Jumat, 20 Juli 2018 08:27 WIB
BJB JULI V 2

Jakarta Raya

Anies Optimistis MRT Tepat Waktu

Redaktur:

DIKEBUT - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau Depo MRT Lebak Bulus, Kamis (12/4). ISMAIL POHAN/INDOPOS

INDOPOS.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meyakini pembangunan Mass Rapid Transit (MRT), bakal selesai tepat waktu. Sehingga masyarakat dapat menikmati pelayanan angkutan massal itu pada 2019 mendatang. “Semua berjalan sesuai jadwal, dan kami sangat optimistis ini bisa beroperasi seperti yang diharapkan,” ujar gubernur, saat meninjau Depo MRT Lebak Bulus, Kamis (12/4).

Anies juga berharap kehadiran MRT nantinya tidak hanya menjadi alat transportasi massal, tapi juga bisa menciptakan budaya tertib bagi warga.

"MRT adalah satu media untuk membentuk kebiasaan dan kebudayaan baru. Di sini akan muncul kebiasaan tertib. Mulai dari antre, tepat waktu dan bersih," katanya.

Mantan Menteri Pendidikan ini mengungkapkan, budaya tertib sudah dimulai sejak pembangunan MRT. Di mana target pembangunan bisa tepat waktu dari perencanaan hingga konstruksi. "Semua orang yang terlibat di project MRT menerapkan disiplin tinggi," kata dia.

Anies menambahkan, MRT juga bisa menjadi meeting point bagi warga Jakarta. Karena akan ada pertemuan ratusan orang dalam satu gerbong yang bisa saling berinteraksi satu sama lainnya. "Dengan adanya MRT ini, kita berharap masyarakat bisa beralih kendaraan umum massal," jelasnya.

Diungkapkan gubernur, saat ini terhitung sudah ada 12 kereta yang tiba di Jakarta sejak beberapa waktu lalu. "Saya datang untuk melihat kesiapan dan kedatangan gerbong. Kami harap project tetap berjalan dengan baik," ucapnya.

Anies mengatakan, Depo MRT ini merupakan yang pertama kali dimiliki Indonesia. Saat ini sudah ada dua rangkaian kereta yang tiba di Depo Lebak Bulus. Di mana, masing-masing rangkaian terdiri dari enam kereta.

"Yang sudah datang ada 12 kereta. Tiga kereta baru datang tadi pagi. Sekarang masih dibungkus," katanya.

Pada kesempatan itu, Anies pun menyempatkan diri meninjau interior salah satu gerbong kereta. Dari hasil peninjauannya, fasilitas yang ada di dalam gerbong dinilai cukup lengkap.

Di setiap sudut kereta juga terdapat tempat duduk untuk prioritas, yakni difabel, ibu membawa anak dan ibu hamil.

"Bila sudah memikirkan kebutuhan khusus, maka yang kebutuhan umum juga akan tertangani," ungkapnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, mengungkapkan pembagunan MRT telah mencapai 92,5 persen terhitung 31 Maret 2018. Sisa 8 persen pekerjaan yang belum selesai meliputi pekerjaan entrance interior dan pekerjaan sistem.

Diketahui dari total pembangunan konstruksi 92, 5 persen, terdiri dari konstruksi stasiun layang 89,19 persen, stasiun bawah tanah 95,83 persen dan raiway, trackwork serta roling stock mencapai 77,5 persen.

“Jadi beberapa harus kita kerjakan sekarang itu seperti rel kereta itu juga harus kita selesaikan, kerjaan power on memasukkan listrik ke dalam sistem ini dan itu yang sekarang sedang kita kerjakan untuk mengerjakan jadi 100 persen,” kata William.

William menjelaskan kereta MRT akan mulai ujicoba dalam track pada Agustus 2018 mendatang. Sedangkan ujicoba pada seluruh track Lebak Bulus – Bundaran HI akan dilakukan pada Desember 2018. Dalam ujivoba tersebut, kata William MRT belum menyertakan penumpang di dalamnya.

 “Itu akan menandai dimulainya sebuah proses yang disebut dengan integrated testing and commissioning. Dan pada bulan Desember itu adalah proses trial run di mana proses untuk menjalankan kereta tapi belum penumpang jadi kita kan punya 3 bulan trial run sebelum operasi komersial dilaksanakan pada bulan Maret tahun depan,” terang William.

William menambahkan MRT tidak menemukan kendala berarti dalam pembangunan transportasi integrasi tersebut. Meski demikian William mengakui menghadapi tantangan dalam integrasi itu sendiri.

“Challenge kita paling utama adalah memastikan proses integrasi karena ini adalah bukan hanya pekerjaan konstruksi tapi mengintegrasikan konstruksi sistem kemudian kereta mulai ditesting dengan persiapan melakukan operasi. Jadi tadi Pak Gubernur sudah katakan masinis seluruh pegawai yang melaksanakan operation command control itu sudah harus mulai masuk. Jadi tantangannya adalah mengintegrasikan seluruh aspek dalam persoalan,” tandasnya. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #mrt #anies-baswedan #transportasi-umum 

Berita Terkait

IKLAN