Rabu, 21 November 2018 09:40 WIB
pmk

Politik

PKS Sodorkan Gatot Jadi Cawapres

Redaktur: eko satiya hushada

Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

INDOPOS.CO.ID - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bakal menyodorkan nama mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Nama Gatot muncul atas aspirasi Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN). PKS menyodorkan nama cawapres sebagai bagian dari syarat koalisi. Gerindra pun tetap akan mengusung Prabowo sebagai capres, tidak sekedar king maker.

"Kami menerima aspirasi dari teman-teman RSPN untuk mengajukan Gatot sebagai capres 2019," ujar Suhud Alynudin, Direktur Pencapresan PKS kepada wartawan di Kantor DPP PKS, Kamis (12/4).

Suhud mengatakan, saat ini PKS memiliki sembilan capres dan cawapres dari kader internalnya. Gatot pun kemudian masuk di dalam daftar nama calon tersebut. "PKS di internal juga ada proses pencapresan. Jadi kami punya sembilan capres dan cawapres," katanya.

Hal itu dibenarkan Presiden PKS, Sohibul Iman. Namun, karena Partai Gerindra telah terlanjur mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai capres, maka pihaknya menyodorkan nama cawapres untuk mendampingi Prabowo. Menurut dia, cawapres tersebut sebagai syarat untuk berkoalisi dengan PKS dalam pilpres mendatang.

"Kami sudah menyodorkan sembilan nama yang kami miliki kepada Gerindra.  Pak Prabowo sudah tahu nama-nama ini. Kami sampaikan ke Pak Prabowo, kalau Gerindra ingin berkoalisi dengan PKS, maka salah satu syarat PKS minta cawapres diambil dari sembilan nama itu," tutur Sohibul, ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Kamis (12/4).

Sembilan nama tersebut, yaitu Gubernur Jawa Barat dari PKS Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie, Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Menurut dia, dari sembilan nama itu tidak ada yang dinomorsatukan. Semua mempunyai peluang yang sama. Sebab, itu merupakan hasil pemilihan di internal partai. "Jadi semua calon itu ada pemilihnya di PKS. Nah karena itu, bagi PKS siapapun yang dipilih (Gerindra) ,sama saja, akan solid dukung," tukasnya.

Namun, dia tidak mau berandai-andai apabila Prabowo memilih nama cawapres lain di luar yang diajukan PKS. "Ya, saya enggak mau berandai-andai. Sekarang saya sebagai eksekutif di PKS, yang menerima mandat dari majelis syuro. Sekarang saya kan berjuang bagaimana salah satu kader PKS menjadi cawapres," tambahnya.

Terpisah, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan,  gembira dengan sikap Prabowo Subianto. Sebagai sekutu, PKS menyebut keputusan Gerindra mencapreskan Prabowo juga baik untuk rakyat.

"PKS gembira dengan keputusan Gerindra. Kian jelas siapa yang diajukan kian baik bagi publik," ucapnya kepada wartawan, Kamis (12/4), seraya menegaskan, tidak membeli kucing dalam karung. 

Sebagai sekutu Gerindra, PKS akan melakukan langkah lanjutan setelah pencapresan Prabowo. Sampai saat ini PKS belum mendeklarasikan dukungan capres. Meski demikian, mereka sedari awal mengaku komit bersama Gerindra.

"Langkah selanjutnya kita dengan partai koalisi akan musyawarah," imbuhnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, pihaknya yakin PKS akan tetap bersama sebagai koalisi pada pilpres 2019 mendatang. Mengenai mengapa partainya tidak menjadikan Prabowo sebagai king maker, karena internal partai tidak ada yang menghendaki Prabowo sebagai king maker.

"Internal partai tidak ada yang mengusulkan king maker. Justru menginginkan Pak Prabowo sebagai capresnya," ujar Fadli, kemarin.

Wakil Ketua DPR RI itu menegaskan, dalam internal Partai Gerindra sudah solid untuk mendukung Prabowo maju sebagai capres dan tidak ada yang berpendapat agar Prabowo menjadi king maker dalam pilpres 2019.

"Saya kira seluruh kader Gerindra mendukung Prabowo untuk maju.  Tidak ada yang terbelah, tidak ada satupun yang berpendapat Prabowo harus jadi king maker, kami solid kok," tuturnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra lainnya, Arief Puyuono mengatakan, mengenai Anies Baswedan ataupun Gatot Nurmantyo itu pilihan sosok yang akan mendampingi Prabowo nanatinya.

"Kelihatannya kalau dilihat dari perkiraan saya, antara Anies dan Gatot yang akan diambil jadi cawapresnya," ujar Arief, Kamis (12/4).

Menurutnya, apabila Anies Baswedan yang dipilih oleh Prabowo Subianto, maka keduanya dinilai sebagai pasangan yang cocok. Pasalnya, track record Anies dikenal bersih dan terpelajar. "Kalau Mas Anies yang maju sih mantap," tandasnya.

Kendati demikian, sambung Arief, nama ini masih perlu dikomunikasikan lagi dengan partai-partai koalisi lainnya. Apakah dua orang itu diterima atau tidak. "Tapi kan harus dibahas bersama koalisi, nggak serta merta Gerindra tentukan," pungkasnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, pihaknya akan menang pada kontestasi pilpres 2019 dengan majunya Parbowo. "Kita optimis menang," ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/4).

Mengenai stagnannya elekatabilitas Prabowo, Muzani menuturkan, kondisinya akan berbeda pasca deklarasi. Prabowo akan melakukan sosialisasi ke seluruh daerah dan hal itu akan lebih meningkatkan elektabilitas Prabowo. 

"Kemarin sebelum deklarasi, Pak Prabowo tak melakukan sosialisasi. Jadi wajar bila elektabilitasnya stagnan," pungkas salah satu pimpinan MPR RI itu. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pks #cawapres-2019 #gatot-nurmantyo #prabowo-subianto 

Berita Terkait

IKLAN