial alias online, seringkali menimbulkan masalah. Pasalnya, banyak diantara produk yang dijual secara online tidak memiliki izin edar yang sah.

Sehingga, bahan baku pembuatannya pun tidak melalui uji klinis yang seharusnya. Tak heran, BPOM bekerja sama dengan dinaa terkait, seringkali menggelar operasi untuk menyita sejumlah kosmetik ilegal atau yang mengandung bahan berbahaya.

Kosmetik yang mengandung bahan berbahaya bagi kulit cenderung ilegal. Karena tidak dilengkapi izin edar atau tidak melalui uji klinis yang benar.

Dokter kecantikan dari ZAP Beauty Clinic dr Anestesia Tania SpKK menyebutkan, ada beberapa bahan ilegal yang biasanya terkandung dalam kosmetik  untuk menekan biaya produksi sehingga bisa dijual murah.

Diantaranya merkuri dan timbal. Merkuri umumnya terdapat pada jenis kosmetik whitening atau untuk perawatan wajah. Sedangkan timbal, umumnya terdapat pada kosmetik untuk bibir dan mata.

"Jika digunakan dalam jangka panjang berisiko menyebabkan kanker kulit. Sedangkan arsen, bahan yang biasanya ada dalam produk bedak dan juga lipstik," ulasnya, Minggu (8/4).

Bahan lain yang juga ada di kosmetik ilegal adalah rhabdomin yang terdapat pada produk lipstik. Kemudian silicon, asam lemak (isopropopil isostearate) coconut oil dan lanolin. 

"Semua bahan di atas bersifat komedogenik atau dapat menyumbat pori-pori kulit si pemakainya. Bahkan bisa berjerawat karena pori tersumbat atau tertutup. Itu sebabnya, penting untuk melihat logo keamanan dari BPOM agar aman dalam pemakaian," sarannya.

Regional Managing Director Kosmetik Safi Kumar Chander Wipro Unza terpisah mengatakan, produk kosmetik haruslah berbahan alami dan tidak menimbulkan efek samping kedepan terhadap si pemakainya. Seperti halnya produk kosmetika yang telah dikeluarkannya sebelumnya dilakukan penelitian. 

"Berdasarkan dua tahun penelitan pada konsumen Indonesia, maka kami melakukan beberapa penyesuaian untuk produk ini. Kami berharap Safi juga bisa menjadi pilihan produk perawatan kulit halal yang disukai masyarakat Indonesia," ungkapnya, Minggu (8/4).

Bahkan, untuk meyakinkan produk itu aman, pihaknya membuat kosmetik setelah melalui uji klinis di Safi Research Institute. Sebuah lembaga penelitian perawatan kulit halal pertama dan terbesar. 

Sementara itu, Senior GM Research and Development Toh Mong Sah mengatakan, Safi Research Institute beroperasi dengan prinsip untuk menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi yang halal dan teruji. "Kami tidak melakukan pengujian produk pada hewan apa pun sehingga produk kami bebas kekejaman terhadap hewan. Kami juga terus berusaha untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik, air, dan lain sebagainya," paparnya.

Sebelumnya, BPOM telah menyelenggarakan Aksi Peduli Kosmetika Aman dan Obat Tradisional (OT) Bebas Bahan Kimia Obat (BKO). Setidaknya ada 26 jenis kosmetika yang mengandung bahan berbahaya. 

Diantaranta, Beauty G Day Cream mengandung merkuri, LIXIAO Night Cream, Rose Night Cream, D'Swiss Nught Cream dan L'Come Day Cream, Korean Wid Ya Night Cream, Ozera Nail Polish Color No. 8. Produk tersebut telah dilakukan Public Warning No. B-IN.05.03.1.43.12.17.5965 oleh BPOM. (ibl) 


TOPIK BERITA TERKAIT: #kosmetik-berbahaya 

Berita Terkait

IKLAN