Selasa, 24 Juli 2018 12:26 WIB
BJB JULI V 2

Ekonomi

Pelindo II Bangun Terminal Kijing Rp 5,6 T

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II bakal membangun Terminal Kijing Pontianak senilai Rp 5,6 triliun. Perusahaan BUMN itu bakal membangun terminal seluas 200 hektar (ha) di Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar). Terminal Kijing Pontianak, merupakan salah satu proyek strategis nasional.

”Kami akan bangun secara bertahap. Pada 2019 mendatang kami target sudah bisa beroperasi dan melayani 500 ribu TEUs. Dan, pengerjaan seluruhnya ditarget rampung pada 2021," tutur Direktur Utama Indonesia Port Corporation (IPC), Elvyn G Masassya, saat Pencanangan Terminal Kijing, di Mempawah, Kalbar, Rabu (11/4).

Ia menambahkan, saat ini sudah banyak investor tertarik memanfaatkan fasilitas Terminal Kijing Pontianak. Contohnya seperti BUMN Tambang. Karena perusahaan segera bekerja sama dengan Inalum dan Antam. ”Di luar itu masih banyak investor yang berminat," ujar Elvyn.

Tahun ini, perusahaan menyiapkan belanja modal Rp 11,6 triliun. Alokasi anggaran itu, tidak hanya untuk Terminal Kijing. Namun, juga pembangunan lain IPC seperti Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan sebagainya. "Pembangunan tahap pertama, IPC akan membangun empat terminal. Yakni terminal multiguna, terminal curah cair, terminal peti kemas, dan terminal curah kering," jelas Elvyn.

Kapasitas terminal peti kemas diproyeksi mencapai 1 juta TEUs. Sedang untuk curah cair dan curah kering masing-masing 8,3 juta ton dan 15 juta ton, serta untuk kapasitas terminal multiguna. Pada tahap pertama diproyeksikan mencapai 500 ribu ton per tahun. Pada pengembangan tahap pertama, IPC akan membangun lapangan penumpukan, gudang, tank farm, silo, jalan, lapangan parkir, kantor pelabuhan, kantor instansi, jembatan timbang, serta fasilitas penunjang lainnya.

Luas dermaga dibangun tahap awal itu 15 hektar (ha) untuk dermaga curah kering, 7 ha untuk dermaga multiguna, 9,4 ha untuk dermaga petikemas, dan 16,5 ha untuk dermaga curah cair. Nantinya, pengembangan Terminal Kijing akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga menjadi pusat industri pengolahan bahan baku baik untuk kebutuhan  domestik dan ekspor.

Proyek Terminal Kijing untuk membangun konektivitas infrastruktur pelabuhan nasional. Itu diyakini berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah khususnya dan pertumbuhan ekonomi nasional umumnya. Terminal Kijing merupakan pengembangan Pelabuhan Pontianak. Itu sebagai solusi atas keterbatasan lahan serta tingginya tingkat sedimentasi sungai menyebabkan kapal besar sulit bersandar. Nah, Terminal Kijing dengan draft -15 mLws kapal-kapal besar dapat bersandar dan melakukan kegiatan bongkar muat. "Terminal ini nanti akan dikembangkan dengan konsep digital port dilengkapi peralatan bongkar muat modern sehingga sejalan dengan visi IPC untuk menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Menteri BUMN Rini M. Soemarno mematok proyek Smelter Alumina Mempawah mulai berproduksi 2020. Inalum, Antam dan China Alumunium Company (Chinalco) akan membentuk perusahaan patungan untuk merealisasikan proyek tersebut. Pabrik pengolahan bijih bauksit menjadi alumina akan memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta ton. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pelindo #bumn 

Berita Terkait

Ribuan Pekerja Tolak Penjualan Aset

Nasional

Pelindo IV Geber Pembangunan Proyek Strategis

Indobisnis

Lima Kompetensi Jadi Pemimpin BUMN

Indobisnis

Iqbal Latanro Kembali Pimpin PT Taspen

Nasional

IKLAN