Jumat, 20 Juli 2018 06:27 WIB
BJB JULI V 2

utama

Golkar Harga Mati Jokowi Dua Periode

Redaktur:

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto CHARLIE/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID – Jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendeklarasikan pasangan Joko Widodo – Muhaimin Iskandar untuk Pilpres 2019, Partai Golkar malah tak pasang target. Walau internal partai menginginkan Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto mendampingi Jokowi, namun Partai Golkar tetap legowo jika pada akhirnya Jokowi menentukan figure lain.

“Kami menyodorkan Pak Airlangga untuk mendampingi Jokowi. Itu target kami sejak Munaslub lalu,” kata Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar Agung Laksono, kepada wartawan, Selasa (10/4).

Dikatakan, ada alasan lain mengapa partainya memilih Airlangga Hartarto sebagai ketua umum. Salah satunya karena dianggap cocok mendapingi Jokowi pada pilpres 2019. "Pada saat Munaslub, partai tidak hanya mencari ketua umum, tapi sekaligus mencari (sosok), apakah dia kompatibel sebagai cawapres. Apa bisa pas. Sudah dipikirkan apa bisa satu paket," kata Agung.

Oleh karena itu, kata Agung, Golkar berharap Jokowi memilih Airlangga sebagai pendampingnya. "Kami berharap, cawapresnya Jokowi itu adalah Ketua Umum Partai Golkar. Tentu Pak Airlangga Hartarto," tegasnya.

Hanya saja, tambah Agung, partainya tak ingin buru-buru dan masih mencermati gelagat serta dinamika politik yang ada. "Itu tidak tertutup kemungkinan. Artinya, melihat perkembangan, peluangnya, kebutuhannya, dinamikanya seperti apa, harus kita pertimbangkan," akunya.

Terpisah, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyatakan, partainya tidak akan sakit hati jika cawapres yang dipilih Jokowi bukan berasal dari kader partai pendukung. "Parpol enggak mencari pacar, yang diinginkan adalah Pak Jokowi (terpilih) untuk periode kedua," kata Airlangga kepada wartawan, Selasa (10/4).

Menteri Perindustrian itu juga mengaku, akan membahas soal cawapres Jokowi dalam pilpres 2019, usai pilkada berlangsung. Menurutnya, hal ini juga bergantung pada koalisi partai-partai pengusung Jokowi.

"Kita bahas sesudah pilkada. Itu kan berpulang lagi pada koalisi penyokong presiden," imbuhnya.

Ia menegaskan, Golkar saat ini sudah solid untuk mendukung Jokowi selama dua periode. Oleh karena itu ia juga ingin mendorong pemenangan Jokowi di pemilu 2019 nanti. "Kami dorong pemenangan pilkada dahulu," kata Airlangga.

Ditambahkan Wakil Sekretaris Jenderal Pemenangan Pemilu Golkar, Ali Mochtar Ngabalin, Partai Golkar tidak mempermasalahkan siapa yang akan dipilih Jokowi sebagai cawapres. Termasuk jika akhirnya Jokowi memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Cak Imin atau lainnya.

Ngabalin mengatakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto telah memastikan Golkar menyerahkan kepada Jokowi untuk menentukan siapa cawapresnya. Bagi Golkar, sudah menjadi keputusan partai mencalonkan Jokowi sebagai capres dan tidak akan mengalami perubahan.

"Siapa pun cawapres yang Pak Jokowi tetapkan, termasuk AHY atau nama cawapres lain," kata Ngabalin kepada wartawan, kemarin.

Ngabalin melanjutkan, Golkar pada posisi tidak berharap cawapres dari internal partai. Namun, kalau nanti misalnya Jokowi memilih cawapres Airlangga Hartarto, tentu Golkar akan sangat bersyukur dan berterima kasih.

"Tapi kita tidak pada posisi mengajukan Ketua Umum Golkar sebagai cawapres, kecuali kalau diminta kami akan persiapkan diri," pungkasnya.

Soal deklarasi Golkar ke capres Jokowi dan cawapresnya, dikatakannya, tentu menunggu siapa yang akan diusung oleh Jokowi. Nanti akan ada waktunya Golkar harus putuskan dalam keputusan resmi partai menjelang tahapan pendaftaran nanti. Intinya, Golkar akan ikut siapa pun nama cawapres yang diputuskan Jokowi. Golkar juga tidak membuat syarat-syarat personifikasi siapa yang layak sebagai cawapres. Siapa pun nama tersebut, apakah dari kader partai di antara partai koalisi atau dari unsur profesional.

"Kami percaya pasti sebelum menetapkan, Golkar akan diajak bicara. Dan pasti akan yang terbaik bagi semua partai koalisi," imbuh Ngabalin.

Diamini Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily. Dia menyebut, partainya berbeda dengan PKB, Golkar tak akan mematok syarat dalam mendukung Jokowi. "Partai Golkar memberikan dukungan kepada Pak Jokowi tidak dengan syarat-syaratan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/4).

Bagi Golkar, lanjutnya, Jokowi sebaiknya tidak dipaksa-paksa menentukan cawapres. Ace menyerahkan sepenuhnya soal posisi cawapres kepada Jokowi.  Lagi pula, deklarasi Jokowi-Cak Imin bukan apa-apa.

"Kami percaya Pak Jokowi akan memilih cawapresnya dengan berbagai pertimbangan sesuai dengan apa yang dibutuhkan bangsa ini," sebut Ace.  (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #golkar #jokowi-menuju-2019 #pemilu-2019 

Berita Terkait

IKLAN