Senin, 19 November 2018 06:13 WIB
pmk

Hukum

TGPF Bukan Domain Polri

Redaktur: Redjo Prahananda

Komjen. Pol. Drs. Syafruddin, usai menghadiri acara ISYEF 2018, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Minggu (15/4). Foto : SUMARNI/Indopos

INDOPOS.CO.ID – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus bergerak menangani kasus Novel yang sudah satu tahun berjalan. Hal tersebut disampaikan oleh Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Drs. Syafruddin, di Jakarta, Minggu (15/4

Dalam paparannya, ia merasa langkah yang dilakukan sudah semakin progresif karena yang menangani bukan hanya Polri, tapi juga berusaha melibatkan pihak-pihak terkait.

“Semua sudah dilibatkan, pihak KPK sudah bergabung, ombusdman, DPRD, dan Komnas HAM terus memantau,” ujar Syafruddin saat ditanya awak media usai acara ISYEF 2018, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Minggu (15/4).

Terkait perkembangan kasus Novel tersebut, diakui Syafruddin, saat ini Polda Metro sudah berkoordinasi terus dengan KPK.

Bahkan Syafruddin mengungkapkan bahwa pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bukanlah domainnya pihak Polri.

“Bukan domainnya kami,” singkatnya.

Terpisah, menanggapi pernyataan hal tersebut, Yansen Dinata selaku Koordinator Amnesty Muda dari Amnesty Internasional Indonesia menjelaskan, untuk mengusut tuntas kasus tersebut, sayangnya sampai hari ini tidak ada hasil yang signifikan. Dengan kapabilitas yang dimiliki Polri sebagai institusi, seharusnya satu tahun adalah waktu yang sangat cukup untuk menyelesaikan kasus yang menimpa penyidik senior KPK tersebut.

“Hal ini menimbulkan kesan bahwa Polri tidak serius dalam mengungkap pelaku penyerangan Novel. Dengan waktu 12 bulan yang seharusnya sangat cukup, Presiden Jokowi juga belum menanggapi desakan masyarakat sipil untuk membentuk TGPF untuk kasus tersebut,” tegasnya. (mar)


TOPIK BERITA TERKAIT: #tgpf #polri #kasus-novel 

Berita Terkait

Tito Karnavian Mau Digulingkan

Headline

Kapolri Diminta Fokus Amankan Negara

Headline

Polri Kerahkan Ribuan Personel ke Sulteng

Nasional

IKLAN