Senin, 24 September 2018 01:15 WIB
pmk

Politik

PKB Usung Jokowi-Muhaimin

Redaktur:

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

INDOPOS.CO.ID - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan percaya diri, mendeklarasikan ketua umumnya, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi). PKB menegaskan, ini bukan syarat untuk mendukung Jokowi, tetapi sebagai paket Pilpres 2019 dari partai berbasis warga Nahdiyin itu.

"Secara resmi sudah saya umumkan, yang akan diusung PKB 2019 adalah Jokowi-Muhaimin. Itu bukan syarat. Tapi memang itu yang diusung PKB," kata Cak Imin usai bertemu Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di kantor PKB, Jakarta, Selasa (10/4).

Dirinya pun meyakini Jokowi bakal meminangnya. "Ya pastinya kami harus yakin," harapnya.

Tak hanya mengumumkan dukungan, mantan Menteri Tenaga Kerja di era Susilo Bambang Yudhoyono ini juga meresmikan posko JOIN atau singkatan dari Jokowi-Imin di Jalan Tebet Barat VIII, Tebet, Jakarta Selatan. Muhaimin datang ke posko mengenakan jaket merah dan disambut yel-yel dukungan dari relawan.

"Saya nyatakan bahwa PKB pada Pilpres 2019 yang akan datang akan mengusung pasangan Jokowi-Muhaimin Iskandar atau pasangan JOIN," seru Muhaimin.

Ia pun meminta para relawan agar mensosialisasikan JOIN ke seluruh masyarakat Indonesia. JOIN akan menjadi tema perjuangan sampai Pilpres mendatang. "Kita sosialisasi ke seluruh masyarakat dan sowankan ke seluruh rakyat. JOIN akan jadi tema perjuangan sampai Pilpres 2019. Semoga Allah memberi kesuksesan dan JOIN yang akan menang 2019 mendatang," harapnya.

Cak Imin juga mengapresiasi pembentukan JOIN yang diinisiasi pendukungnya. Apalagi ia menyebut gerakan JOIN telah dilaksanakan sampai ke daerah-daerah. "Bangga dan surprise buat saya," ujar Cak Imin.

Sementara, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto usai bertemu selama 2,5 jam di kantor PKB menilai, adalah hak setiap partai politik untuk menempatkan kadernya dalam jabatan strategis di pemerintahan.

Namun, menurut dia, keputusan cawapres Jokowi akan dibahas dan diputuskan bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Siapa yang akan diusung sebagai cawapres dari PDIP itu sudah diserahkan kepada Ibu Megawati Soekarnoputri," ujarnya.

Hasto pun menilai, persemian posko JOIN adalah langkah positif untuk penjajakan koalisi pemenangan Jokowi. "Tentang bagaimana langkah selanjutnya, tentu saja Pak Jokowi akan berdialog dengan Mas Muhaimin," tambah Hasto.

Terpisah, politikus Partai Demokrat Dede Yusuf saat ditemui INDOPOS di DPR RI menegaskan, pihaknya tak mempermasalahkan keputusan PKB tersebut, terkait rencana koalisi poros ketiga. Meski begitu, lanjut Dede, dirinya tetap berharap koalisi poros ketiga yang selama ini digembar-gemborkan antara Demokrat, PKB dan PAN bisa terwujud.

"Kalau saya secara pribadi menginginkan poros ketiga ini tetap terwujud. Lebih banyak calon presiden itu lebih baik. Karena di negeri yang penduduknya banyak, memiliki orang berkualitas," ucapnya.

Ia yakin, sikap PKB tersebut belumlah final. "Dan apa yang diucapkan oleh PKB saya pikir masih bisa saja berubah. Politik masih dinamis hingga pendaftaran Presiden Agustus nanti," pungkasnya. (dil)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #muhaimin-iskandar #pilpres-2019 #capres-cawapres-2019 #pkb 

Berita Terkait

IKLAN