Jumat, 20 Juli 2018 06:24 WIB
BJB JULI V 2

Liga Champions

Saat Doa Headbutt Buffon Terkabul

Redaktur:

Gianluigi Buffon bersama pemain Juventus lainnya saat memprotes keputusan wasit Michael Oliver yang memberikan hadiah penalti untuk Real Madrid beberapa hari lalu.

INDOPOS.CO.ID - Masa perpanjangan waktu akan tiba dalam 40 detik ke depan. Mimpi Gianluigi Buffon dkk memperpanjang nafas melalui extra time atau bahkan adu penalti tinggal 40 detik lagi. Leg kedua perempat final antara Real Madrid dan Juventus kemarin (12/4) di Santiago Bernabeu tak akan rampung dalam 90 menit, pikir Buffon dkk.

Untung tak bisa diraih malang tak dapat ditolak. Ketika pertandingan memasuki menit ke-92 dan 20 detik dalam upaya menghalau bola kaki bek Juventus Medhi Benatia melayang tinggi. Setinggi dada winger Real Lucas Vazquez.  Wasit asal Inggris Michael Oliver kemudian tanpa kompromi menghukum ulah kasar Benatia itu. Oliver menunjuk titik putih buat Real. Semua pemain Bianconeri mengerubungi wasit berusia 33 tahun itu.

Buffon pun kalap. Kiper 40 tahun itu menerjang, kemudian meneriaki Oliver. Buffon sudah hilang respeknya kepada pengadil asal Ashington Inggris tersebut. Dan tanpa ampun dari Oliver memberikan kartu merah kepada Buffon. 

Pengusiran oleh Oliver kepada Buffon ini seperti mengabulkan apa yang diharapkan kiper timnas Italia dalam wawancara dengan UEFA pada 24 Maret 2017 lalu. Buffon memimpikan jalan pensiun seperti Zinedine Zidane di final Piala Dunia 2006 lalu. Melakukan headbutt dan diusir dari lapangan.

Buffon yang kena kartu merah lantas digantikan Wojciech Szczesny untuk menghadapi penalti Real. Cristiano Ronaldo pun mengeksekusi dengan sempurna pada menit ke-90+7.  Meski Real kalah 1-3, satu gol Ronaldo itu sudah cukup mengantarkan Real ke semifinal Liga Champions dalam delapan musim beruntun. Sebelum gol Ronaldo kemarin Juventus lebih dahulu mencetak gol lewat Mario Mandzukic (2', 37') dan Blaise Matuidi (61').

Presiden Juventus Andrea Agnelli berang bukan kepalang kepada keputusan wasit Oliver itu. Agnelli bahkan mengatakan kalau UEFA memang tak sanggup menyediakan wasit berkualitas, Juventus bersedia membantu pelatihan wasit UEFA.  “Ketika insiden terjadi, wasit sama sekali memahami momen tersebut. Yang terpenting setelah insiden ini teknologi (VAR (Video Assistant Referee, red.)) sangat dibutuhkan,” tutur Agnelli kepada Mediaset Premium.

Agnelli mengatakan, pertandingan di bawah yurisdiksi UEFA sebetulnya membutuhkan VAR sebagai pemberi opini berbeda. Serie A dan Bundesliga termasuk dua dari lima liga elit Eropa yang memakai VAR di pertandingan musim ini.

Kemarahan Agnelli bisa dipahami. Sebab dalam tiga pertemuan terakhir Juventus lawan Real selalu ada kartu merah. Di final Liga Champions 2016-2017, Juan Cuadrado. Leg pertama perempat final Liga Champions 2017-2018 Paulo Dybala. Dan kemarin, leg kedua, giliran Buffon yang diusir.

Bek Juventus Giorgio Chiellini kepada Football Italia kemarin mengemukakan, Real memang sering diuntungkan wasit dengan pemberian kartu merah. Musim 2016-2017 lalu ketika bertemu Bayern Muenchen di perempat final, dalam dua leg selalu ada pemain Bayern yang diusir. Di leg pertama Javi Martinez. Di leg kedua Arturo Vidal.  “Tak heran tahun lalu Bayern gagal melangkah ke fase berikutnya karena masalah wasit ini. Maka tahun nini sepertinya giliran kami yang kena hukuman kartu merah setiap lawan Real,” ujar Chiellini.

Sementara itu, penyerang Juventus Mario Mandzukic yang mencetak brace ke gawang Real mencetak rekor. Yakni pemain pertama sejak Liga Champions 2003-2004 yang membobol gawang Real lewat sundulan. Dan dalam tiga pertandingan terakhir Mandzo versus Real, pemain Kroasia itu membuat tiga gol. (dra)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gianluigi-buffon #juventus #liga-champions 

Berita Terkait

Juve Sodorkan Kontrak Baru

Liga Italia

Legenda Liverpool Minta Karius Tak Disalahkan

Liga Champions

IKLAN