Senin, 19 November 2018 06:27 WIB
pmk

Indobisnis

Pelindo II Bangun Pelabuhan Kijing

Redaktur: Redjo Prahananda

Sekretaris Perusahaan Pelindo II / IPC Shanti Puruhita, GM Pelabuhan Pontianak, Adi sugiri dan jajarannya saat meninjau Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat

INDOPOS.CO.ID - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo)  II / IPC akan membangun Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat. Sekretaris Perusahaan Pelindo II / IPC Shanti Puruhita menjelaskan, pembangunan pelabuhan bertaraf internasional itu, salah satunya untuk meningkatkan perekonomian Kalimantan Barat. 

Menurutnya, saat ini memang ada  Pelabuhan Pontianak yang  lokasinya sangat strategis. 
"Karena sangat strategis di tengah kota, dekat jalan dan sungai Kapuas, kita tidak bisa mengembangkan pelabuhan. Sementara kapasitas kontainer bertambah," ujar Shanti saat meninjau Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (10/4).

Menurutnya, jarak Pelabuhan Pontianak dan Pelabuhan Kijing yang akan dibangun sekitar 80 kilometer. Perusahaan BUMN tersebut sengaja memilih Kijing untuk membangun pelabuhan.

"Sejak dulu Kijing sudah dikenal sebagai pelabuhan dan alur perdagangan antar negara. Itu sejak dulu sudah ada," jelas Shanti. 
Ia menambahkan, Pelabuhan Kijing  dilengkapi Kawasan Ekonomi Khusus. “Pelabuhan ini bakal jadi pelabuhan terbesar di Kalimantan," jelasnya.

Bukan cuma pelabuhan, Pelindo bakal membangun fasilitas pengolahan ikan untuk mendukung lalu lintas ekspor impor "Bahkan kami membangunSmelter alumina di belakang Pelabuhan Kijing," jelas Shanti. 

Menteri BUMN Rini M. Soemarno menargetkan proyek Smelter Alumina Mempawah mulai berproduksi 2020. Inalum, Antam dan China Alumunium Company (Chinalco) membentuk perusahaan patungan untuk merealisasikan proyek tersebut. Pabrik pengolahan bijih bauksit menjadi alumina akan memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta ton. 

Sementara itu,  GM Pelabuhan Pontianak,  Adi sugiri mengatakan, pihaknya 80 persen menangani peti kemas. 20 persen general kargo. 
"Kinerja Pelabuhan Pontianak,  cukup tinggi untuk pelabuhan sungai. Yang menjadi masalah, sulit mengembangkan fasilitas. 

“Pelabuhan berbatasan dengan jalan, jadi mustahil  bisa diperluas,  karena pelabuhan sungai tidak bisa di reklamasi," ujar Adi. Sedangkan, kinerja petikemas menurut dka selalu naik. Pada 2017 sebanyak, 244 ribu TEUs. "Pada 2018 kami menargetkan 280 ribu TEUs.”(dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelindo-ii #pelabuhan-kijing 

Berita Terkait

IKLAN