Selasa, 13 November 2018 10:00 WIB
pmk

Indobisnis

Bank DKI Transformasi Menuju Digital Banking

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Bank DKI hari ini merayakan HUT ke-57 yang jatuh pada (11/4) 2018. BUMD DKI ini berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian penting di tahun 2017. 

”Tahun 2017 merupakan tahun yang menantang, namun Bank DKI berhasil mencatatkan berbagai pertumbuhan kinerja, seiring dengan berbagai inisiatif strategis yang menjadi milestone pencapaian Bank DKI tahun ini,” ujar Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi di Jakarta, (11/04). 

Dikatakan, untuk menjawab tantangan tersebut, Bank DKI terus meningkatkan perannya dalam penerapan teknologi dan digital perbankan. Yakni, melalui peluncuran aplikasi JakOne Mobile. 

Kresno mengatakan, per Desember 2017, Bank DKI berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar Rp 51,41 triliun atau tumbuh sebesar 26,74 persen dari Rp 40,56 triliun pada tahun 2016. Pertumbuhan total aset tersebut berada diatas rata-rata pertumbuhan perbankan nasional yang tercatat sebesar 9,79 persen di tahun 2017.”

Pencapaian total aset tersebut terutama didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat signifikan pada tahun 2017. DPK per 31 Desember 2017 tercatat sebesar Rp 38,33 triliun, tumbuh sebesar 34,74 persen dari Rp 28,45 triliun pada tahun 2016. Pertumbuhan tersebut juga berada di atas rata-rata pertumbuhan DPK perbankan nasional yang tercatat sebesar 9,40 persen di tahun 2017.

Terkait dengan penyaluran kredit, meskipun masih berfokus pada upaya perbaikan kualitas kredit, perseroan tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 9,09 persen dari semula tercatat sebesar Rp 24,87 triliun pada tahun 2016 menjadi sebesar Rp 27,13 triliun pada akhir tahun 2017. 

Pertumbuhan kredit tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional yang tercatat sebesar 8,27 persen di tahun 2017.

Berbagai upaya perbaikan kualitas kredit yang telah dilakukan mendorong penurunan rasio NPL Perseroan dimana NPL gross dan NPL Net Perseroan pada tahun 2017 menunjukkan perbaikan yang signifikan dengan realisasi masing-masing sebesar 3,76 persen dan 2,31 persen. Rasio NPL tersebut jauh lebih baik dibanding tahun 2016 sebesar 5,35 persen dan 2,75 persen.

Berbagai aktivitas bisnis yang dilakukan di sepanjang tahun 2017 telah berhasil mendorong pencapaian laba perseroan yang positif. Laba bersih per 31 Desember 2017 tercatat sebesar Rp 712,17 miliar, meningkat 10,40 persen terhadap tahun 2016 sebesar Rp 645,11 miliar.

Kresno menyebutkan, untuk menjawab tuntutan masyarakat akan transaksi keuangan yang cepat dan modern, Bank DKI melakukan berbagai inovasi menuju digital banking. Pada akhir tahun 2017, Bank DKI telah meluncurkan JakOne Mobile sebagai aplikasi layanan keuangan digital yang terdiri mobile banking dan mobile wallet dan dapat dipergunakan untuk melakukan transaksi kebutuhan sehari-hari seperti pembayaran biller Telkom PSTN dan tagihan air.

Selain itu, JakOne Mobile juga dapat dipergunakan untuk melakukan pembayaran tiket maskapai penerbangan, pembayaran TV berlangganan dan pembayaran tagihan pulsa prabayar dan pascabayar melalui smartphone pada merchant-merchant yang bekerjasama dengan Bank DKI. 

Aplikasi tersebut dapat diunduh melalui Google Play store pada android dan App Store pada IOS.
Pengguna JakOne Mobile juga dapat melakukan pembukaan rekening tabungan secara online. 

