Sabtu, 17 November 2018 10:22 WIB
pmk

Tekno

Satelit Telkom 1 Hilang? Format Indonesia Minta DPR Usut

Redaktur:

digi24.ro

INDOPOS.CO.ID - Pada Agustus 2017, satelit telkom-1 mengalami kegagalan dan menimbulkan gangguan untuk ribuan mesin ATM dari Bank Mandiri, BCA, BNI dan BRI.

Hingga saat ini pihak manajemen PT Telkom belum memberikan kejelasan penyebab hilangnya satelit Telkom 1.

Menurut Asep, Ketua Format Indonesia (Forum Mahasiswa Untuk Nawacita Indonesia), kerusakan satelit Telkom 1 akibat manajemen PT Telkom yang ceroboh.

Kecerobohan itu ditutupi oleh berita aksi heroik penanganan matinya Telkom 1.

"Aksi heroik penanganan matinya Telkom 1 kemarin itu hanya kemasan saja. Kita paham itu untuk menutupi kebobrokan yang sesungguhnya. Masyarakat dibuai oleh aksi heroik tersebut, padahal manajemennya terbukti ceroboh dalam menentukan skala prioritas," kata Asep

Menurutnya, satelit Telkom 1 itu sesuai kontraknya dirancang untuk masa orbit 15 tahun.

"Jika diluncurkan tahun 1999, maka 2014 sudah habis masanya. Tapi karena manajemen yang ceroboh, satelit tua tetap digunakan hingga 2019 tanpa backup jika ada kegagalan. Akhirnya ketika 2017 Telkom 1 rusak, Manajemen Telkom kalang kabut dan enggak siap," lanjut Asep.

Seperti kita ketahui Satelit Telkom 1 diluncurkan pada tanggal 12 Agustus 1999 untuk menempati slot orbit 108. Satelit diproduksi oleh Lockhead Martin perusahaan asal Amerika. Diluncurkan oleh perusahaan asal Eropa bernama Arianespace dari Kourou, Guyana Perancis.

Untuk itu Asep meminta DPR RI Komisi satu memeriksa skandal ini dengan memanggil Dirut PT Telkom, Menkominfo dan jajaran manajemen Telkom.

"Atas hasil investigasi kami, maka Format Indonesia mendesak DPR RI Komisi satu untuk turun tangan memeriksa Dirut PT Telkom, Menkominfo dan pihak terkait. Anggota DPR harus menyelidiki ini karena ini menyangkut kebobrokan manajemen Telkom dalam menentukan skala prioritas. Bukan tidak mungkin ada kongkalikong dan intervensi dalam pengadaan satelit pengganti Telkom 1 yang sengaja terlambat!" Ujar Asep.(flo/jpnn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #teknologi #dpr-ri 

Berita Terkait

Bebankan APBN, Nasdem Menolak

Nasional

Jazuli Dorong Resolusi Berkeadilan

Nasional

Anies Dukung Relokasi Lapangan Tembak

Jakarta Raya

IKLAN