Rabu, 17 Oktober 2018 08:21 WIB
pmk

makanmakan

Nasi Jinggo Menu Sederhana yang Mengoda

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Nasi Jinggo tidak saja digemari masyarakat lokal,  namun sudah menjadi salah satu menu makanan yang paling dicari wisatawan, khususnya wisatawan domestik. Selain murah meriah, Nasi Jinggo layak menjadi menu yang wajib dicicipi wisatawan, karena makanan ini  mencerminkan citarasa khas masakan Bali. Nasi  yang umum dijajakan di pinggir jalan ini,  sangat identik dengan makanan malam hari.

Hal ini tidak salah, karena menjelang malam, warung Nasi Jinggo mulai buka, lokasinya tersebar hampir di seluruh pelosok Kota Denpasar dan sekitarnya. Bahkan, juga sampai di Kuta, Kabupaten Badung dan sekitarnya. Beberapa kawasan di Kota Denpasar yang dikenal sebagai destinasi kuliner malam hari  adalah Jalan Thamrin, Jalan Ponogoro, dan yang paling terkenal adalah Nasi Jinggo di Pasar  Senggol Kreneng.

Apa yang menarik dari hidangan yang mirip Nasi Kucing ini? Aditya Wisesa, salah seorang wisatawan asal Jakarta mengakui jika datang ke Bali, pihaknya memang tidak pernah absen untuk menyantap Nasi Jinggo karena  sangat mudah ditemukan. "Selain itu, saya suka makan Nasi Jinggo karena  seperti masakan rumahan, sehingga citarasanya sangat khas," jelasnya kepada Bali Express (indo posGroup), beberapa waktu lalu.

Aditya mengatakan, Nasi Jinggo bisa dinikmati dimana saja, karena di Kota Denpasar sangat banyak sekali tempatnya.  Namun,  Aditya mengakui, Nasi Jinggo yang enak dinikmati adalah di Pasar Senggol Kreneng.

Alasannya? Di Pasar Kreneng, jenis menu yang disediakan tidak saja Nasi Jinggo, tetapi cukup beragam. Mulai dari soto ayam, mie goreng, bakso dan mie ayam hingga sate ayam. "Selain menu yang beragam, kawasan Kreneng  juga sangat ramai dan  warungnya buka sampai pagi," urainya.

Selain di Pasar Kreneng, ada satu lagi spot Nasi Jinggo yang ramai dikunjungi masyarakat Kota Denpasar, salah satunya adalah Nasi Jinggo yang berlokasi di Jalan Thamrin, tepatnya di sebelah utara Gedung Denpasar Cineplek.

Sariasih, pedagang Nasi Jinggo di Jalan Thamrin  mengatakan,   lapak Nasi Jinggonya  menjadi salah satu destinasi kuliner malam di Kota Denpasar. “Kami buka dari pukul 19.00 sampai pukul 02.00 dini hari,” ungkapnya.

Menu Nasi Jinggo yang disajikan  cukup beragam. Namun secara umum ada dua jenis yang dijualnya, yakni Nasi Jinggo Kuning dan Nasi Jinggo Putih dengan beragam jenis pilihan lauk. Mulai dari ayam, daging sapi hingga babi guling. Untuk ayamya berupa ayam suwir, orik tempe, dan mie. Sedangkan untuk daging sapi, sama dengan ayam, tapi kalau yang pedas ada tambahan telor yang dipotong kecil.

Sedangnya untuk lauk nasi kuningnya diisi ayam suwir, mie dan orik tempe, khusus untuk menu babi guling, terdiri dari daging babi guling, sayur daun singkong dan sambel. “Karena ada beberapa pilihan, maka pelanggan bisa memilih Nasi Jinggo sesuai  keinginannya,” paparnya.

Walaupun pilihan lauk Nasi Jinggo cukup beragam, namun ada satu item yang menjadi ciri khasnya adalah sambal yang pedasnya cetar. Sambal pedas  ini dibuat dari campuran bumbu bawang putih, bawang merah, terasi, dan tentunya cabai rawit merah sebagai sumber dari rasa pedas yang cetar.

Menurut Sari, meskipun pemasok atau yang membuat Nasi Jinggo bukan satu orang saja, namun rasa pedasnya teap sama.  Karena rasa pedas memang menjadi ciri utama dari Nasi Jinggo sehingga setiap pedagang  tetap mempertahankan rasa pedas sebagai ciri utama dari Nasi Jinggo. 

Menu Tambahan Manjakan Pelanggan

Selain Nasi Jinggo, menu kuliner malam Kota Denpasar yang juga wajib dicoba adalah Telur Merica. Sesuai dengan namanya, menu ini adalah telur setengah matang yang diberikan bumbu garam dan merica. “Biasanya menu ini dikenal sebagai penambah stamina, khususnya bagi mereka yang bekerja malam hari, sehingga menu ini sangat favorit di malam hari,” urai Sari.

Biasanya Telur Merica ini sangat identik dengan telur setengah matang, namun bagi pelanggan yang tidak suka dengan telur setengah matang,  bisa meminta pedagang membuat telur dengan tingkat kematangan yang sesuai selera.

Sari menyebutkan satu bungkus nasi jinggo all varian dibanderol dengan harga Rp 5 ribu per bungkus. Sedangkan untuk Telor Merica dijual dengan harga Rp 8 ribu per porsi dengan satu porsi berisi dua butir telur setengah matang.

Selain menjadi tempat untuk menikmati Nasi Jinggo, Warung Nasi Jinggo yang ada di Kota Denpasar, diakui Sari sering kali digunakan sebagai tempat nongkrong oleh anak muda di Kota Denpasar. “Biasanya mereka nongkrong sampai malam,” tambahnya. (bx/gek/rin/yes/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #indoposmakanmakan #kuliner 

Berita Terkait

KFPI Bagi-Bagi Resep Masakan Korea

Banten Raya

Kongkow di Rooftop Cocok Bagi Keluarga dan Gen z

makanmakan

Soal Nama "Bensu", Ruben Gugat Jessy Handalim

Headline

Nasi Liwet Jawara

makanmakan

Nasi Liwet Jawara

makanmakan

Menikmati Lezatnya Menu "The Hobbit"

Jakarta Raya

IKLAN