Rabu, 18 Juli 2018 02:26 WIB
bjb juli

Ekonomi

Masuki Instrumen Reksadana, Taspen Genjot Pembangunan Infrastruktur

Redaktur:

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) semakin seksi. Karena itu, tidak sedikit perusahaan masuk instrumen bisnis tersebut. Tidak terkecuali PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen). "RDPT itu sangat menarik dan kami menyambut positif RDPT," tutur Direktur Utama PT Taspen, Iqbal Latanro, di Jakarta, Senin (9/4).

Iqbal menambahkan RDPT, menjadi ciri berkembangnya reksadana terutama pembiayaan-pembiayaan infrastruktur melalui RDPT. Tahun ini, pihaknya akan mengurangi porsi saham. Yaitu untuk deposito dari 20 turun menjadi 14 dan akan turun lagi sekitar 10. "Dana dan investasi langsung akan naik 10 persen. Selanjutnya, instrumen RDPT dan lainnya 10 persen," imbuh Iqbal.

Tahun lalu, kinerja perusahaan cukup baik. Itu terefleksi layanan terus meningkat.  Laba naik hampir 200 persen. Dana kelolaan perusahaan juga meningkat. Tahun ini, bahkan diprediksi lebih menarik dari tahun lalu. Mudah-mudahan berkelanjutan," harap Iqbal.

Apakah perusahaan bakal menggelontor dividen? Iqbal mengatakan, pemerintah membuat kebijakan untuk dana pensiun, seperti Taspen tidak ada dividen. Artinya, seluruh keuntungan bakal dipakai, diputar sehingga dana kelolaan terakumulasi  semakin meningkat.

Karena itu, perusahaan akan mengurangi penempatan dana investasi di pasar modal. Maklum, dalam beberapa waktu terakhir ini volatilitas di pasar modal cukup tinggi. Itu karena pengaruh eksternal dari rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS). Lebih mengerikan perang dagang antara AS dan Tiongkok semakin meningkat.

Tidak disangkal, tahun lalu investasi di pasar modal sangat menjanjikan. Di mana, return di pasar modal sangat menggoda investor. Namun, tahun ini Taspen mengalihkan dana yang disimpan di pasar modal ke instrumen investasi lain dengan return lebih tinggi dan volatilitas tergolong rendah. "Jadi, waktu itu bagus, terutama pada Desember 2017 memanfaatkan dengan baik. Namun, tahun ini sudah diantisipasi. HLlebih banyak pada Surat Utang Negara (SUN) dengan tingkat volatile lebih rendah atau bisa dikatakan enggak ada," tegasnya.

Tidak hanya pasar modal, Taspen juga akan mengurangi penempatan dana investasi pada deposito. Apalagi, saat ini suku bunga deposito cenderung mengalami penurunan. Di mana, instrumen investasi lain memberikan bunga lebih tinggi. Sebagai perusahaan pelat merah, kontribusi Taspen dalam membantu percepatan infrastruktur terus digenjot. Termasuk lewat penempatan investasi. Meski begitu, ia menilai secara keseluruhan instrumen SUN masih akan menjadi tempat menyimpan dana terbesar. Porsi SUN diperkirakan masih akan berada di kisaran 70 persen dari keseluruhan dana dikelola perseroan.

Sepanjang tahun lalu, Taspen mencatat hasil investasi sebesar Rp 16,81 triliun. Kondisi itu tumbuh 11 persen dibanding periode sama 2016 di kisaran Rp 15,21 triliun. Dan total aset hingga akhir 2017 tercatat sebesar Rp 230,38 triliun atau tumbuh 16 persen dibanding tahun sebelumnya. Di mana, salah satunya ditopang investasi sebesar 25 persen. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ekonomi 

Berita Terkait

IKLAN