Rabu, 21 November 2018 09:20 WIB
pmk

Nasional

Fahri: KPK Selesaikan Kasus Bank Century, Jangan Bermain di Kasus Kecil

Redaktur: Ali Rahman

Wakil ketua DPR Fahri Hamzah, saat diwancarai sejumlah wartawan di Gedung Pressroom DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/4) lalu.

INDOPOS.CO.ID - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalankan putusan PN Jakarta Selatan untuk melanjutkan proses penyidikan skandal Bank Korupsi.

Menurutnya, keputusan PN Jaksel yang memenangkan gugatan praperadilan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) harus menjadi pintu masuk membuka tersangka baru yang selama ini terkesan dilindungi.

"Ini sebuah teguran keras bagi KPK yang beberapa tahun ini menghentikan kasus itu. Padahal keputusan pengadilan Tipikor beberapa tahun lalu juga sudah memerintahkan memproses Budi Mulya Cs," tegas Fahri saat dihubungi wartawan, Rabu (11/4).

Tidak hanya itu, lanjut Fahri, putusan PN Jaksel itu juga menjadi sindiran bagi kinerja KPK yang dinilainya hanya bermain di kasus-kasus kecil

"Menarik untuk dibuka lebih jauh apa sebetulnya yang terjadi di KPK sehingga lembaga ini membuat kasus Centur yang kerugian negara Rp 6,7 triliun malah dihentikan. Dibandingkan dengan ditangkapnya hakim hanya Rp 50 juta, auditor Rp 40 juta ataupun jaksa yang nerima (suap) Rp 10 juta. Ini tidak ada gunannya," ujarnya memungkasi.

Diketahui sebelumnya, PN Jakarta Selatan memerintahkan KPK agar menetapkan status tersangka untuk mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono, mantan Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad, dan mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan Raden Pardede.

Perintah itu disampaikan dalam putusan praperadilan yang diajukan MAKI selaku pemohon kepada KPK selaku termohon, dengan nomor gugatan Praperadilan Nomor 24/Pid.Prap/2018/Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Gugatan ini terkait penghentian penyidikan terkait peran Boediono dalam kasus korupsi dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan pemberian bailout untuk Bank Century yang sudah menyeret Budi Mulya sebagai terpidana.

“Memerintahkan termohon untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century, dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliawan D. Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan atas nama terdakwa Budi Mulya, atau melimpahkannya kepada kepolisian, dan atau kejaksaan, untuk dilanjutkan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan, dalam proses persidangan di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat,” kata hakim tunggal Effendi Muchtar saat membacakan putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (9/4).

Dalam pertimbangannya, hakim Effendi meminta KPK bersikap adil sebagai penegak hukum dan meminta KPK melanjutkan pemeriksaan dan penuntutan agar perkara Budi Mulia diproses secara tuntas.

Hakim Effendi juga menilai, KPK harus memproses nama-nama yang terdapat dalam dakwaan apapun risiko karena sebagai konsekuensi logis KPK kepada masyarakat bahwa dalam penindakan dilarang melanggar prinsip-prinsip dan asas-asas dalam teori hukum pidana. (dil)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #fahri-hamzah #kpk #kasus-bank-century 

Berita Terkait

IKLAN