“Pembukaan rekening tersebut cukup mudah dimana nasabah hanya perlu mengunggah kartu identitas, pengisian data pribadi dan verifikasi OTP pada aplikasi JakOne Mobile. Setelah itu, calon nasabah dapat mengatur jadwal dengan petugas Bank DKI untuk melakukan verifikasi data, sehingga memudahkan calon nasabah dalam melakukan pembukaan rekening” ungkap Kresno.

JakOne Mobile juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran dengan menggunakan fitur scan to pay pada merchant-merchant yang sudah bekerjasama dengan Bank DKI. “Pengguna JakOne Mobile hanya perlu melakukan scanning pada QR Code yang disediakan oleh merchant-merchant yang sudah bekerjasama dengan Bank DKI antara lain warteg Kharisma Bahari, kantin-kantin di sekitar lingkungan Pemprov DKI, pedagang UMKM di pasar-pasar serta merchant lifestyle seperti McDonald, Dum-Dum Thai Tea dan Baskin Robbins dan lain-lain," imbuhnya.

Bank DKI juga melakukan pengembangan fitur pada JakOne Mobile dengan melakukan penambahan biller BPJS Kesehatan, Pajak Bumi dan Bangunan serta Digitalisasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Polda Metro Jaya. Atas hal tersebut, bulan lalu Bank DKI berhasil mendapatkan rekor MURI pada kategori Pelayanan STNK secara Digital dengan Sistem Pembayaran melalui QR Pertama di Indonesia.

Selain pengembangan digital, Bank DKI juga fokus pada pengembangan bisnis pada segmen UMKM. Hal tersebut direalisasikan dengan meningkatkan kemampuan ekonomi pengusaha UMKM. Yakni melalui penyaluran kredit dan layanan perbankan lainnya bersama dengan PD Pasar Jaya. 

Jangkauan layanan semakin terasa ketika di tahun 2017, Bank DKI membuka 26 outlet sehingga pada akhir tahun 2017 jumlah outlet di pasar-pasar menjadi 37 outlet. Dalam penyaluran kredit, Bank DKI memberikan layanan cash pick up dengan mobile collection yang bertujuan untuk memberikan kemudahan karena setiap angsuran yang para pedagang setorkan akan memiliki struk tanda terima yang sah dan tercatat pada sistem Bank DKI.

Bank DKI juga menjalin kerjasama pembiayaan dengan 62 Lokbin dan Loksem Binaan Dinas UMKM. Hal tersebut mendorong peningkatan penyaluran kredit mikro yang tumbuh signifikan yaitu sebesar Rp 426 milyar pada tahun 2017 atau meningkat 103,70 persen dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp 209 milyar.

Bank DKI menyambut positif sinergi dengan program OK OCE sebagai perluasan penyaluran kredit kepada pengusaha UMKM. "Program OK OCE yang ditujukan kepada pengusaha kecil yang baru merintis usahanya tentu akan menjadi basis customer Bank DKI," tandas Kresno.

Sebagai bentuk dukungan kepada Pemprov DKI, Bank DKI melayani pembayaran retribusi bekerjasama dengan Badan Pelayanan TeRp adu Satu Pintu (PTSP) dengan membuka layanan di 267 Kelurahan DKI Jakarta. 

Bank DKI juga menerima pembayaran retribusi IPL di Rusun-Rusun milik Pemprov DKI. Selain itu, Bank DKI juga merealisasikan penggunaan Cash Management System di 812 SKPD/UKPD DKI Jakarta. Saat ini, Bank DKI telah memiliki 906 jaringan ATM dan 1.528 jaringan EDC yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.(dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bank-dki #transformasi-menuju-digital-banking 

Berita Terkait

Bayar PBB di JakOne Mobile Dapat Motor

Jakarta Raya

Bank DKI Buka Kantor di UPPRD Cipayung

Jakarta Raya

Bank DKI Tambah Kantor Layanan di UPPRD Cilandak

Jakarta Raya

IKLAN