Kamis, 15 November 2018 09:59 WIB
pmk

Jakarta Raya

Pantai Jakarta Rawan Penyelundupan

Redaktur:

Kapal yang menyelundupkan kendaraan mewah di Teluk Jakarta.

INDOPOS.CO.ID - Penyelundupan sejumlah kendaraan mewah yang dikirim dengan Kapal Roro KM Fajar Bahari V di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan dari sejumlah pihak. Hal itu dianggap sebagai ancaman bagi ibu kota. “Kalau barang mewah berupa mobil dan motor besar saja bisa masuk, lalu bagaimana dengan narkoba, tentu ini sangat membahayakan,” ujar Direktur Eksekutif  Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ) Muhlis Ali, Kamis (12/4).

Muhlis meminta pengawasan di kawasan pantai Jakarta ditingkatkan. Terutama di kawasan elite seperti Pantai Mutiara dan juga di pulau-pulau reklamasi, yang memiliki dermaga sendiri. “Mereka (kawasan elite) tersebut selama ini minim pengawasan. Padahal sangat rawan terjadi penyelundupan, terutama narkoba,” katanya.

Seperti diketahui, Tim Gabungan TNI AL dan WFQR Lantamal III, berhasil menggagalkan penyelundupan sejumlah kendaraan mewah Rabu (11/4) lalu. Dengan kesuksesan TNI ini, kerugian negara akibat pengiriman barang mewah ilegal tersebut dapat dicegah.

"Dari hasil pemeriksaan diketahui kapal tersebut telah delapan kali mengirim barang ilegal. Karena ini di atas kapal, nakhoda yang bertanggung jawab terhadap pengangkutan barang ilegal ini," terang Panglima Komando Armada Indonesia Kawasan Barat, Laksamana Muda (Laksda) TNI Yudho Margono pada wartawan.

Yudho menyebutkan ada kerugian yang dialami negara akibat pengiriman kendaraan mewah ilegal. Pihaknya belum mengetahui jumlah kerugian negara yang diakibatkan pengiriman kendaraan mewah ilegal tersebut. "Kita akan perhitungkan lagi karena kita belum sampai penyidikan, dan belum mengecek satu-satu. Kita akan kalkulasi nantinya," beber Yudho.

Bahkan sejumlah kendaraan mewah yang diamankan TNI AL itu berbendera Malaysia dan Sarawak, salah satu negara bagian Malaysia. Yudho menambahkan, pihaknya mendapat informasi intelijen mengenai adanya kapal yang membawa barang-barang ilegal.

Yudho mengatakan, kendaraan-kendaraan mewah yang dikirim dari Pontianak ke Jakarta tersebut tidak memiliki dokumen-dokumen yang resmi. "Kami ada indikasi bersama karena barang-barang ini tidak bermanifes. Ada kemungkinan barangnya penyelundupan dari Malaysia karena tidak terdaftar di Pontianak," ungkap Yudho.

Pihaknya pun semakin curiga ketika kapal tersebut tidak merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, melainkan berlayar ke wilayah timur Jakarta.

"Tidak benar kapal sebesar ini, kok, melipir-melipir ke Tanjung Karawang. Setelah kami kejar, dia merapatnya di sini," urainya.  

Setelah merapat di Dermaga Marunda Center, tim gabungan TNI AL langsung menyergap dan mendapati sejumlah kendaraan mewah tanpa dokumen resmi yang tersimpan di sana. Ia mengatakan, ada 27 kendaraan mewah yang terdiri dari 18 unit motor gede dan 9 unit mobil. Selain kendaraan tersebut, TNI AL juga menahan nakhoda kapal, Ichsan Efendi Saido.

Yudho mengatakan, kerugian itu muncul karena pengiriman tersebut, tidak melalui Bea Cukai sehingga ada potensi penerimaan negara yang hilang. "Pasti ada kerugian negara, karena dia kan barang tidak membayar pajak, kan, dengan pengiriman barang-barang ini," kata Yudho, kepada wartawan.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Oentarto Wibowo menambahkan, pihaknya akan memperketat pengawasan guna meminimalisir kerugian negara. "Nanti tentunya saya akan minta jajaran Bea Cukai Marunda untuk lebih memperketat patroli di wilayah ini," tandas Oentarto.

Akibatnya, KM Fajar Bahari V diduga melakukan Tindak Pidana Pelayaran dan Kepabeanan serta melanggar Pasal 285 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Pasal 102 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. (ibl)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #pantai-jakarta #penyelundupan 

Berita Terkait

Patroli TNI AL Tangkap Tangker Penyelundup BBM

Nasional

Tim TNI AL Ini Tekuk Penjahat di Laut, Congrats

Nasional

Selundupkan Ribuan Bibit Lobster, Tiga Orang Diamankan

Nusantara

4 Ton Bawang Merah Ilegal Dimusnahkan

Nusantara

Selundupkan 32 Burung, WNA Diamankan Petugas

Megapolitan

Penjahat Berkedok Pahlawan Bawang

Headline

IKLAN