Minggu, 22 Juli 2018 04:06 WIB
BJB JULI V 2

Hukum

Soal Zumi Zola, KPK masih Fokus Pada Gratifikasi

Redaktur: Novita Amelilawaty

Gubernur Jambi Zumi Zola saat akan memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu. Foto: Ismail Pihan/Indopos

INDOPOS.CO.ID - Saat ini Gubernur Jambi Zumi Zola (ZZ) telah resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia telah menjalani pemeriksaan secara marathon mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 18.18 WIB, Senin (9/4) kemarin.

Namun demikian KPK masih fokus untuk mendalami kasus yang melibatkan mantan pesinetron tersebut, dengan dugaan kasus gratifikasi sejumlah proyek di Provinsi Jambi beberapa waktu lalu. “Kami masih fokus pada kasus gratifikasi. Pada persidangan juga dijelaskan bahwa alur dan proses pemberian suap, itu juga tentu akan kita cermati,” jelas Jubir KPK Febri Diansyah.

Sejauh ini untuk ZZ dan ARN masih disangkakan dengan pasal pasal 12 B atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke-1KUHP. Yang mana dalam pasal tersebut menyebutkan setiap gratifikasi yang diberikan kepada ASN atau penyelenggara negara, dianggap sebagai pemberian suap apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban dan tugas.

Ancaman pidana yang diterima adalah pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. “Hal tersebut akan disampaikan setelah melihat fakta persidangan yang akan diikuti oleh yang bersangkutan ke depan,” ungkap Febri lagi. (nue)


TOPIK BERITA TERKAIT: #zumi-zola #kpk #korupsi 

Berita Terkait

IKLAN