Rabu, 26 September 2018 04:13 WIB
pmk

Nusantara

Pesona Sauwandarek, Destinasi Wisata Alternatif Raja Ampat

Redaktur:

MENGGODA-Pantai dan pesisir kampung Sauwandarek yang sangat indah menjadi tempat yang menarik wisatawan. Foto. ISKANDAR ISHAK/RADAR SORONG

INDOPOS.CO.ID - RAJA Ampat sudah mendunia. Kabupaten yang baru berusia belasan tahun ini, merupakan destinasi utama wisatawan asing. Selain Piaynemo yang menjadi lokasi favorit wisatawan, tour wisata terasa belum lengkap jika tidak mengunjungi Kampung Sauwandarek yang terkenal dengan pasir putihnya dan bening air lautnya.

Suasana pagi di Raja Ampat, sangat indah. Setelah melalui perjalanan laut kurang lebih 2 jam lamanya menggunakan speedboat tujuan lokasi wisata Piaynemo, pengunjung yang terlihat di pagi itu kagum dengan terusan batu timbul di lokasi wisata andalan Raja Ampat yang sangat indah dan mengagumkan.

Memasuki gerbang Piaynemo, terdapat pos penjagaan. Yang berjaga di pos penjagaan, bertugas menarik tarif masuk speedboat maupun kapal yang membawa wisatawan masuk ke Piaynemo. Ya, Piaynemo merupakan salah satu objek wisata andalan Raja Ampat.  Wisatawan atapun siapapun yang gemar traveling, pastinya pengen sampai ke Piayanemo. Pemandangan laut dengan hamparan puluhan pulau, menyegarkan mata dan sangat indah dipandang dari ketinggian.

Objek wisata Piaynemo juga memiliki Resort Piaynemo.  Pengunjung bisa leluasa menikmati dan bermain di pantai pasir putih. Juga melihat berbagai spesies ikan yang bermain di bawah home stay dan akar-akar mangrove. Juga tak kalah menariknya telaga bintang yang selalu membuat pengunjung harus mendaki kedua kali setelah dari puncak Piaynemo.

“Tiket masuk speed Rp 600 ribu dan kapal Rp 800 ribu, sehari pengunjung minimal 20 speedboat. Jika hari libur seperti Sabtu dan Minggu bisa meningkat hingga 50 speed, apalagi saat ini sudah ada tangga yang dibuat sehingga mendaki tidak sulit lagi seperti yang pertama,” kata salah satu pengelola wisata di Piaynemo, Jhon Rumbiak saat berbincang dengan Radar Sorong di puncak Piaynemo, Sabtu (7/4).

Setelah puas menikmati keindahan Piaynemo, wisatawan selanjutnya mengunjungi Kampung Sauwandarek. Di kampung ini, wisatawan bisa berenang meyaksikan langsung keindahan alam bawah lautnya yang mempesona. Ikan-ikannya seakan jinak, bermain dan bergerombol di sekitar pelabuhan, tidak berpencar sekalipun banyak pengunjung yang bermandian.

Pasir putihnya yang terbentang kurang lebih 1 Km, juga memikat pandangan. Lautnya yang biru, airnya yang jernih belum ternoda sampah, membuat pengunjung betah berendam diri berjam-jam lamanya. Setelah asyik dan puas berenang, wisatawan selanjunya melanjutkan perjalanan ke Pasir Timbul yang lokasinya tak berapa jauh dari Kampung Sauwandarek. ”Setiap hari pantai ini sangat ramai, biasanya orang habis dari Piaynemo akan singgah untuk mandi sebentar disini sebelum ke Pasir Timbul di sebelah. Lokasi wisata ini sementara masih dalam pengembangan, home staynya juga baru mau dibangun di tanjung itu,” ujar Markus, warga Sauwandarek.

Kampung dengan penduduk 150-an orang itu, memiliki panorama yang sangat indah dan keramahan penduduknya. Jika pengen mandi atau ke belakang, pengunjung yang datang akan dipersilahkan dengan baik dan diantar ke kamar mandi atau WC umum. ”Ikannya besar-besar, lautnya sangat jernih. Saya sangat senang sekali, ini jarang sekali terlihat. Kali ini baru saya melihat ikan sebesar ini, karangnya juga bagus.” ujar Siska, salah satu wisatawan yang menyelam di dekat pelabuhan Sauwandarek. (ISKANDAR ISHAR, Sorong)


TOPIK BERITA TERKAIT: #wisata-bahari 

Berita Terkait

IKLAN