Senin, 24 September 2018 01:14 WIB
pmk

Bulutangkis

Satu Wakil Indonesia di Final China Masters

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge

Ronald Alexander/Annisa Saufika. Foto : Istimewa

INDOPOS.CO.ID - Setelah New Zaeland Open 2017, Ronald Alexander/Annisa Saufika belum mampu kembali naik podium. Tetapi, momentum besar bagi mereka terbuka di final China Masters 2018 hari ini. Keduanya memastikan langka ke final setelah menjungkalkan wakil tuan rumah, Ou Xuanyi/Chen Lu.

Ronald/Annisa harus susah payah menggamit kemenangan dalam rubber game, 14-21, 21-19, 21-19. Kehilangan game pertama, Ronald Annisa memperbaiki penampilan mereka. Apalagi lawan mereka adalah pasangan muda yang cukup mengejutkan ganda campuran pelapis di pelatnas Cipayung tersebut.

Di final, keduanya masih menunggu pemenang antara dua pasangan Tiongkok lainnya. Yakni Guo Xinwa/Liu Xuanxuan dan Di Zijian/Yijing Li. Keberadaan pebulu tangkis Indonesia di China Masters belum banyak memberikan warna. 

Hanya Ronald/Annisa yang sanggup meniti langkah hingga partai pemuncak hari ini. “Tadi (semifinal, Red) kami sedikit kehilangan fokus, kami kewalahan di game pertama,” ujar Ronald dalam pesan singkat kepada Jawa Pos. Paham akan kondisi mereka yang menurun, Ronald/Annisa pelan-pelan mengubah pola permainan mereka lebih menyerang.

Menghadapi pasangan muda Tiongkok menjadi persoalan tersendiri bagi mereka. Namun, pengalaman yang cukup banyak di pentas dunia membuat Ronald/Annisa dengan mudah memperbaiki kesalahan saat pertandingan berlangsung.

Turnamen selevel super 100 dalam BWF Tour itu berlangsung di Agile Stadium of Lingshui Culture and Sport Square, Hainan, Tiongkok. DI faee terakhir ini, pebulu tangkis lebih banyak mendominasi tempat di final. Hingga berita ini ditulis, masih ada empat partai final yang belum rampung.

Sementara itu, Amon Sunaryo, salah satu pelatih ganda campuran yang mendampingi mereka mengungkapkan inilah momentum yang tepat bagi Ronald/Annisa mengakhiri paceklik gelar. Mengevaluasi permainan pemainnya di semifinal kemarin, Amon melihat servis yang dijalankan Ronald/Annisa kerap error.

“Tapi bagusnya gak buat merek terpengaruh walaupun dirugikan wasit,” terangnya. Persoalan itu menjadi salah satu fokus Amon dalam memberikan arahan sebelum final berlangsung hari ini.

Meskipun banyak menempatkan pemain muda, pemain Tiongkok ini memang terlihat solid dalam menjalankan pertandingan. “Apalagi Ronald/Annisa sempat error, jadi sempat mereka manfaatkan,” urainya. (nap)

 
 


TOPIK BERITA TERKAIT: #china-masters-2018 #bulu-tangkis #ronald-alexanderannisa-saufika 

Berita Terkait

IKLAN