Rabu, 21 November 2018 09:30 WIB
pmk

Jakarta Raya

Si Cilik Pejuang Subuh Ajak Berjamaah

Redaktur: Ali Rahman

Anak-anak di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

INDOPOS.CO.ID - Pejuang Subuh cilik yang dikomandoi Ahmad Fauzan bocah SD itu ternyata mampu menarik puluhan kawan sejawatnya. Sejak 2016 dia rajin membangunkan teman-temannya untuk melaksanakan salah satu perintah agama tersebut. Tak hanya sekali, bahkan mereka mampu mengikuti tantangan Pejuang Subuh untuk istiqomah dan salah subuh selama 40 hari.

Ketua Pejuang Subuh Cikarang, Komaruddin menerangkan awalnya anak-anak itu rela bangun pagi buta karena terkena demam telolet. Rela menanti di jalan raya untuk kemudian melambaikan tangannya sambil meminta klakson telolet dari bis yang lewat. "Mereka merasa bangga karena sambil mengibarkan bendera berukuran besar," ujarnya.

Kemudia muncul inisiatif untuk dari para Pejuang Subuh, untuk mengganti bendera tersebut dengan bendera Pejuang Subuh. "Logo Pejuang Subuh itu bagus. Berupa gambar Pejuang yang sedang naik kuda. Jadilah anak-anak ini punya tantangan baru yaitu shalat subuh jamaah di masjid" ungkap Komaruddin.

Ternyata pelan-pelan kebaikan yang berusaha ditanamkan tersebut tumbuh subur. Serta menghasilkan sesuatu yang menggembirakan. Puluhan anak usia SD masuk ke Pejuang Subuh Cilik Cikarang. Mereka pun rutin melaksanakan salat dua rakaat tersebut di masjid.

Tak hanya di Cikarang, Banda Aceh turut punya cerita menarik, Pejuang Subuh di Serambi Mekah itu menjemput anak-anak dari pintu ke pintu. Menggunakan motor yang dikendarai oleh Ketua Pejuang Subuh Banda Aceh Ustadz Ali Shiddiq.

"Seneng banget naik motor tiap hari, walau ngantuk tetap semangat kalo dijemput. Temen-temen juga suka" ujar Fuerza Kamal Minggu (8/4) salah satu Pejuang Subuh Cilik Banda Aceh yang sekaligus diberi amanah sebagai Komandan Pejuang Cilik Banda Aceh. Di Banda Aceh sendiri sudah ada 10 pejuang cilik yang lolos salat selama 40 hari tanpa putus.

Pun demikian, Pejuang Subuh Cilik di Tembilahan. Tembilahan merupakan kota kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Jarak perjalanan darat sejauh delapan jam dari Pekanbaru ke Tembilahan. Di kota kecamatan itu perkembangan Pejuang Subuh sangat pesat. Tak hanya anak muda yang giat namun Pejuang Subuh Cilik Tembilahan juga tak kalah dengan pemuda Pejuang Subuh Tembilahan. "Kami berlima bersemangat bareng teman-teman ke masjid" celoteh Kamal Minggu salah satu Pejuang Subuh yang berusia 10 tahun.

Said Abdul Azis selaku Ketua Pejuang Subuh Tembilahan menjelaskan dari banyak anak usia SD sudah ada lima anak lolos tantangan Pejuang Subuh di antaranya Akmal, Dirga, Ridho, Zikri Dan Zaini. "Ini adalah penerus bagi Pejuang Subuh Tembilahan" ucap Said, Minggu (8/4)

Pejuang Subuh di tiga daerah tersebut merupakan contoh nyata. Bahwa salat subuh bukan hanya konsumsi orang dewasa. Anak-anak pun sanggup dan bisa menghadapi tantangan salat subuh selama 40 hari berjamaah di masjid.

Tantangan 40 hari berjamaan merupakan waktu paling pendek untuk membentuk kebiasaan. Jika si cilik berhasil melalui salat subuh berjamaah di masjid tanpa putus selama waktu tersebut, Insyaallah bisa istiqomah dan dijalankan secara terus menerus. (asp)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pejuang-subuh #subuh-berjamaah 

Berita Terkait

IKLAN