Jumat, 20 Juli 2018 07:57 WIB
BJB JULI V 2

Ekonomi

BAF Jajakan Obligasi Rp 1 T

Redaktur:

CARI DANA-(kanan-kiri ) Wakil Presiden Direktur BAF Yoshiki Watanabe, CEO BAF Lynn Ramli, Direktur BAF A Lung Ng dan Toshiyuki Kojima berbincang seusai pengumuman penerbitan obligasi II di Jakarta (11/4). TONI SUHARTONO/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Manajemen Bussan Auto Finance (BAF) bakal menghimpun dana melalui pasar modal. Itu ditunjukkan dengan menjajakan obligasi sejumlah Rp 1 triliun. Surat utang itu telah mengantongi peringkat idAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). "Obligasi perdana tahun lalu mendapat respons positif investor, kini kami kembali menerbitkan surat utang serupa," tutur Chief Executive Officer (CEO) BAF Lynn Ramli di Jakarta, Rabu (11/4).

Obligasi itu diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100 persen dari nilai pokok diterbitkan dalam 2 seri yaitu seri A berjangka 370 hari dan seri B berdurasi 3 tahun. Obligasi itu berbunga 6,00-6,50 persen untuk seri A dan 7,50-8,25 persen untuk seri B. Pembayaran bunga dilakukan setiap 3 bulan. "Dana hasil obligasi seluruhnya untuk modal kerja pembiayaan," imbuhnya.

Sepanjang tahun lalu, BAF membukukan pembiayaan baru Rp 6,0 triliun, naik 13,3 persen dari edisi sama 2016 di kisaran Rp 5,3 triliun. Capaian itu terefleksi dari laba tahun berjalan tumbuh 122,7 persen menjadi Rp 182,7 miliar dari periode sama 2016 di level Rp 82,1 miliar. Jumlah aset tumbuh 9,5 persen Rp8,0 triliun dari edisi sama 2016 di kisaran Rp 7,3 triliun.

Sejalan dengan itu, rasio return on equtiy (ROE), return on asset (ROA), net profit margin, serta rasio keuangan lain turut membaik. Selain itu, BAF juga mampu menjaga rasio non-performing financing (NPF) pada level positif yaitu 0,65 persen dari tahun lalu 0,91 persen. Rasio itu masih jauh lebih baik dibanding NPF industri pembiayaan di kisaran 2,96 persen.

Untuk obligasi, perusahaan menujuk Indo Premier Sekuritas dan Ciptadana Sekuritas Asia sebagai penjamin pelaksana emisi serta Bank Mandiri (BMRI) sebagai wali amanat. Masa penawaran awal (book building) dilakukan dari 9-20 April 2018, sedang  perkiraan masa penawaran umum obligasi pada 7-9 Mei 2018. Perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah 3 Mei 2018. Pencatatan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan pada 16 Mei 2018. (far)


TOPIK BERITA TERKAIT: #baf #ekonomi 

Berita Terkait

IKLAN