Selasa, 23 Oktober 2018 11:48 WIB
pmk

Hukum

Zumi Zola Akhirnya Kenakan Rompi KPK

Redaktur:

Gubernur Jambi, Zumi Zola keluar menegenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (9/4). Zumi Zola resmi ditahan terkait kasus gratifikasi sejumlah proyek Pemprov Jambi. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Setelah menjalani pemeriksaan secara marathon 9 jam, Gubernur Provinsi Jambi Zumi Zola akhirnya resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia ditahan atas kasus dugaan gratifikasi sekitar Rp 6 milyar terkait sejumlah proyek di Provinsi Jambi.

Dicerca sejumlah pertanyaan, Zumi tak menjawab apapun. Ia diam seribu bahasa sambil bergegas menuju mobil.

Wajah pucat dan panik terpancar dari pria berkacamata tersebut. Berbeda saat Zumi Zola datang ke gedung lembaga antirasuah tersebut, sekitar pukul 09.29 WIB.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, Zumi Zola akan ditahan selama 20 hari pertama di Rutan cabang KPK di kav C-1.

Menurut Febri, setelah menjalani pemeriksaan terakhir secara marathon, penyidik mendapat amunisi tambahan yang memperkuat alasan Zumi Zola harus ditahan.

"Kami akan terus memproses kasus ini. Karena sampai saat ini sudah ada 38 saksi yang telah kita periksa, baik untuk tersangka ZZ maupun tersangka lainnya yaitu ARN,"kata Febri.

Dijelaskan pria berkacamata tersebut, saksi yang diperiksa terdiri dari anggota DPRD Jambi, unsur Pemerintahan Provinsi dan juga pihak swasta.

Febri menambahkan, KPK telah memiliki cukup bukti yang kuat untuk melakukan penahanan kepada Zumi Zola.

"Ada alasan objektif dan balasan subjektif, sehingga kita menahan yang bersangkutan,"jelasnya.

Untuk alasan objektif dijelaskan Febri, terkait dengan minimal ancaman pidananya atau ancaman yang masuk dalam ruang lingkup pasal 21.

Sementara alasan subjektif ada tiga alternatif sehingga menjadi pertimbangannKPK untuk melakukan penahanan kepada Zumi Zola.

"Yang pasti 38 saksi sudah kita periksa, penggeledahan juga sudah dilakukan, barang bukti elektronik sudah kita dapatkan, ada uang dan dokumen yang sudah kita sita dan sudah dilakukan analisa. Sehingga ada kesesuaian satu dwngan yang lain," tegasnya.

Zumi Zola memenuhi panggilan penyidik KPK setelah sebelumnya tidak hadir untuk menjalani pemeriksaan pada Senin (2/4) lalu, dengan alasan tidak menerima surat panggilan dari KPK. Melalui kuasa hukumnya, M Farizi, Zumi meminta penjadwalan ulang pemeriksaan kepada KPK. Zumi Zola sempat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Kamis (15/2).

Dalam kasus ini, KPK menetapak Zumi Zola dan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Provinsi Jambi, Arfan, sebagai tersangka. Mereka diduga bersama-sama atau sendiri-sendiri menerima gratifikasi sekitar Rp 6 miliar terkait sejumlah proyek di Provinsi Jambi.

Uang sejumlah itu diduga diterima tersangka Zumi Zola dan Arfan dari sejumlah kontraktor yang menggarap sejumlah proyek di Pemprov Bengkulu. Uang tersebut di antaranya disinyalir diberikan sebagai "uang ketok palu" kepada anggota DPRD Jambi.

KPK menyangka Zumi Zola dan Arfan melanggar Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Penetapan tersangka Zumi Zola dan Arfan ini merupakan hasil pengembangan dari penanganan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi tahun 2018. Kasus suap itu terungkap setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan Jambi beberapa waktu lalu.

Dalam kasus pengesahan APBD Jambi ini, KPK awalnya menetapkan empat orang tersangka yakni Anggota DPRD Provinsi Jambi Supriyono, Plt Sekda Jambi, Erwan Malik, Plt Kadis PUPR Jambi Arfan, dan Asisten Daerah III Syaifuddin. (nue)


TOPIK BERITA TERKAIT: #zumi-zola #korupsi-pemprov-jambi 

Berita Terkait

Zumi Zola Akui Diberi Alphard

Hukum

Kontraktor Bantah Beri Alphard ke Zumi

Hukum

Pergi ke AS, Saksi: Zumi Zola Minta Uang Jajan

Hukum

IKLAN