Jumat, 20 Juli 2018 08:23 WIB
BJB JULI V 2

makanmakan

Blue Tamblingan, Kopi Spesial Langganan Istana Presiden

Redaktur:

KOPI SPESIALIS: Pemilik restoran Don Biyu Jro Putu Ardana dengan kopi Blue Tamblingan racikannya. EKA PRASETYA/RADAR BALI

INDOPOS.CO.ID - Para penikmat kopi, perlu mencicipi kopi satu ini. Namanya Kopi Blue Tamblingan. Kopi ini lahir dari kopi arabika dan kini disebut-sebut menjadi salah satu kopi spesial di Bali.

Banyak penggemar kopi yang menikmati Blue Tamblingan. Konon kopi ini juga sudah masuk ke Istana Presiden.

Kopi Blue Tamblingan bisa Anda temukan di Restoran Don Biyu, Desa Munduk, Kecamatan Banjar. Di Bali, hanya tempat ini yang menjual Kopi Blue Tamblingan.

Selain di Bali, kopi ini hanya bisa ditemukan secara terbatas di Jogjakarta. Umumnya, kopi arabika akan memiliki perbedaan rasa karena perbedaan lokasi dan ketinggian lokasi tanam.

Pun demikian dengan Blue Tamblingan. Kopi ini ditanam pada ketinggian 1.300 meter dari permukaan laut (mdpl), dekat dengan Danau Tamblingan.

Lokasi tanamnya juga dekat dengan areal hutan lindung. Lokasi ini diyakini memberi pengaruh tertentu pada rasa.

Tanaman kopi ini juga diperlakukan special, mulai dari pemeliharaan, pemetikan, hingga pasca-panen. Hal itu memberikan rasa yang spesial dan tidak akan ditemukan pada kopi lainnya.

“Kopi ini menjadi spesial karena kami treatment secara khusus. Mulai budidaya sampai sangrai. Jadi produksinya sangat terbatas.

Hanya biji terbaik yang kami olah,” kata Jro Putu Ardana, pemilik Restoran Don Biyu sekaligus pemilik kebun kopi Blue Tamblingan.

Menurut penggemar kopi, Blue Tamblingan memiliki rasa istimewa. Rasa asam dan pahitnya cukup menonjol. Banyak yang memburunya, karena kopi ini cocok digunakan membuat espresso.

Saking istimewanya, kopi ini juga sudah masuk ke Istana Negara. Ardana mengaku tidak tahu pasti siapa yang membawanya hingga ke istana.

“Mungkin ada orang yang beli, lalu masuk ke istana dan dicicipi di sana. Saya tahunya setelah ada orang dari Kementerian BUMN yang tanya ke saya,” jelas Ardana yang juga Kelian Desa Pakraman Munduk itu.

Karena produksinya yang terbatas, kini persediaan yang tersisa di Don Biyu juga terbatas karena sudah diborong pemburu kopi.

Tahun 2017 lalu, kebun milik Ardana hanya menghasilkan enam kwintal kopi Blue Tamblingan. Sementara tahun ini, belum bisa menghasilkan.

Diperkirakan akan ada tambahan produksi kopi Blue Tamblingan, pada bulan Mei nanti. “Sekarang ya terpaksa irit-irit dulu,

karena stoknya terbatas. Mungkin bulan Mei baru ada panen lagi. Makanya sementara masih dijual terbatas dulu,” imbuhnya.

Anda yang berminat dengan kopi ini, bisa langsung membelinya di Don Biyu. Harganya cukup murah untuk kelas kopi spesialti, hanya Rp 15ribu per cangkir.

Kopi ini juga dijual dalam bentuk green bean. Bisa juga dipesan dalam bentuk sangrai, tergantung dengan selera pesanan. Harganya pun relatif murah, hanya Rp 300 ribu per kilogram. (rb/mus/eps/mus/JPR)


TOPIK BERITA TERKAIT: #indoposmakanmakan #kuliner 

Berita Terkait

Bikin Nagih dengan Jus Semangka Harris Cafee

makanmakan

Legitnya Pisang Aroma Harris Cafe

makanmakan

Sensasi Sup Buntut Harris Cafe di Tengah Ibukota

makanmakan

Nuansa Merah Putih Tersaji di Moctail Pejuang

makanmakan

Kuliner Nusantara di Hotel Berbintang

makanmakan

Yuk Coba Menu Unik Lamb Chop Tanduri

makanmakan

IKLAN