Kamis, 19 Juli 2018 04:29 WIB
BJB JULI V 2

Jakarta Raya

Pembunuh Pensiunan TNI AL Diringkus

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan meringkus pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang pensiunan TNI AL Peltu (Purn) Hunaedi, 83, di kawasan Pondok Labu, beberapa waktu lalu. Pelaku Supri, 20, ditangkap satu minggu setelah kabur dari rumah korban di Kompleks TNI AL, di Jalan Kayu Manis, RT 7/6, No. 18, Pondok Labu, Cilandak.

"Iya sudah ditangkap. Pelaku berinisial S usia 20 tahun ditangkap di daerah Pondok Labu juga," tegas Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Indra Jafar, Kamis (12/4).

Menurut dia, pelaku pembuhan terhadap Purnawirawan TNI AL itu berjumlah satu orang. Namun begitu, Indra masih enggan merinci mengenai nama pelaku dan kapan pelaku ditangkap. "Motifnya masih kita dalami," ujar Indra.

Dimana, lanjut Indra, selama 1 minggu petugas membentuk tim dan olah TKP untuk mengungkap kejadian pembunuhan itu. Petugas melakukan penyelidikan dan beberapa hari lalu teridentifikasi ada CCTV di salah satu rumah maka teridentifikasi ciri-ciri pelaku terduga atas nama Supri alias K, 20.

Tadi malam jam 01.00 WIB telah diamankan seseorang berdasarkan laporan dan dari penyelidikan dan petugas Polsek Cilandak mendapatkan laporan ada beberapa orang yang mau tawuran. Ada beberapa orang dan tim Polsek Cilandak segera mencari tahu aktor keributan itu.

Dan salah satu tim melihat ciri-ciri khusus pada tato di lengannya. Seketika itu langsung diamankan dan diduga ada kaitannya dengan kejadian di Pondok Labu. Kemudian kita periksa dan meyakinkan apakah ini pelaku dari pembunuhan di Pondok Labu tersebut.

Pelaku mengaku dan awalnya mengelak namun dari petunjuk dan fakta yang ada kita cari barang bukti pisau yang digunakan pelaku untuk membunuh nyawa korban.

Tak jauh dari TKP petugas menemukan senjata tajam yang digunakan untuk membunuh korban.

Dimana pada Rabu lalu, sebelum kejadian pembunuhan itu, pelaku datang dan berpura-pura menanyakan alamat bersamaan maping lokasi. Melihat kelemahan dan korban sedang menyapu sore itu, pelaku melompat dan menggasak isi dompet korban sebesar Rp 3,2 juta. Kemudian pelaku kembali lagi pada hari Kamis lalu dan berpura-pura bertamu.

Saat korban Hunaedi sempat membukakan pintu, kemudian pintu didorong oleh pelaku dan pelaku melihat uang diatas meja Rp 200 ribu. Namun ada perlawanan, pelaku mendorong dan membenturkan korban hingga menusuk pisaunya ke tangan dan dada. "Pisau itu milik pelaku," tegas Indra.

Pelaku sempat dicegah oleh korban dan pelaku lari lewat pintu belakang, belok kanan dan masuk kedalam komplek sampai ke Taman. Lalu melarikan diri dan gerakan pelaku terekam CCTV.

Pelaku kabur dan mengontrak di kawasan Pondok Labu. Pacar pelaku juga sempat mencuci pakaian pelaku yang ada noda darah. Petugas pun melakukan pencocokan keterangan saksi, barang bukti dan lainnya.

Saat ini masih kita dalami dan masih kita periksa intensif lebih lanjut. Pelaku mengaku uang hasil kejahatannya untuk bayar kontrakan, beli baju, celana dan makan.

"Pelaku juga terkena Undang-Undang Darurat di 2017 lalu di Polsek Pesanggrahan dan baru keluar 2 minggu lalu. Pasal 338 jo Pasal 365 KUHP tentang pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan, maksimal hukuman 15 tahun kurungan," tegas Indra. (ibl)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pensiunan-tni-al-dirampok #kriminal 

Berita Terkait

Kejaksaan Klaim Tangkap 130 Buronan

Nasional

Jual Motor di Medsos, Aswin Ditangkap Polisi

Nusantara

IKLAN