Kamis, 19 Juli 2018 04:31 WIB
BJB JULI V 2

Nasional

Jokowi Kurang Beretika

Redaktur: eko satiya hushada

Dengan dikawal Paspampres, sejumlah personel Polri-TNI membagikan bingkisan dalam tas kain bertuliskan ‘Bantuan Presiden’ dan berlogo Istana Negara, yang diduga di depan Pasar Gede, Solo beberapa waktu lalu.

INDOPOS.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap  mencuri start kampanye. Sebagai kepala negara yang hendak mencalonkan diri kembali pada pilpres 2019, Jokowi dinilai kurang beretika dan syarat agenda terselubung. Terlebih bagi-bagi bingkisan menggunakan tas kain bertuliskan ‘Bantuan Presiden’ dan  berlogo Istana Negara. Ironisnya, kegiatan tersebut  dikawal Paspampres serta sejumlah Polisi dan TNI. 

"Saat berkunjung ke Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat, Jokowi membagi-bagi sembako kepada warga. Sebagai presiden yang akan kembali mencalonkan diri, aksi bagi-bagi sembako ini adalah agenda terselubung atau mencuri star kampanye," ungkap Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (9/4).

Terlebih, sambung Wakil Ketua DPR RI itu, aksi bagi-bagi sembako tersebut sempat viral di jagat maya. Bahkan, kupon bagi-bagi sembako juga bertuliskan ' Kunjungan Kerja Presiden RI dengan stempel Polres Sukabumi-Polsek Palabuhan Ratu'. "Harus ada penjelasan kenapa bisa begini," tukas Fadli.

Lebih khusus, Fadli mempertanyakan, apakah bagi-bagi sembako yang dilakukan Jokowi bagian dari protap. "Apakah sudah jadi protap bagi-bagi sembako pas kunker. Pasalnya, tidak hanya di Sukabumi, hal serupa juga dilakukan Pak Jokowi di Solo," ucapnya.

Fadli juga mengkritisi aparat kepolisian dan TNI justru yang membagi-bagikan bingkisan dan amplop dari presiden tersebut. "Praktik tersebut kurang beradab dan tidak beretika. Itu cara-cara yang menurut saya kurang beradab," ujar Fadli berkali-kali.

Fadli juga meminta Jokowi untuk memberi penjelasan menggunakan aparat TNI dan Polri untuk pembagian bingkisan. Fadli Zon juga merasa terganggu dengan pembagian amplop yang dilakukan para pengawal presiden kepada warga di pinggir jalan.

"Bagaimana bisa rombongan presiden membagi-bagi seperti itu! Ada yang bagi entah amplop, entah apa, kelihatan di video itu ya. Itu harus diklarifikasi," tegasnya.

Dia menegaskan, Jokowi mesti memberi penjelasan, karena tradisi yang dilakukannya itu dapat merusak harkat pemimpin negara.

"Itu tugasnya RT (rukun tetangga), bukan tugas Paspampres dan Polri. Saya kira ini merusak harkat kepresidenan itu sendiri," imbuhnya.

Hal senada dilayangkan, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid. Dia mengatakan, presespsi masyarakat bila Jokowi mencuri start kampanye itu wajar. 

"Karena saat ini memasuki tahun politik dan masyarakat juga tahu bila Pak Jokowi akan mencalonkan kembali," kata Wakil Ketua MPR RI itu kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (9/4).

Terpisah, Juru Bicara Istana Johan Budi membenarkan  adanya video pembagian bingkisan sembako kepada warga di pinggir jalan yang viral di sosial media.

Menurutnya, hal itu dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan memakai anggaran kepresidenan.

"Itu memakai anggaran banmas (Bantuan Masyarakat) yang ada di dalam pos anggaran presiden. Namanya DOB atau Dana Operasional Bantuan," kata Johan kepada INDOPOS, Senin (9/4) malam.

Meski begitu, Johan mengaku tidak tahu pastinya di mana kegiatan yang terekam di dua video yang viral di media sosial itu. "Soal video itu saya tidak tahu dan kapannya itu terjadi. Tapi yang pasti Pak Presiden memang dalam beberapa kesempatan membagi-bagikan bingkisan ke masyarakat memakai tas berlogo Istana itu," jelasnya.

Dirinya pun mengakui, dalam pembagian itu memang dibantu oleh aparat agar pembagian berlangsung tertib. "Kadang di dalam penyalurannya itu dibantu oleh pihak kepolisian," terangnya.

Atas dasar itu, lanjut mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, acara kegiatan itu tidaklah ilegal. "Seperti sudah saya jelaskan tadi, pembagian sembako ini sah dan ada pos anggarannya. Dan semua penggunaan anggaran kepresidenan pasti juga diaudit oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)," pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, publik dikejutkan dengan viralnya dua video yang merekam kegiatan bagi-bagi bingkisan dalam tas kain bertuliskan ‘Bantuan Presiden’ dan  berlogo istana negara. Aksi bagi-bagi bingkisan kepada masyarakat itu dikawal paspampres dan dibantu oleh sejumlah aparat polisi dan TNI.

Ada dua video yang ramai beredar di WhatsApp group (WaG). Video pertama berdurasi 46 detik,  memperlihatkan sejumlah aparat kepolisian membagikan bingkisan kepada warga. 

Terdengar suara penerima bingkisan menyampaikan ucapan,"Terima kasih, terima kasih, ini dari bapak presiden, ini dari presiden……".

Lalu video kedua dengan durasi 1 menit juga memperlihatkan sejumlah anggota TNI dan Paspampres turut membagi-bagikan bingkisan dengan goodie bag yang sama, berlogo Istana Kepresidenan RI. Ada pula foto yang ikut beredar, menampakkan dengan jelas kantongan bingkisan berlogo istana presiden.  (aen/dil)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #presiden-jokowi #presiden-bagi-bagi-bingkisan 

Berita Terkait

IKLAN