Selasa, 23 Oktober 2018 11:30 WIB
pmk

Ekonomi

Sistem Pembayaran QR Bank DKI Sabet Rekor MURI

Redaktur:

SERIUS-Kresno Sediarsi.

INDOPOS.CO.ID - Bank DKI sepanjang tahun lalu mencatat sejumlah pencapaian penting. Itu seiring aneka inisiatif strategis menjadi milestone performa manajemen. Padahal, tahun lalu tergolong sulit dan menantang.

Berkat penerapan teknologi dan digital perbankan, berupa peluncuran aplikasi JakOne Mobile. Batu sandungan itu bisa dilewati dengan sukses. Alhasil, Bank DKI mentabulasi aset Rp 51,41 triliun, naik 26,74 persen dari edisi 2016 di kisaran Rp 40,56 triliun. Pertumbuhan total aset itu berada diatas rata-rata pertumbuhan perbankan nasional 9,79 persen. "Teknologi menjadi elemen penting kami," tutur Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi di Jakarta, Rabu (11/04).

Hasil itu terutama ditopang pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 34,74 persen menjadi Rp 38,33 triliun, dari periode sama 2016 di kisaran Rp 28,45 triliun. Pertumbuhan itu juga berada di atas rata-rata pertumbuhan DPK perbankan nasional 9,40 persen.

Penyaluran kredit menanjak 9,09 persen dari semula Rp 24,87 triliun menjadi Rp 27,13 triliun tahun lalu. Pertumbuhan kredit itu berada di atas rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional 8,27 persen. Rasio non-performance loan (NPL) gross 3,76 persen dan net 2,31 persen. Rasio NPL itu jauh lebih baik dibanding tahun lalu 5,35 persen dan 2,75 persen. Laba bersih terakumulasi Rp 712,17 miliar, meningkat 10,40 persen dari edisi sama 2016 senilai Rp 645,11 miliar.

Kresno menyebut untuk menjawab tuntutan masyarakat akan transaksi keuangan cepat dan modern, manajemen melakukan berbagai inovasi menuju digital banking. Akhir tahun lalu, Bank DKI telah meluncurkan JakOne Mobile sebagai aplikasi layanan keuangan digital meliputi mobile banking dan mobile wallet. Aplikasi itu bisa dipakai untuk melakukan transaksi kebutuhan sehari-hari seperti pembayaran biller Telkom PSTN dan tagihan air.

Selain itu, juga bisa dipakai untuk pembayaran tiket penerbangan, TV berbayar dan tagihan pulsa prabayar dan pascabayar melalui smartphone pada merchant-merchant mitra Bank DKI. Aplikasi itu dapat diunduh melalui Google Play store pada android dan App Store pada IOS. Pengguna JakOne Mobile juga dapat melakukan pembukaan rekening tabungan secara online. "Untuk buka rekening, nasabah hanya perlu mengunggah kartu identitas, pengisian data pribadi dan verifikasi OTP pada aplikasi JakOne Mobile. Setelah itu, dapat mengatur jadwal dengan petugas Bank untuk verifikasi data," tegasnya.

JakOne Mobile juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran dengan menggunakan fitur scan to pay pada merchant-merchant sudah bekerja sama dengan Bank DKI. "Nasabah hanya melakukan scanning pada QR Code disediakan merchant-merchant macam warteg Kharisma Bahari, kantin-kantin di sekitar lingkungan Pemprov DKI, pedagang UMKM di pasar-pasar serta merchant lifestyle seperti McDonald, Dum-Dum Thai Tea dan Baskin Robbins dan lain-lain," ulasnya.

Bank DKI juga melakukan pengembangan fitur pada JakOne Mobile dengan melakukan penambahan biller BPJS Kesehatan, Pajak Bumi dan Bangunan serta Digitalisasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Polda Metro Jaya. Bulan lalu, Bank DKI sukses menyabet rekor MURI pada kategori Pelayanan STNK secara digital dengan sistem pembayaran melalui QR pertama di Indonesia.

Selain pengembangan digital, Bank DKI juga fokus pengembangan bisnis pada segmen UMKM. Itu direalisasikan dengan meningkatkan kemampuan ekonomi pengusaha UMKM. Yakni  melalui penyaluran kredit dan layanan perbankan lain bersama PD Pasar Jaya.

Jangkauan layanan semakin terasa ketika tahun lalu, perusahaan membuka 26 outlet sehingga jumlah outlet di pasar-pasar menjadi 37 outlet. Dalam penyaluran kredit, Bank DKI memberi layanan cash pick-up dengan mobile collection bertujuan memberi kemudahan karena setiap angsuran pedagang akan memiliki struk tanda terima dan tercatat pada sistem Bank DKI.

Bank DKI juga menjalin kerjasama pembiayaan dengan 62 Lokbin dan Loksem Binaan Dinas UMKM. Hal tersebut mendorong peningkatan penyaluran kredit mikro yang tumbuh signifikan yaitu sebesar Rp 426 milyar pada tahun 2017 atau meningkat 103,70 persen dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp 209 milyar.

Bank DKI menyambut positif sinergi dengan program OK OCE sebagai perluasan penyaluran kredit kepada pengusaha UMKM. "Program OK OCE yang ditujukan kepada pengusaha kecil yang baru merintis usahanya tentu akan menjadi basis customer Bank DKI," tandas Kresno.

Sebagai bentuk dukungan kepada Pemprov DKI, Bank DKI melayani pembayaran retribusi bekerjasama dengan Badan Pelayanan TeRp adu Satu Pintu (PTSP) dengan membuka layanan di 267 Kelurahan DKI Jakarta. Bank DKI juga menerima pembayaran retribusi IPL di Rusun-Rusun milik Pemprov DKI. Selain itu, Bank DKI juga merealisasikan penggunaan Cash Management System di 812 SKPD/UKPD DKI Jakarta. Saat ini, Bank DKI telah memiliki 906 jaringan ATM dan 1.528 jaringan EDC yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. (dni)


TOPIK BERITA TERKAIT: #bank-dki 

Berita Terkait

Bayar PBB di JakOne Mobile Dapat Motor

Jakarta Raya

Bank DKI Buka Kantor di UPPRD Cipayung

Jakarta Raya

IKLAN