Senin, 24 September 2018 08:41 WIB
pmk

Nusantara

Pasar Terbesar di Manokwari Berkobar, 26 Kios Ludes

Redaktur:

SI JAGO MERAH-Api yang membakar Pasar Sanggeng Manokwari menghanguskan 26 kios, (11/4). Foto: Laode Mursdin/Radar Sorong/JPG_

INDOPOS.CO.ID - Pasar terbesar di Manokwari, Papua Barat yang dibangun pada era pemerintahan Bupati Drs Esau Sesa terbakar pada Rabu (11/4) pagi sekitar pukul 05.00 WIT. Sebanyak 26 kios di lantai 2 Pasar Sanggeng ini ludes terbakar, tak satupun barang di dalam kios terselamatkan.

Pasar Sanggeng yang terkenal dengan sebutan Pasting (Pasar Tingkat) merupakan salah satu icon Manokwari. Ada 4 bangunan berlantai 2 dan 3. Pusat perbelanjaan terbesar di daerah ini, menjual berbagai kebutuhan bahan pokok, pakaian, alat elektronik hingga sayur-mayur. Bahkan beberapa petak dijadikan sebagai kantor pelayanan perbankan dan toko emas.

Kebakaran terjadi pagi itu menghebohkan warga. Asap tebal yang terlihat dari berbagai penjuru mengepul di langit. Kobaran api sangat cepat merembet ke kios-kios lainnya. Pantauan Radar Sorong di tempat kejadian, kobaran api jelang fajar terbitnya matahari disertai dengan percikan bunga api beberapa kali di meteran listrik. ”Percikan seperti kembang api,” ujar warga Sanggeng yang menyaksikan kebakaran dari jarak sekitar 50 meter.

Sesaat tak banyak yang dilakukan untuk memadamkan api.  Si Jago Merah terus menghanguskan barang di dalam kios, bahkan pintu aluminum pun melelah karena panas. Hingga akhirnya sekitar 30 menit setelah kejadian, mobil pemadam kebakaran Pemkab Manokwari muncul dan disusul damkar Pemprov Papua Barat.  Namun  upaya pemadaman kedua mobil Damkar tersebut belum mampu memadamkan api yang terus membesar.

Dua mobil water canon Polres Manokwari dan Sat Brimob ikut dikerahkan. Beberapa mobil tanki air juga diterjunkan untuk menyuplai air ke mobil damkar dan water canon. Di  tengah proses pemadaman, seorang pemilik toko emas di lantai 1 mencoba membuka pintu untuk mengambil barang-barang berharga. Dia membatalkan niatnya lantaran diteriaki warga.

Bisa dikatakan beruntung karena api hanya menghanguskan kios dan tempat menjahit di lantai 2. Padahal keempat bangunan Pasting berdekatan.  Tiga bangunan lainnya   yang luput dari kebakaran merupakan kios pakaian. Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Pintu tempat usaha yang terbuat dari besi cukup menyulitkan petugas damkar. Beberapa pintu kios terpaksa dijebol.

Dir Sabhara Polda Papua Barat AKBP Sugeng Widodo dan Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Papua Barat Derek Ampnir turun langsung memimpin upaya pemadaman. Puluhan personel polisi juga dilibatkan berjaga-jaga di sekitar pasar.

Warga yang tempat usahanya terbakar hanya bisa pasrah. Beberapa pedagang dan penjahit shock berat. Semua  barang dagangan ludes hanya hitungan jam. Demikian pula mesin jahit tinggal rangka. Hingga akhirnya sekitar pukul 09.00 WIT tersisa titik api di beberapa tempat. Polisi memberi garis polisi, sedangkan  para pejahit yang tempat  usahanya terbakar hanya bisa mengeluarkan rangka mesin jahit.

Kuat dugaan korsleting listrik atau arus pendek sebagai penyebab kebakaran. Hal ini pun dikuatkan keterangan saksi bahwa api muncul dari meteran listrik di bagian tengah  di lantai 2. “Korsleting listrik. Tadi ada yang melihat api dari meteran di lorong lantai 2,” ujar Amir Habe, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar  kepada wartawan. Amir belum bisa memperkirakan berapa jumlah kerugian akibat kejadian ini. Pada pedagang, penjahit akan dikumpulkan  untuk ditanyai kerugian masing-masing. Namun diperkirakan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, ikut menyempatkan diri meninjau Pasar Sanggeng yang terbakar. Dia menyemangati para korban agar tidak terlalu lama bersedih. Pemprov Papua Barat dan Pemkab Manokwari akan melakukan langkah-langkah pemulihan.

Untuk jangka pendek, akan dibangun tempat usaha darurat sehingga pedagang dan penjahit yang kehilangan tempat usaha bisa segera beraktifitas. Sedangkan untuk jangka  panjang, salah satu bangunan Pasar Sanggeng yang terbakar akan dibangun kembali. “Ini harus kita bangun lagi. Memang gedung  yang ada sudah cukup lama. Perlu kita rencanakan untuk bangun baru,” tandas gubernur. (lm/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kebakaran 

Berita Terkait

Api Membara di Gunung Wilis

Nusantara

Kantin Trans Mart Cilandak KKO Terbakar

Jakarta Raya

35 Tewas gara-gara Penasaran

Internasional

Penyebab Kebakaran Museum Kuno Brasil Terungkap

Internasional

Museum Kuno Hangus Terbakar

Internasional

IKLAN