Senin, 24 September 2018 01:12 WIB
pmk

Megapolitan

Dampak Proyek Pembangunan Tol Becakayu, Puluhan Reklame Bakal Dirobohkan

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Puluhan papan reklame di sepanjang Jalan KH Noer Ali, milik swasta bakal dirobohkan Pemerintah Kota Bekasi. Sebab, seluruh reklame berukuran besar itu terkena proyek pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Bacakayu).

"Minggu kemarin sudah ada tiga billboard dan satu baliho besar yang ada di Galaksi, yang kami turunkan. Jumlah reklame secara keseluruhan ada 21 titik reklame," kata Kepala Seksi Ruang Milik Jalan pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kota Bekasi, Arief Fadilah, akhir pekan lalu.

Bahkan, sebelummya juga kata Arief sudah ada satu bilboard yang terletak di ruas Jalan Caman yang dirobohkan. Sebab, keberadaannya masuk dalam ranah pembangunan tol Becakayu. "Sudah kami robohkan pekan lalu satu bilboard yang ada di ruas tol Caman," ujarnya.

Namun, sembilan bilboard dan empat baliho yang berada di ruas Jalan Galaksi sampai Jalan Ahmad Yani, kata Arief, segera diturunkan dengan waktu yang disesuaikan pembangunan fisik tol Becakayu. Sisanya kata dia, seluruh papan reklame itu akan dirobohkan pada akhir bulan Mei 2018. "Kami masih tunggi intruksi pihak pengembang tol," katanya.

Menurutnya, penebangan seluruh reklame itu sudah menjadi risiko para pengusaha. Sebab, pendiriannya berada di dalam tanah negara. Makanya, jika lahan itu dibutuhkan maka setiap benda yang berdiri di atas lahan itu akan ditertibkan. "Dan tidak ada relokasi, ini bagian risiko,” ujarnya.

Padahal, kata Arief, setiap pendirian reklame pihak pengusaha menganjukan izin kepada bidang seksi ruang. Kemudian direkomendasikan ke bidang pengawasan dan pengendalian bangunan. "Setelah semuanya disetujui barulah membayar uang retribusi untuk mengajukan izin mendirikan bangunan," ujarnya.

Seperti yang diketahui, pembangunan Tol Becakayu terdiri atas dua seksi yaitu Seksi I Kasablanka-Jakasampurna sepanjang 11 kilometer dan Seksi II Jakasampurna-Duren Jaya sepanjang 10,04 kilometer. Adapun ruas tol yang akan bisa dipakai yakni Seksi 1B dan 1C sepanjang 8,26 kilometer yang terbentang dari Cipinang Melayu-Pangkalan Jati-Jakasampurna sejak awal November lalu.

Ruas Jakasampurna-Jalan Ahmad Yani kini sedang dibangun, ditargetkan rampung pada April tahun depan.

Sementara itu, pengamat perkotaan dari Unisma 45 Bekasi, Adi Susila mengatakan, program nasional seperti LRT dan Becakayu menjadi bagian pembangunan yang harus di terima pemerintah daerah. Makanya, harus ada regulasi terkait keberadaan reklame. "Karena reklame itu setidaknya ada di sektor Pendapatan Asli Daerah," ujarnya.

Bukan hanya itu, Adi meminta pemerintah daerah bisa memberikan penjelasan kepada para pemilik reklame terkait perobohan reklame. Sebab, dikhawatirkan akan muncul trauma untuk pelaku usaha. "Kalau pengusaha trauma berinvestasi di Kota Bekasi banyak yang dirugikan," tandasnya. (dny)

Target Perobohan Reklame

1) Yang sudah di robohkan April 2018 :

-4 reklame di Jalan Galaksi Bekasi Selatan

-1 reklame di Jalan Caman

2) Yang belum di robohkan April 2018 : 

-17 reklame di sepanjang Jalan Galaksi sampai Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi 

3) Alasan Dirobohkan : 

-Berdiri di atas lahan negara

-Terkena program pembangunan nasional seperti LRT, Becakayu


TOPIK BERITA TERKAIT: #tol-becakayu #pembangunan-jalan-tol 

Berita Terkait

IKLAN