Kamis, 19 Juli 2018 04:28 WIB
BJB JULI V 2

Indobisnis

IPC Lakukan Pencanangan Pembangunan Terminal Kijing Pontianak

Redaktur: Ali Rahman

Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya, Plt Bupati Mempawah, Gusti Ramlana, Kepala KSOP Pontianak, Bintang Novi, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kalimantan Barat Alexander Rombonang, Komisaris Utama IPC Timpak H. Panggabean dan Pangeran Mude Abidin Muhammad. Saat melakukan pencanangan pembangunan Terminal Kijing Pontianak yang berada di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

INDOPOS.CO.ID - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II / IPC, melakukan pencanangan pembangunan Terminal Kijing Pontianak. Perusahaan BUMN tersebut telah menyiapkan anggaran Rp 5,6 triliun untuk membangun terminal seluas 200 hektar yang berlokasi di Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (11/4).

"Pembangunan Terminal Kijing Pontianak, yang merupakan salah satu proyek strategis nasional, akan kami lakukan secara bertahap. Pada 2019 kami menargetkan sudah bisa beroperasi dan melayani 500 ribu TEUs. Adapun target pengerjaan seluruhnya kami targetkan rampung pada tahun 2021," ujar Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya, saat melakukan Pencanangan Terminal Kijing, di Mempawah, Rabu (11/4).

Untuk tahun ini, perusahaan menyiapkan capex Rp Rp 11,6 triliun. Alokasi anggaran itu, menurut Elvyn tidak hanya untuk Terminal Kijing. Namun juga pembangunan lainnya yang dilakukan IPC. Seperti Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan sebagainya.

"Untuk Terminal Kijing, pada pembangunan tahap pertama, IPC akan membangun empat terminal. Yakni terminal multiguna, terminal curah cair, terminal peti kemas, dan terminal curah kering," jelas Elvyn.

Kapasitas terminal peti kemas diproyeksi mencapai 1 juta TEUs. Sedangkan untuk curah cair dan curah kering masing-masing 8,3 juta ton dan 15 juta ton, serta untuk kapasitas terminal multiguna.

"Pada tahap pertama diproyeksikan mencapai 500 ribu ton per tahun. Pada pengembangan tahap pertama, IPC akan membangun lapangan penumpukan, gudang, tank farm, silo, jalan, lapangan parkir, kantor pelabuhan, kantor instansi, jembatan timbang, serta fasilitas penunjang lainnya," jelas Elvyn.

Luas dermaga yang dibangun pada tahap awal ini yaitu 15 hektar untuk dermaga curah kering, 7 hektar untuk dermaga multiguna, 9,4 hektar untuk dermaga petikemas, dan 16,5 hektar untuk dermaga curah cair.

"Nantinya, pengembangan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak juga akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga dapat menjadi pusat industry pengolahan bahan baku baik untuk kebbutuhan domestik maupun ekspor," beber Elvyn.

Ia menambahkan, pembangunan Terminal Kijing yang bertujuan untuk membangun konektivitas infrastruktur pelabuhan nasional. Yang akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah pada khususnya serta pertumbuhan ekonomi nasional pada umumnya. "Keberadaan terminal ini akan memperkuat konektivitas antarpulau, sekaligus mendekatkan cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia," jelas Elvyn.

Ia menambahkan, pembangunan terminal Kijing merupakan pengembangan dari Pelabuhan Pontianak. Hal itu sebagai solusi atas keterbatasan lahan serta tingginya tingkat sedimentasi sungai yang menyebabkan kapal besar sulit bersandar. Dengan adanya Terminal Kijing yang mempunyai draft -15 mLws kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam Kalimantan khususnya Kalimantan Barat.

"Terminal ini nantinya akan dikembangkan dengan konsep digital port yang dilengkapi dengan peralatan bongkar muat modern sehingga sejalan dengan visi IPC untuk menjadi Pengelola Pelabuhan Kelas Dunia yang Unggul Dalam Operasional dan Pelayanan," pungkasnya. (dai)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #ipc #pelindo-ii 

Berita Terkait

IKLAN