Rabu, 17 Oktober 2018 08:24 WIB
pmk

Nasional

Kaji Ulang Perpres 20/2018

Redaktur: Ali Rahman

Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto meminta Presiden Jokowi Widodo mengkaji ulang Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

Dirinya secara tegas menyatakan Perpres tersebut tidak mengedepankan asas keadilan untuk pekerja lokal.

"Belum lagi masalah target pertumbuhan ekonomi yang naik turun membuat ekonomi dalam negeri tidak bergerak naik. Dan membuat nasib tenaga kerja kita makin tak menentu," kata Andri dalam keterangannya kepada INDOPOS, Jumat (13/4).

Andrianto mengingatkan kembali tiap tahun angkatan kerja di Indonesia bertambah tiga juta jiwa. Dalam catatatannya saat ini jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 100 juta jiwa. Namun, sambung Andrianto lapangan kerja yang tersedia hanya mampu menampung separuh.

Atas dasar itu, lanjut Andri, sangat tidak masuk akal jika Jokowi membuka keran bagi TKA ke Indonesia. Apalagi janji kampanye untuk membuka lapangan kerja belum terwujud sepenuhnya.

"Padahal dulu Jokowi berjanji akan buka lapangan kerja 10 juta per tahun. Pemerintahannya sudah berjalan 3 tahun, tapi ini tidak tercapai, maka tidak masuk akal bila pemerintah malah membuat policy permudah TKA," tandas Andri. (dil)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #perpres-202018 #tenaga-kerja-asing 

Berita Terkait

Komisi III akan Bahas Persoalan Visa TKA

Nasional

Menaker Diminta Buka Data TKA Tiongkok

Nasional

PAN Ikut Dukung Pansus TKA

Nasional

IKLAN