Kamis, 19 Juli 2018 04:30 WIB
BJB JULI V 2

Ekonomi

Infrastruktur Dukung Poros Maritim

Redaktur:

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi

INDOPOS.CO.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus menggeber sejumlah pembangunan infrastruktur. Misalnya, gencar membangun pelabuhan dan Terminal Petikemas. Itu dilakukan untuk mendukung poros maritim. 

Saat ini telah terbangun 3.357 pelabuhan dan terminal untuk mendukung konektivitas. Pembangunan dan pengembangan pelabuhan sepanjang 2015-2017 sebanyak 167 lokasi. Jumlah itu melebihi proyeksi rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) di kisaran 163 lokasi.

Untuk periode 2018-2019, pembangunan dan pengembangan pelabuhan direncanakan 32 lokasi. Di mana, saat ini pemerintah fokus membangun dan mengembangkan pelabuhan Indonesia Timur (Intim). Misalnya, pembangunan Pelabuhan Sorong-Seget, Pelabuhan Hub Internasional Bitung, dan Makassar New Port. "Itu semua untuk menyokong sektor kemaritiman," tutur Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Kamis (12/4).

Sejumlah pelabuhan dibangun dengan kedalaman cukup terukur bertujuan  menampung kapal asing berukuran besar. Untuk Pelabuhan Hub Internasional Bitung secara geografis di jalur perdagangan internasional, merupakan salah satu jalur sutera yaitu jalur pelayaran Selat Sulawesi.

Pembangunan infrastruktur secara masif itu tidak sia-sia. Di mana, daya saing global Indonesia tahun lalu naik signifikan. Yaitu menduduki peringkat 36 dari edisi 2016 di posisi 41."Lonjkana peringkat itu tidak lepas dari peran pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur," aku Budi.

Menyusul pembangunan masif itu, tidak sedikit kapal perusahaan pelayaran internasional berlabuh. Sejumlah perusahaan pelayaran asing berkomitmen untuk ikut berkontribusi mengembangkan bisnis shipping line di Indonesia. "Kami akan ikut terlibat secara aktif," beber Presiden Director CMA CGM Indonesia Farid Belboub.

Awal April lalu, Grup Meratus mewakili CMA CGM Group sebagai sub agen di berbagai lokasi outports di pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Timor (Padang, Kumai, Bitung, Makassar, Kupang, Samarinda, Samarinda, Sampit, Palu, Pelabuhan Balikpapan, Kendari dan Benoa).

Selain itu, ENG LEE, mewakili CMA CGM Group sebagai sub agen di Jambi, di Pulau Sumatera. ENG LEE merupakan pemimpin operator tongkang Asean, mengoperasikan lebih dari 100 tongkang dari Sumatra ke Singapura. Dengan jejak kuat sektor pabrik kertas, ENG LEE memungkinkan CMA CGM menembus pasar Sumatra.

Mulai 1 Mei 2018, CMA CGM akan membuka agen di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel). Palembang merupakan wilayah produksi karet kedua dunia, dan akan mengakomodasi pabrik kertas terbesar di dunia dari Grup APP di OKI. Kerja sama dua kemitraan strategis itu, dan peluncuran agensi CMA CGM di Palembang, jelas membuka era baru CMA CGM Group di Indonesia dengan cakupan komprehensif, penawaran unik dari Pulau Sumatra ke Papua dan kemampuan mengusulkan ujung ke ujung layanan. (dai)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kemenhub 

Berita Terkait

IKLAN