Jumat, 20 Juli 2018 07:53 WIB
BJB JULI V 2

Politik

Pilgub Sulsel Menghangat, Agus Merangkak Naik

Redaktur:

SOSIALISASI-Spanduk Cagub-Cawagub Sulsel dan Cawali Makassar dipasang berhadapan oleh KPU Sulsel dan Makassar. Foto: Tawakkal/Fajar/JPG

INDOPOS.CO.ID- Dinamika dan suhu politik di Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel) mulai menghangat. Adu konsep dan gagasan semakin sering dilemparkan oleh masing-masing pasangan Cagub Sulsel kepada masyarakat.

Sejauh konsep dan gagasan itu dianggap realistis dan memiliki harapan besar bagi masyarakat, pasti akan diterima dan berdampak langsung terhadap elektabilitas sang kandidat. Jika sebaliknya, pasti akan menurunkan tingkat kepercayaan publik. Itulah ‘hukum besi’ dalam pertarungan Pemilu di Indonesia.

Demikian ulasan Pengamat Komunikasi UIN Alaudin Makassar Firdaus Muhammad di Makassar, Sulsel. Rabu (11/4) menanggapi dinamika yang terjadi di Pilgub Sulsel belakangan ini.

Menurut Firdaus, setelah saling lempar konsep dan adu gagasan antarkandidat, ada gejala menarik di Pilgub Sulsel yakni, Agus Arifin Nu’mang, wagub Sulsel yang selama 10 tahun mendampingi Syahrul Yasin Limpo (SYL) sepertinya mulai bergeliat dalam pencalonannya. Dukungan terhadap Agus terus merangkak naik.

Tagline Agus “Lanjutkan Pembangunan, Bukan Dinastinya” jelas-jelas memberikan pesan kontribusinya dalam kegiatan teknokrasi pembangunan Sulsel selama ini. ”Agus mengklaim dalam taglinenya sebagai figur bersih, jujur, dan telah membangun Sulsel. Tagline itu membandingkan dengan kandidat yang lain,” ungkap Firdaus.

”Selama ini Agus dikenal sebagai sosok low profile, figur yang jarang memperlihatkan diri, dan selalu di belakang sosok Syahrul Yasin Limpo yang merupakan media darling. Terfokusnya perhatian media ke SYL dan keengganan Agus tampil di muka seperti menenggalamkan figur ini.

Menurut Firdaus, di media sosial, dalam polling koran lokal Fajar, Agus yang sebelumnya tidak diunggulkan dalam survei itu langsung melejit. ”Sosok Agus memang low profile. Namun, sejatinya dia telah berkontribusi besar bagi pembangunan Sulsel. Coba lihat mayoritas pembangunan Sulsel yang ditonjolkan selama ini, kan pembangunan pertanian yang menghasilkan overstock maupun pembangunan infrastruktur. Siapa sih yang jago pertanian, dan juga strategi teknokrasi di Sulsel? Ya, pak Agus itu,” ujarnya.

Saat ini, kata Firdaus, harus diakui, Agus sosok the least evil. Tidak pernah berkasus. Masyarakat mengharapkan terwujudnya clean and good governance di Sulsel. Dan harapan itu ada di Agus. Kalau dinasti politik, di mana-mana pasti akan memunculkan kasus korupsi.

”Juga, bagaimana kalau Sulsel dipimpin orang yang pernah dipenjara? Wah, itu secara etika dan moral sudah terbebani masa lalu. Sosok Agus juga bukan tipe yang membesar-besarkan pencitraan, seperti kandidat lain yang kuatkan pencitraan tapi lemah bukti. Sampai-sampai menolak data BPS,” pungkas Firdaus. (nym/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilgub-sulsel #pilkada-serentak-2018 

Berita Terkait

IKLAN